Home / Opini

Rabu, 7 April 2021 - 13:53 WIB

Pintar Berbahasa Inggris

Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional adalah bahasa asing yang wajib dipelajari siswa pada tingkat menengah dasar. Keterampilan komunikatif yang dipelajari dalam pembelajaran sehari-hari di kelas akan menjadikan bekal bagi siswa dalam menghadapi zaman yang semakin modern.

Kita yang sekarang sedang berada di era milenial, di mana bahasa Inggris sangat mendukung dalam menguasai dunia dan segala sesuatunya. Ketika kita terjun ke dunia usaha misalnya, bahasa Inggris sangat mendukung eksistensi kita dalam mengembangkan usaha kita sehingga akan semakin besarlah kerajaan bisnis kita. Tuntutan zaman yang semakin menggila pada tingkat teknologi maupun komunikasi menuntut adanya kerja keras para guru bahasa Inggris dalam mendidik siswa menjadi manusia yang siap menghadapi dunia internasional.

Oleh karenanya, dalam menghadapi tuntutan zaman itulah maka para guru bahasa asing khususnya  guru bahasa Inggris diharapkan dapat mewujudkan keterampilan komunikatif bagi siswanya. 

Bahasa, menurut Subroto dan Muhammad, merupakan sistem tanda bunyi ujaran yang bersifat arbitrer atau sewenang-wenang. Berdasarkan konsep ini, substansi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan oleh manusia. Manusia dalam hal ini adalah guru bahasa Inggris yang mempunyai kecakapan dalam berkomunikasi dalam bahasa  Inggris dan merupakan salah satu teladan bagi siswa dalam berkomunikasi di sekolah/madrasah. Kebiasaan guru berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadikan sebuah kebiasaan mendengarkan bahasa asing bagi siswa sehingga siswa terbiasa mendengar kosakata maupun kalimat dalam bahasa Inggris. Kebiasaan siswa dalam mendengarkan kosakata bahasa Inggris akan menambah jumlah kosakata yang dimiliki.

Pada kenyataannya,   guru jarang berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Guru lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa daerah masing-masing dalam berkomunikasi. Hal ini dikarenakan minimnya kosakata yang dimiliki oleh siswa sebagai lawan bicara. Siswa sebagai  lawan bicara dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris akan mengalami ketidakpahaman dalam menerima instruksi atau informasi yang disampaikan oleh guru. Keterbatasan kosakata inilah yang menjadi penghalang bagi guru dan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Perbendaharaan kosakata siswa yang belum banyak dikarenakan kondisi siswa yang belum mendapat mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat pendidikan dasar. Kondisi yang ada di sekolah/madarasah,   mata pelajaran bahasa Inggris merupakan mata pelajaran baru di jenjang lanjutan setelah siswa mengenyam pendidikan sekolah dasar.

Inilah yang menjadi tuntutan bagi siswa untuk menambah  kosakata guna kelancaran komunikasi dalam bahasa Inggris. Secara pribadi, siswa memang harus proaktif dalam menambah kosakata. Sudah barang tentu akan terbayang dalam benak siswa kata kata dan kalimat kalimat asing yang kadang membuat orang malas untuk membahas lebih lanjut.

Baca Juga:  Mengatur Strategi Pembelajaran Online di Masa Pandemi

Pelajaran Bahasa Inggris Masih Jadi Momok

Memang tidak semua orang gagap dalam berbahasa Inggris tetapi bagi sebagian besar siswa, bahasa Inggris adalah salah satu mata pelajaran yang dienggani, boleh dikatakan sebagai momok di setiap sekolah/madrasah. Sebagian besar siswa masih mempunyai tingkat penguasaan yang rendah untuk mata pelajaran bahasa Inggris.

Banyak siswa yang masih malas-malasan untuk mempelajari bahasa Inggris lebih mendalam. Banyak alasan yang mereka kemukakan yang membuat mereka justru semakin menjauh dari sebuah kemauan. Tetapi mereka tidak bisa sepenuhnya disalahkan begitu saja, karena bahasa tersebut bukan bahasa ibu bagi mereka. Dan bahasa Inggris memang bukan bahasa yang sederhana.

Keaktifan siswa dalam menambah kosakata seharusnya tidak hanya dilakukan di madrasah saja karena keterbatasan waktu yang tersedia di madrasah dalam pembelajaran di kelas. Maka siswa harus mampu mengatur waktu dalam menambah materi kosakata di luar kelas. Jika siswa tidak aktif dalam usahanya menambah kosakata, maka sudah pasti  kosakata yang dimiliknya tidak akan menudukung dalam komunikasi berbahasa Inggris.

Mempelajari bahasa Inggris memerlukan banyak motivasi dari diri siswa sendiri. Motivasi akan sangat membantu dalam mempelajari sesuatu termasuk bahasa. Dan yang tidak kalah penting bagaimana siswa bisa membangun sebuah keinginan dengan cara-cara  tertentu atau bisa juga disebut metode untuk memperdalam bahasa Inggris.

Cara Mudah Menguasai Berbahasa Inggris

Bagaimanakah usaha para siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan berbicara dengan menggunakan  bahasa Inggris agar lebih lancar dan menyenangkan? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan menerapkan “WOS” atau yang lebih dikenal dengan “Words On Scrapbook”.  

Dalam penerapannya, metode tersebut dapat memperlancar siswa dalam menghafalkan kosakata yang bisa mendukung dalam percakapan atau komunikasi dalam bahasa Inggris. Setiap kata yang siswa dapatkan sehari-hari, dituliskan pada scrapbook dan dihafalkan kemudian dipraktikkan dalam keseharian dengan teman atau guru. Hal ini akan membuat siswa senang dalam menuliskan dan mempraktikkan berbicara bahasa Inggris.

Bahasa Inggris yang bukan merupakan Bahasa ibu bagi para siswa, maka  perlu adanya motivasi yang kuat bagi siswa untuk bisa mempraktikkannya. Jangan malu! Perasaan malu akan sangat menghambat dalam belajar bahasa Inggris. Maka dari itu tanggalkanlah rasa malu tersebut, anggaplah orang lain tidak lebih pandai. Di samping itu, tidak perlu merasa rendah diri apabila melakukan kesalahan.

Baca Juga:  Macam-Macam Metode Menciptakan Kelas yang Menyenangkan

Harus berani dan percaya diri. Keberanian akan sangat dominan dalam proses belajar. Berani di sini berbeda dengan rasa malu. Kalau berani artinya kita tidak perlu ragu untuk mengucapkan kalimat- kalimat bahasa Inggris dengan penuh percaya diri. Demi tercapainya, kita tidak perlu ambil pusing dengan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan ketika sedang belajar berucap bahasa Inggris.

Rajinlah berlatih. Untuk memperlancar speaking kita, harus rajin berlatih. Kerajinan kita dalam melatih akan sangat membantu. Berlatihlah dengan frekuensi yang teratur. Seberapa sering frekuensi kita melatih diri berbahasa Inggris akan berpengaruh terhadap hasil. Praktikkanlah kemampuan kita setiap waktu secara teratur. Teratur bukan berarti setiap hari atau setiap saat, teratur di sini  dalam arti konstan karena dengan itu semua kosa kata dan materi yang kita pelajari akan mengendap dengan baik di otak. Jika di sekolah, kita bisa berlatih dengan teman-teman atau guru bahasa Inggris kita . Dan jika kita berada di rumah atau di lingkungan tempat tinggal, kita bisa melatihnya dengan keluarga, saudara kita, baik kakak atau teman- teman di sekitar tempat tinggal kita.

Untuk menambah kesukaan, belajar bahasa Inggris dengan lagu akan sangat efektif. Karena dengan lagu kita akan merasa enjoy dan tidak akan merasa bosan . Sebagai orang yang belajar dari awal, lagu-lagu yang mudah dinikmati akan  sangat cocok. Mengapa? Karena lagu yang mudah dinikmati mempunyai artikulasi yang sangat  jelas diucapkan. Dengan lagu, semua kata yang kita dengar akan lebih  mudah untuk diingat dan akan terendap dengan baik di ingatan.

Nikmatnya belajar berbahasa Inggris akan terhenti jika tidak dipraktikkan. Praktikkanlah selalu untuk berucap dalam bahasa Inggris walau dalam hati. Mulailah dari sekarang sekarang selalu berpikir menggunakan bahasa Inggris terhadap apapun yang kita lihat dan terhadap apapun yang akan kita lakukan. Misalnya, ketika kita sedang merasa lapar, ungkapkanlah katakan lapar dengan “hungry” walaupun  di dalam hati. Kalau kita sudah melakukan hal tersebut secara perlahan akan membangun otak kita untuk selalu reflek mengucapkan segala sesuatu menggunakan bahasa Inggris walaupun itu hanya diucapkan dalam hati. Akan lebih baik lagi kalau kita mencari partner untuk mempelajarinya.

Tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita raih jika kita mau berusaha. Marilah terus semangat dalam mengejar sesuatu, tak terkecuali juga dalam belajar bahasa Inggris.

Ditulis oleh: Siti Nur  Hidayati, S.Pd

Share :

Baca Juga

pembelajaran di masa pandemi

Opini

Pembelajaran di Masa Pandemi yang Menguras Emosi dan Energi

Opini

Menghilangkan Persepsi Buruk pada Matematika dari Pikiran Siswa

Opini

Mendengarkan Lagu untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris
hidup sehat di masa pandemi

Opini

Membiasakan Hidup Sehat di Tahun Kedua Pandemi

Opini

Guru dan Keluarga di tengah Keterbatasan Masa Pandemi

Opini

Meningkatkan Kompetensi Pendidik dalam Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
pengaruh gadget pada siswa sekolah

Opini

Handphone, Motivasi Belajar Anak, dan Peran Orang Tua
cara sahur sehat

Opini

Cara Sahur yang Sehat