Home / Opini

Rabu, 22 September 2021 - 02:39 WIB

Pembelajaran Kolaboratif pada Era Revolusi 4.0

“Esensi pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional tanggung jawabnya bukan saja terletak pada tanggung jawab individu melainkan kebersamaan yang terdapat di dalamnya kolaborasi peran.”

Arus globalisasi menjadi kenyataan hari ini. Perkembangan teknologi sebagai pemicu perubahan pada era revolusi 4.0 semakin terasa membawa pesan perubahan tersebut. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Era 4.0 dalam bidang pendidikan bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Hal ini akan berimbas pada proses pembelajaran secara kontinyu tanpa batas waktu dan tanpa ruang dan berdampak pada sebagian kegiatan pembelajaran beralih dari era-manual ke era-digital.

Peserta didik akan dapat dengan mudahnya mendapatkan dan mengelola informasi pembelajaran melalui media sosial dan akses internet. Dampak teknologi berpengaruh juga pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran mengalami disrupsi, yang mana dahulu pendidik selaku pengajar di kelas dan dikenal sebagai satu-satunya sumber informasi yang menyampaikan materi pembelajaran. Namun lambat laun informasi berkembang dari berbagai sumber, tidak hanya dari seorang guru. Kondisi ini dapat menyebabkan tak acuhnya peserta didik terhadap peran pendidik, karena dengan memegang gadget seolah sudah memiliki segala informasi.

Peserta didik yang heterogen juga menjadi ciri khas pada umumnya, baik menyangkut keberagaman agama, ras, strata sosial maupun mengacu pada daya nalar dan daya serap siswa dalam belajar. Perbedaan kondisi peserta didik seperti ini menjadi hal yang lumrah apalagi beberapa tahun belakangan penerimaan peserta didik, terutama pada sekolah menengah atas menggunakan sistem zonasi. Pemerataan akses pendidikan bagi calon peserta didik di sekitar sekolah diutamakan dalam menciptakan keadilan pendidikan.

Keberadaan gadget juga berdampak kepada kemampuan peserta didik dalam belajar. Gadget akan membuat anak menjadi ketergantungan dan malas untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk belajar di sekolah. Proses pembelajaran yang didukung dengan latar belakang perbedaan ini hendaknya diperlukan kreativitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang tepat, yakni pembelajaran yang berimbang antara peserta didik dengan daya serap lambat dan daya serap tinggi. Serta pembelajaran yang memotivasi antara peserta didik dengan daya dukung fasilitas belajar kurang dan berlebih.

Di era pembelajaran 4.0 merupakan saatnya mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan melalui kolaboratif.  Kenapa harus mengembangkan pembelajaran kolaboratif? karena pada era 4.0 ini peserta didik dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama (communication and collaboration).

Selain itu, dikutip dari Asikbelajar.com, bahwa terdapat hasil penelitian yang menunjukkan keunggulan pembelajaran kolaboratif, di antaranya dapat meninggikan hasil belajar kelompok dan individu yang lebih mengarah pada metakognitif, munculnya ide-ide baru dan pendekatan penyelesaian masalah.  

Robert et. Al mengatakan pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang berasaskan kooperatif. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1994), kolaboratif dan kooperatif diartikan sama dengan bersifat kerja sama.

Dalam mengembangkan pembelajaran kooperatif seorang pendidik dapat memilih untuk menerapkan model-model pembelajaran yang banyak ragamnya, seperti examples non examples, picture and picture, cooperative script, jigsaw, dan lain-lain. Bahkan, pendidik dapat menerapkan model yang menurutnya sendiri dapat diterapkan di kelas sehingga peserta didik belajar dengan bekerja sama dan dapat meningkatkan hasil pembelajaran.

Dalam mengaplikasikan pembelajaran kolaboratif, selain menerapkan model pembelajaran kolaboratif dan kooperatif seorang pendidik juga dapat mendesain kelas yang kolaboratif seperti mengatur posisi duduk peserta didik yang kolaboratif, metode dan pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dalam kegiatan pendahuluan, inti dan penutup kegiatan pembelajaran.

Esensi pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional tanggung jawabnya bukan saja terletak pada tanggung jawab individu melainkan kebersamaan yang terdapat di dalamnya kolaborasi peran. Kebersamaan warga sekolah dalam menumbuh kembangkan peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku saling bergantung secara positif merupakan bagian dari melakukan revolusi karakter. Karakter peserta didik dalam belajar melalui kerja sama akan mendorong peserta didik untuk belajar, bekerja dan bertanggung jawab secara sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat relevan dengan nawacita pemerintah terkait pendidikan, yakni melakukan revolusi karakter bangsa.

Ditulis oleh Yudi Sapriyanto, S.Pd.

Share :

Baca Juga

Opini

Menjadi Guru Merdeka dan Tantangannya
blue background with text overlay

Opini

Media Pembelajaran “KARMILA”  untuk Meningkatkan Hasil Belajar Hitung Bilangan Pecahan

Opini

Melibatkan Siswa dalam Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris

Opini

Tips dan Trik Pembelajaran Matematika Tingkat SMP di Masa Pandemi
pembelajaran daring dan luring

Opini

Gabungan Daring dan Luring: Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Elmi

Opini

Upaya Meningkatkan Disiplin dalam Upacara Bendera
pendidikan remaja

Opini

Remaja dan Pendidikan Keterampilan Hidup