Home / Opini

Minggu, 13 Juni 2021 - 11:07 WIB

Nasib Buruk Guru Honorer dari Dulu sampai Saat Ini

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sampai tahun 2020, jumlah guru non-PNS di Indonesia mencapai 937.228 orang. Dari jumlah tersebut, 728.461 di antaranya berstatus guru honorer di sekolah.

Guru honorer di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu guru honorer yang diterima di sekolah negeri dan guru honorer yang diterima di sekolah swasta.  Guru honorer ini adalah guru yang diangkat secara resmi oleh pemerintah untuk mengatasi kekurangan guru.

Menjadi guru honorer menjadi pilihan mungkin karena dianggap lebih baik daripada harus menjadi buruh kasar, meskipun gajinya jauh lebih kecil. Namun setidaknya dengan menjadi guru honorer masih bisa mengabdi dan memakai seragam, meski gajinya cukup memprihatinkan.

Baca Juga:  Cara Menciptakan Pembelajaran Kreatif

Gaji yang diterima oleh guru honorer di sekolah-sekolah negeri didapat dari dana BOS sekolah yang biasanya diterima tiga bulan sekali. Berbeda dengan guru honor yang bekerja di sekolah swasta di mana gaji didapat dari hasil  bayar bulanan peserta didik.

Artinya, jika sekolah swasta tersebut memiliki peserta didik banyak dari kalangan ekonomi menengah ke atas, mungkin bisa memberikan gaji yang lebih layak untuk guru honorer. Namun tetap saja jika sekolah swasta hanya memiliki sedikit peserta didik dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, gaji yang diterima guru honorer jauh dari kata layak.

Oleh sebab itu, banyak guru honorer terpaksa harus mencari pekerjaan sampingan demi bertahan hidup. Namun, mereka memutuskan tetap bertahan karena satu hal, yaitu mencintai pekerjaan ini.

Baca Juga:  Video Animasi sebagai Media Pembelajaran Interaktif

Minimnya gaji guru honorer ini selalu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, banyak sekali guru honorer di berbagai pelosok daerah yang telah mengabdi puluhan tahun namun tidak mendapatkan apresiasi. 

Guru tetaplah seorang guru. Mereka akan terus mengabdi demi mencetak generasi masa depan yang lebih baik. Mereka tahu bahwa beberapa peserta didiknya nantinya akan menjadi orang sukses dan menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Namun dari dulu mungkin hingga nanti tidak ada yang pernah peduli dengan nasibnya

Ditulis oleh Vicky Febria. S.Pd, Guru SMA Muhammadiyah 1 Padang

Share :

Baca Juga

equations written on blackboard

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Purwaizati
meningkatkan minat baca anak

Opini

Tips Mengembangkan Minat Baca Anak

Opini

Sebuah Solusi Pembelajaran Daring di Masa PPKM Level 4

Opini

Macam-Macam Kegiatan Menyenangkan di Masa Pandemi Covid-19
bisnis sampingan bagi guru

Opini

Memaknai Peringatan Hari Buruh
program sekolah penggerak

News

LPMP Siap Mengawal Program Sekolah Penggerak di Sulawesi Tengah

Opini

Potensi Penyalahgunaan Dana BOS 2021 di Tahun Pandemi
man holding girl while walking on street

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Medi Aminah