Perlunya Kurikulum Prototipe dalam Pendidikan Indonesia

- Editor

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum Prototipe hadir berdasarkan penjelasan dari Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo bahwa Indonesia mengalami krisis belajar sejak cukup lama, hal tersebut disampaikan melaui tulisan di akun instagramnya.

Dimana studi nasional maupun internasional menunjukan bahwa banyak siswa di Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar.

Selain hal itu, studi tersebut juga menunjukan bahwa ada kesenjangan besar antar wilayah dan antar kelompok sosial ekonomi dalam hal kualitas belajar dimana setelah pandemin krisis belajar menjadi semakin parah atau meningkat.

Sehingga untuk menhgatasi krisis belajar maka perlu adanya perubahan yang sistemik, dengan kualitas pembelajaran yang dipengaruhi oleh kurikulum yang digunakan oleh sekolah.

Dimana kurikulum ini menentukan materi yang akan diajarkan di dalam kelas nanti dan kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru.

Nadiem Makarim menyampaikan bahwa kurikulum prototipe akan mengembalikan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah.

Maka dari itu Kemendikbudristek mengembangkan kurikulum prototipe yang menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis belajar yang sudah lama dialami.

Berdasarkan tulisan pada akun Instagram Nino dimana merancangan kurikulum prototipe ini dilakukan karena perlunya sebuah kerangka kurikulum nasional yang relatif ajeg dan tidak cepat berubah. Tetapi memungkinkan untuk adaptasi dan perubahan yang cepat di tingkat sekolah.

Supriyanto sebagai Pelaksana Tugas  Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek menjelaskan bahwa untuk saat ini kurikulum prototipe sudah diterapkan di 2.500 sekolah atau satuan pendidikan yang tergabung dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan.

Selain itu juga menjelaskan karakteristik kurikulum prototipe yaitu penerapan pembelajaran dilakukan dengan berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Melalui kurikulum ini, sekolah diberikan kebebasan atau keleluasan dalam memberikan proyek pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan sekolah.

Dengan pembelajaran berbasis proyek akan mengembangkan karakter siswa dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman.

Mendikbudristek mengatakan bahwa kurikulum ini dapat mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa dan memberikan fleksibilitas dan ruang besar bagi kearifan lokal.

Zulfikli menjelaskan bahwa kentungan dari kurikulum prototipe adalah guru tidak dikerjar – kejar target materi pembelajaran yang padat sehingga guru dapat lebih fokus pada materi esensial yang berorientasi pada kebutuhan dan penguatan karakter siswa, metode pembelajaran yang lebih bervariasi, situasi belajar yang lebih menyenangkan bagi guru dan siswa, serta guru diberikan kesempatan untuk dapat mengeksplor potensi siswa melalui berbagai macam inovasi pembelajaran.

Seperti yang telah dijelaskan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kurikulum prototipe terdapat tiga karakteristik yaitu berupa pengembangan karakter, berfokus pada materi esensial dan fleksibilitas perancangan kurikulum sekolah.

Daftarkan Diri Anda Pada Pelatihan “Desain dan Implementasi Kurikulum Paradigma Baru di Satuan Pendidikan” dengan Sertifikat 64JP.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara KLIK DISINI.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak dibawah ini :

088225471197 (Eka)

Penulis : Eka Susiyanti

Berita Terkait

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024
Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!
Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024
Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024
2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru
Pertama Kali Terjadi, Cek Info GTK Ada Kabar Bahagia Untuk Guru Sertifikasi
Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:59 WIB

Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:25 WIB

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:08 WIB

Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:18 WIB

2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Berita Terbaru

Edutainment

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Kamis, 22 Feb 2024 - 10:25 WIB