Home / Opini

Senin, 26 April 2021 - 00:32 WIB

Membangun Karakter Positif sejak Usia Dini

Anak pada usia dini adalah masa yang paling optimal dalam perkembangannya. Oleh sebab itu, pada masa tersebut sangat penting dilaksanakan pendidikan dasar dalam pembentukan karakter, memberi teladan untuk mendorong berbuat baik, penanaman budi pekerti, penguatan kecerdasan, pembekalan keterampilan dan pengenalan terhadap Tuhan.

Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara (2012:10) mengungkapkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama untuk anak usia dini. Sementara itu, Frobel dalam Latiana (2012:9) memandang bahwa anak pada kodratnya bersifat baik. Sifat yang buruk dapat timbul karena kurangnya pendidikan yang dialami oleh anak tersebut. Setiap tahap perkembangan yang dimiliki anak dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh. 

Kemudian Jan Lighthart dalam Latiana (2012:29) menyebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah upaya menghasilkan manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur, bukan hanya cerdas dan terdidik otaknya saja. Oleh sebab itu, mengisi dan membina anak adalah sesuatu yang sangat penting.

Baca Juga:  Pengertian Supervisi Guru dan Teknik Pelaksanaannya

Pendidikan anak usia dini menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan peran seorang guru, orang tua, masyarakat dalam membentuk pribadi yang unggul dan mandiri di masyarakat. Dan dalam mengembangkan pendidikan karakter anak usia dini akan berjalan efektif dan berdampak, jika terdapat keteladanan melalui pembiasaan yang didukung oleh semua pihak yang disebutkan yakni guru, orang tua dan lingkungan yang kondusif.

Pembentukan karakter sejak dini ini akan sangat berpengaruh serta menentukan bagaimana kehidupan seseorang di masa yang akan datang. Siapapun orangnya, apapun jenis pekerjaannya, jika punya karakter positif, pasti akan lebih baik dibanding mereka yang tidak punya karakter positif. Maka dari itu, pembentukan karakter positif harus dimulai sejak usia dini agar bisa menjadi bekal ketika mengarungi perjalanan hidup yang sangat dinamis.

Baca Juga:  Cukupkah Literasi dengan Membaca 15 sebelum KBM?

Karakter positif seperti jiwa yang kuat, berani, dan tidak mudah menyerah akan sangat membantu dalam menjalani kehidupan. Karakter positif selalu bisa diterapkan dalam berbagai profesi, baik sebagai seorang pebisnis, pendidik, atau profesi lainnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa yang sering menjadi masalah bangsa Indonesia sebenarnya adalah masalah banyaknya manusia Indonesia yang tidak memiliki karakter positif. Sehingga di manapun mereka berada akan selalu menimbulkan masalah dan bukan menjadi solusi dari sebuah masalah.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter sangat penting untuk membekali perjalanan hidup setiap manusia. Pendidikan karakter tidak hanya mampu menciptakan dan menguatkan karakter seseorang akan tetapi juga bermanfaat untuk melatih mental dan moral.

Ditulis oleh: KARIATI.S.Ag.,M.Pd, GURU SD NEGERI 2 BARANGKA

Share :

Baca Juga

Opini

Meniti Jalan Menjadi  Guru: Mochamat Yarul Fatoni
menanggulangi covid-19 di dunia pendidikan

Opini

Bersama Menanggulangi Pandemi demi Perkembangan Pendidikan

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Henny Suci Herawati

Opini

Covid-19, Dunia Pendidikan, dan SD Negeri 2 Keden

Opini

Guru yang Baik Adalah Motivasi Siswa untuk Terus Belajar
pembelajaran pasca pandemi

Opini

Mengantisipasi Perubahan Perilaku Belajar Siswa pasca Pandemi Covid-19

Opini

Pembelajaran Daring Masa Pandemi di Kota Tegal
brown wooden floor

Opini

Jumat Bersih, Salah Satu Cara Efektif Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah