Perbandingan Perkembangan Anak Laki-Laki dan Perempuan

- Editor

Jumat, 4 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memiliki anak adalah harapan setiap pasangan yang telah menikah. Tentu saja kita harus menerima anugerah yang telah diberi tersebut dengan penuh syukur dan suka cita, terlepas dari jenis kelamin anak yang kita dapatkan.  

Anak laki-laki tidaklah lebih mulia daripada anak perempuan, begitu juga sebaliknya. Baik anak laki-laki maupun perempuan sudah seharusnya mendapatkan kasih sayang dan hak yang sama dari orangtuanya. Adapun hak-hak  yang harus didapatkan seorang anak dari orang tuanya di antaranya adalah  mendapat nama yang baik, pendidikan adab dan sopan santun.

Setiap orang tua tentu saja akan memberikan dan mengajarkan hal yang baik  untuk anaknya. Namun, meskipun orang tua sudah mengajarkan anak untuk bertingkah laku yang baik, sopan santun terhadap orang lain, tetap saja dalam masa perkembangannya anak akan menunjukkan sikap yang dianggap nakal dan tidak bisa diam. Ada juga anak yang dianggap baik dan penurut.

Fitrah anak laki laki-laki memiliki kekuatan fisik lebih besar dibandingkan perempuan, karena kelak ia akan dituntut menjadi kepala keluarga yang berkewajiban memberi nafkah dan sebagai pelindung bagi keluarganya.

Sedangkan perempuan diciptakan sebagai manusia yang lemah secara fisik dibandingkan laki-laki. Namun Allah memberikan sifat kelembutan dan kasih sayang yang lebih besar padanya dibandingkan yang dimiliki oleh kaum laki-laki. Hal itu dikarenakan bahwa perempuan disiapkan untuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya, menjadi pendidik dan pembimbing bagi perkembangan sikap dan akhlak anak-anaknya.

Dikutip dari halodoc.com, beberapa perbedaan pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan sebagai berikut:

Perbedaan dari segi pertumbuhan fisik

Meskipun memiliki tinggi dan berat yang sama, namun pertumbuhan fisik anak perempuan lebih cepat dibanding anak laki-laki. Meskipun pada akhirnya, umumnya tinggi badan anak laki-laki akan melampaui tinggi anak perempuan.

Perbedaan dari segi kemampuan verbal  

Meski perbedaan jenis kelamin tidak bisa dijadikan patokan untuk perkembangan dalam hal berbahasa, namun anak laki-laki cenderung memiliki tahapan berbicara lebih lambat dibanding anak perempuan. Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian besar perkembangan otak kiri yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa berkembang lebih baik pada anak perempuan.

Perbedaan dari segi keterampilan motorik

Pada anak laki-laki, keterampilan motorik seperti berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan lebih cepat berkembang dibandingkan anak perempuan. Meski demikian, lingkungan juga akan membawa pengaruh terhadap keterampilan motorik anak.

Perbedaan dari segi emosi

Dari segi emosi, anak laki-laki cenderung lebih ekspresif dalam menunjukkan emosi seperti menendang atau memukul benda. Sedangkan anak perempuan lebih ekspresif dalam menunjukkan emosi seperti menangis saat sedih dan tertawa saat senang.

Mengenal Karakter Anak 

Dalam perkembangannya, karakter anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Anak laki-laki cenderung lebih senang mengekspresikan diri melalui visual dan gerakan. Sedangkan anak perempuan cenderung lebih senang mengekspresikan diri secara verbal dan perasaan.  Jadi, dalam tahap perkembangan antara anak laki-laki dan perempuan  pada usia yang sama, umumnya anak laki-laki akan cenderung lebih aktif bergerak dibanding anak perempuan. Sedangkan anak perempuan akan lebih banyak mengucapkan kosakata dibanding anak laki-laki.

Namun hal tersebut juga tergantung dari macam karakter anak. Menurut Florance Littauer dalam bukunya Personality Plus for Parents, ada empat tipe karakter anak, yaitu :

1.    Sanguinis

Ciri anak sanguinis adalah mudah bergaul, cerewet,  penuh energi, suka bermain di luar ruangan, imajinatif dan humoris. Hal tersebut membuat anak terlihat usil, cari perhatian dan tidak bisa diam. Anak juga jadi lebih cepat bosan dan sulit konsentrasi yang lama terhadap sesuatu. Anak dengan tipe sanguinis ini biasanya bersifat optimis dan mudah bergaul dengan siapa saja. 

2.   Koleris

Anak dengan tipe koleris cenderung bersikap tidak sabar, tegas, bersemangat dan suka bertualang. Hal tersebut membuat anak dengan tipe koleris terkesan keras kepala karena mereka tau apa yang mereka inginkan sehingga terkesan memerintah. Kedisiplinan dan kemampuan mereka untuk tetap fokus, membuatnya berpotensi menjadi seorang pemimpin yang baik.

3.   Melankolis

Anak dengan tipe melankolis memiliki ciri pendiam, pemikir, terkesan penuh perhitungan dan bertindak hati-hati. Kesannya menjadi agak keras kepala karena anak tipe melankolis kurang suka jika ada perubahan mendadak dan hal-hal yang tidak bisa ditebak. Mereka menjadi pesimis dan kecewa jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu anak dengan tipe ini cenderung serius, tekun, dan memiliki pemikiran yang jenius.

4.   Plegmatis

Anak dengan tipe plegmatis cenderung dianggap pemalu dan membosankan. Hal tersebut karena anak dengan tipe ini biasanya memiliki pembawaan yang tenang, sederhana, penuh perhatian dan tidak bisa diburu-buru.  Walau tidak pandai bergaul, mereka menyukai berada dekat orang banyak, dan mampu menyeimbangkan diri mereka sendiri. Namun jika sudah menemukan minat dan bakatnya, anak dengan tipe plegmatis akan langsung semangat dan termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Dari keempat tipe tersebut tidak ada yang paling unggul di antara yang lainnya. Setiap ibu tidak perlu khawatir apabila perkembangan anaknya berbeda dengan anak lain seusianya. Masing-masing anak tidak bisa disamakan, karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

Dalam hal perkembangan otak tidak berarti bahwa anak laki-laki lebih baik daripada anak perempuan atau sebaliknya. Karena setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda yang dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Setiap anak adalah istimewa. Sebagai orang tua, sudah sepatutnya kita selalu bersyukur dengan pertumbuhan dan perkembangan anak kita.

Dituli oleh SITI NUR IKA ROHMAWATI, S.Pd, GURU SDN 1 JENGGALA

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 341 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru