Pencegahan Covid-19 pada Siswa di Masa Pandemi

- Editor

Minggu, 2 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus ini mewabah pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Covid-19 saat ini menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di dunia.

Covid-19 diketahui bisa dengan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Informasi dari Kompas, Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari Sp.P(K), FISR, mengatakan bahwa virus Corona bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.

Ada 6 kelompok orang yang tergolong paling rentan tertular virus Corona. Mereka adalah petugas kesehatan, orang yang merawat pasien, orang yang tinggal serumah dengan penderita, tamu yang berada dalam satu ruangan dengan penderita Covid-19, orang yang bepergian dalam satu alat angkut, dan orang yang bekerja bersama dengan penderita Covid-19.

Covid-19 dapat menyebar terutama dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara. Orang dapat terinfeksi Covid-19 jika menghirup percikan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Dan percikan-percikan pembawa virus tersebut dapat menempel di benda dan permukaan benda lain di sekitar orang seperti meja, gagang pintu, dan lain sebagainya. Sehingga orang dapat terinfeksi dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.

WHO menginformasikan bahwa gejala-gejala Covid-19 yang paling umum terjadi adalah demam, batuk kering, dan rasa mudah lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki.

Mencegah Penyebaran di Sekolah

Melihat mudahnya penyebaran Covid-19 di sekitar kita, pemerintah menghimbau untuk mengurangi seluruh aktivitas termasuk di dunia pendidikan. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim memberikan kebijakan pembelajaran di sekolah dilaksanakan secara daring. Hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pencegahan penyebaran virus ini perlu disosialisasikan kepada siswa di sekolah-sekolah. Kegiatan sosialisasi pencegahan virus Corona merupakan kegiatan yang penting sebagai pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Kegiatan sosialisasi tersebut bisa dilaksanakan salah satunya lewat pertemuan virtual menggunakan aplikasi Zoom dengan memanfaatkan media Power Point.

Hal tersebut perlu dilakukan agar siswa di sekolah dasar dapat dengan mudah memahami informasi tentang Covid-19, gejala yang timbul saat terinfeksi, dan memahami pencegahan penularan virus Covid-19. Isi materi sosialisasi tersebut dapat disampaikan dengan semenarik mungkin yakni menggunakan media gambar atau animasi.

Lalu bagaimana cara pencegahan Covid-19 untuk siswa di sekolah? Menurut WHO dan Kemenkes RI dapat dilakukan  sebagai berikut.

Mencuci Tangan

Sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun bisa juga dengan mencuci tangan dengan cairan antiseptik berbahan dasar alcohol adalah di antara upaya pecegahan penularan virus.

Cuci tangan yang benar dapat membunuh virus yang terdapat di tangan. Lakukan cuci tangan dengan langkah yang benar.

Menggunakan Masker Medis

Sebelum menyentuh masker pastikan tangan dalam keadaan bersih dengan cara cuci tangan memakai sabun dan air mengalir. Lalu ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang. Tentukan sisi mana yang merupakan sisi atas. Pastikan sisi masker (yang biasanya berwarna) berada di luar.

Tempatkan masker ke wajah dan jepit logam atau bagian tepi masker yang kaku sesuai dengan hidung. Tarik masker ke bawah sehingga menutupi mulut dan dagu. Jangan menyentuh masker pada saat memakainya.

Setelah digunakan, lepas masker dengan tangan bersih. Segera buang masker sekali-pakai di tempat sampah.

Jaga kebersihan tangan setelah menyentuh atau membuang masker dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Menjaga Jarak dan Hindari Kerumunan

Menjaga jarak setidaknya 1-2 meter dengan orang lain. Setiap orang dapat menjadi pembawa virus Corona dan terkadang tidak menunjukkan gejala sakit.

Dalam ruang publik, kita tidak bisa mengetahui secara pasti siapa orang yang sudah positif terinfeksi, apalagi jika tanpa gejala.

Menghindari kerumunan juga dapat melindungi orang rentan seperti lansia dan orang yang memiliki riwayat penyakit kronis. Sebab jika orang rentan tersebut tertular virus Corona, dampaknya akan berakibat fatal.

Menghindari kerumunan juga harus diiringi dengan jaga jarak saat bertemu orang lain. Jaga pernah lupa memakai masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Jaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup sehat setiap hari dengan cara selalu menjaga kebersihan tangan. Terapkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup hidung dan mulut pakai tisu atau lengan baju bagian dalam sehingga droplet tidak menyebar dan berpindah ke orang lain.

Jaga daya tahan tubuh dengan makan-makanan bergizi seimbang, serta perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari dan istirahat yang cukup.

Segera periksa ke dokter ketika badan menunjukkan gejala sakit. Terutama jika merasa demam, batuk, dan sesak napas yang tidak membaik atau semakin parah.

Mengurangi Mobilitas

Virus Corona bisa berada di mana saja. Semakin banyak kita menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula risiko terpapar virus jahat ini. Maka bila tidak ada keperluan yang mendesak tidak usah keluar rumah.

Akhirnya, pastikan selalu menjaga diri di manapun berada dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan, penyebaran dan agar terhindar dari infeksi Covid-19.

Ditulis oleh: Sari Ningsih, S.Pd, Guru di SD Negeri 02 Cangakan. 

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru

Edutainment

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Kamis, 22 Feb 2024 - 10:25 WIB