Mengenal Filsafat Pendidikan di Era Yunani Kuno

- Editor

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Filsafat pendidikan di era yunani kuno menjadi dasar pemikiran dari sebagian besar pendidikan di dunia, tidak terkecuali bagi pendidikan di Indonesia.

Disebutkan bahwa penduduk Yunani dibagi menjadi dua, yaitu Sparta dan Athena. Tiap sistem pendidikan di kedua negara tersebut memiliki ciri-cirinya masing-masing (Djumhur, 1976: 24) dalam Kumalasari (2008).

Ciri pendidikan di negara Sparta yaitu peruntukan pendidikan terbatas hanya pada kaum atau warga negara yang merdeka (bukan budak), pendidikan lebih diutamakan pada pendidikan jasmani, dan sistem pendidikan asrama diterapkan bagi anak-anak yang telah mencapai usia 7 tahun ke atas.

Asas pendidikan di Sparta adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh negara untuk warga negara yang merdeka, dimana anak dianggap sebagai milik negara.

Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk membentuk pasukan tentara pembela negara yang gagah berani. Cara yang digunakan dalam pembentuka karakter tersebut adalah dengan membiasakan anak-anak untuk menahan lapar, tidur di atas rumput, dan hanya memakai mantel biasa saat musim dingin.

Ketahanan fisik menjadi kunci utama dalam pendidikan negara Sparta ini. Selain itu, karakter yang berusaha ditumbukan adalah cinta tanah air, tunduk pada atasa, berani, tangkas da kuat.

Berbeda dengan Sparta yang merupakan negara Aristokrasi-militeristis, pendidikan di Athena lebih demokratis yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antara jasmani dan rohani. Pendidikan dapat diakses oleh seluruh warga negara dan diselenggarakan oleh sekolah dan keluarga.

Selain pembentukan jasmani, Athena juga memperhatikan pembentukan rohani. Pembantukan rohani atau yang disebut dengan muzis ini meliputi membaca, menulis, berhitung, bernyanyi dan juga bermusik. Metode yang dilakukan dalam membaca adalah metode mengeja, sedangkan dalam penulisan dilakukan dengan cara menulis di batu tulis yang terbuat dari lilin.

Lebih lanjut, keterampilan rohani dalam perkembangannya terdiri atas trivium dan quadrivium. Trivium meliputi tiga ajaran yaitu grammatica, pidato, dan dialog. Sedangkan quadrivium terdiri atas empat ajaran yaitu berhitung, astronomi, geometri dan musik

Dikatakan bahwa di Yunani ini telah melahirkan tokoh-tokoh pemikir yang menumbuhkan pemikiran ilmiah, khususnya dalam filasat pendidikan. Pemikiran kritis ini di awali dengan rasa ingin tahu seorang filsuf terhadap keberadaan intisari alam atau yang disebut dengan arche. Arche berarti mula atau asal.

Perkembangan pendidikan di Yunani tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh didalamnya, berikut adalah beberapa tokoh yang memiliki peran cukup besar dalam filsafat pendidikan di Yunani Kuno :

1. Pythagoras (580-500 SM)

Pythagoras merupakan seorang filsuf Yunani Kuno yang memiliki andil dalam berbagai pengetahuan, salah satunya dalam bidang matematika.

Dalam dunia pendidikan, menurut Pythagoras, tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia yang beragama dan bermoral.

Pendidikan berusaha mengarahkan manusia dalam berperilaku, hal tersebut dikarenakan manusia sudah memiliki kecenderungan untuk melakukan kejahatan bahkan sejak kecil.

Perilaku tersebut diarahkan menuju “kesempurnaan”, dimana “kesempurnaan” yang dimaksud adalah kebajikan yang menyelaraskan jiwa dan raga. Dimana dalam setiap manusia tidak hanya memiliki raga yang nampak saja, namun juga memiliki jiwa yang turut andil dalam membentuk sebuah perilaku.

Pada masa sebelum era Socrates, muncullah sebuah kaum yang disebut sebagai kaum sofisme. Kaum ini merupakan kaum yang pemikir yang pandai dalam ilmu filsafat. Pertama kalinya muncul kaum ini di Athena.

2. Socrates (470-399 SM)

Socrates merupakan seorang pemikir yang lahir di Athena. Ayah Socrates bernama Sophonicus merupakan seorang pemahat dan ibunya bernama Phaenarete adalah seorang bidan.

Prinsip dasar yang diambil oleh Socrates adalah proses dialektis, dimana seorang pengajar tidak boleh memaksakan pemikirannya kepada muridnya.

Kebebasan berpikir murid diharapkan akan membuat seorang murid menjadi mampu untuk berpikir secara cermat dan dapat memperbaiki pikirannya sendiri.

Selain mengedepankan fungsi kognitif, Socrates juga menerapkan standar moral yang tinggi dalam betingkah laku.

Pelaksanaan pengajaran yang dilakukan oleh Socrater adalah dengan cara dialog, percakapan, dan tanya jawab yang bisa dilakukan dimana saja, baik di jalan-jalan, taman, pasar dan berbagai tempat umum lain.

Ujung dari pengetahuan menurut Socrates adalah ketidaktahuan. Pengetahuan yang telah diyakini selama ini dianggap sebagai sangkaan saja bahwa mereka telah mengetahuinya, yang sebenarnya tidak.

3. Plato (427-347 SM)

Plato memiliki ayah bernama Ariston yang merupakan keturunan dari raja pertama Athena yang berkuasa pada abad 7 SM. Ibu Plato bernama Periction juga memiliki andil tersendiri dalam demokrasi Athne, ibunya merupakan keturunan keluarga solon yang membuat undang-undang, syair, dan memimpin militer.

Plato merupakan murid dari Socrates yang melarikan diri ketika Socrates dijatuhi hukuman minum racun karena dianggap telah merusak akhlak aum muda dan difitnah telah mengajarkan dewa baru yang bertentangan dengan dewa yang telah diyakini sebelumnya.

Dalam dunia pendidikan, Plato diberi sebutan sebagai pencipta Pendidikan Sosial. Hal tersebut dikarenakan Plato cukup memperhatikan pendidikan moral untuk membentuk negara susila.

Plato sangat memperhatikan keberadaan pendidikan dalam sistem kenegaraan dimana negara memiliki kewajiban untuk menjamin pendidikan bagi setiap wakga negara.

Adanya pendidikan diharapkan dapat membuat seseorang terbebas dari belenggung ketidaktahuan serta dapat membedakan perilaku mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga fungsi kognitif dan afektif turut aktif dalam mempertimbangkan setiap perilaku yang akan dilakukan beserta dengan konsekuensinya.

4. Aristoteles (367-345 SM)

Turun menurun dari Plato yang merupakan murid dari Socrates, Aristoteles merupakan murid dari Plato yang telah berguru selama kurang lebih 20 tahun. Ia dikenal sebagai seorag intelektual yang cukup terkenal.

Lebih mendalam lagi, Aristoteles menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berdasarkan unsur mental seperti kognitif dan afektif. Pendidikan juga terkait dengan bagaimana seseorang mengatur perasaan yang tingkatannya lebih tinggi, yaitu berkaitan dengan kontrol terhadap nafsu.

Proses dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai macam cara, bisa melalui pengalaman, pembiasaan perilaku, akal, pengamatan dan pengertian yang menghasilkan sebuah pemikiran.

Lebih lanjut, Aristoteles membagi proses pendidikan menjadi empat bagian yaitu : pedidikan sampai usia 5 tahun, pendidikan sampai usia 7 tahun, pendidikan sampai usia pubertas, dan pendidikan sampai usia 21 tahun.

Pendidikan sampai usia 5 tahun atau balita ini dilakukan sesuai dengan kondisi dan karakteristik anak.

Tokoh-tokoh tersebut di atas mempunyai peran penting dalam berbagai cabang keilmuah, begitupun dalam pendidikan di dunia.

Pengembangan pendidikan di dunia dipengaruhi oleh berbagai macam hal yang turut mewarnai berbagai macam jenis dan metode pendidikan. Modernisasi juga turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan di dunia.

Selain keempat tokoh di atas, dalam perkembangannya terdapat banyak filsuf yang turut memberikan sumbangsih dalam perkembangan ilmu pengetahuan baik secara umum maupun spesifik dalam bidang-bidang ilmu tertentu.

Filsafat pendidikan merupakan salah satu bidang ilmu filsafat yang memegang peranan cukup penting dikarenakan proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengatahuan sebagian besar dipengaruhi oleh pendidikan.

Guna menambah pengetahuan kepala sekolah wajib baca berbagai literasi, serta dapat mengikuti pelatihan memahami model pembelajaran inovatif dan interaktif dalam mengoptimalkan proses belajar. DAFTAR SEKARANG!


More Info:
https://wa.me/6285161610200

Berita Terkait

Link Download Kumpulan Dokumen Regulasi Kebijakan  Dan Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Terbaru Berserta Cara Downloadnya
 Daftar Jumlah Formasi CPNS Dan PPPK Tahun 2024 di Berbagai Daerah, Part 2
Ada Tunjangan PNS Cair Bulan Juli 2024 Senilai 2,4 Juta: Cek Apakah Anda Berhak Mendapatkannya?
Panduan Lengkap Cara Mengundurkan Diri dari PNS Sesuai Prosedur
Cara Cek Data Dapodik Siswa dengan NISN Terbaru
30 Soal MOOC dan Jawaban Evaluasi Akademik PPPK 2024 Terbaru
Daftar Jumlah Formasi CPNS Dan PPPK Tahun 2024 di Berbagai Daerah, Part 1
Guru Honorer Yang Tidak Terdata di Database BKN Masih Ada Kesempatan Jadi Guru PPPK 2024
Berita ini 708 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:23 WIB

Link Download Kumpulan Dokumen Regulasi Kebijakan  Dan Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Terbaru Berserta Cara Downloadnya

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:20 WIB

 Daftar Jumlah Formasi CPNS Dan PPPK Tahun 2024 di Berbagai Daerah, Part 2

Rabu, 3 Juli 2024 - 15:06 WIB

Ada Tunjangan PNS Cair Bulan Juli 2024 Senilai 2,4 Juta: Cek Apakah Anda Berhak Mendapatkannya?

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:23 WIB

Panduan Lengkap Cara Mengundurkan Diri dari PNS Sesuai Prosedur

Rabu, 3 Juli 2024 - 12:42 WIB

Cara Cek Data Dapodik Siswa dengan NISN Terbaru

Berita Terbaru

Komponen Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Komponen Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Sabtu, 13 Jul 2024 - 18:16 WIB

Panduan Lengkap Menyusun Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Panduan Lengkap Menyusun Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Sabtu, 13 Jul 2024 - 12:00 WIB

Langkah - Langkah Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Langkah – Langkah Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Jumat, 12 Jul 2024 - 14:38 WIB