Home / Opini

Rabu, 7 April 2021 - 00:09 WIB

Masalah Orang Tua, Siswa, dan Guru dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

Peran orang tua dalam proses belajar anak sangat penting, orang tua wajib melakukan pemantauan dalam pembelajaran putra putrinya. Jika di sekolah siswa diajarkan dan diawasi oleh bapak ibu guru, maka orang tua bertugas melakukan pemantauan ketika anak berada di rumah. 

Penting bagi orangtua untuk terlibat secara aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Namun, bukan berarti memonopoli dan mengatur semua hal tanpa mempertimbangkan pendapat anak, ya. Peran orangtua dalam pendidikan anak maksudnya adalah bagaimana orangtua mendukung dan memastikan anaknya menerima dan menjalani pendidikan yang berkualitas. 

Orangtua perlu membuat anak menyadari bahwa belajar adalah hal yang penting, menyenangkan, dan harus dilakukan. Di usia pra sekolah anak lebih bergantung pada orangtua, sehingga ia akan mendengarkan dan menerima arahan orangtuanya dalam segala hal yang ia lakukan. Maka, orangtua perlu mengarahkan anak pada hal-hal yang baik. Termasuk menanamkan pentingnya menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Dan dalam masa pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran dilakukan secara daring di rumah, maka peran orang tua semakin besar. Orang tua tidak hanya memantau proses pembelajaran saja namun juga mendampingi anaknya dalam pembelajaran setiap hari. 

Mungkin bagi orang tua yang tidak sibuk, bisa saja setiap saat mendampingi anaknya untuk belajar namun bagi orang tua yang bekerja, hal ini sangat sulit dilakukan.  Apalagi bagi orang tua yang berperan sebagai guru, mereka bertugas untuk tetap melakukan pembelajaran daring dan mendampingi anaknya untuk belajar daring.

Baca Juga:  Memperjuangkan Hak Sertifikasi Dosen yang ‘Disembunyikan’

Kesulitan tersebut banyak dikeluhkan oleh orang tua, mereka kewalahan untuk mendampingi sekaligus berperan untuk mendampingi anaknya dalam belajar. Selain dalam hal penguasaan materi, hal ini juga terjadi dalam hal pengerjaan tugas, di mana anak cenderung lebih santai dan malas karena semua kegiatan dilakukan di rumah. Anak merasa nyaman di rumah dan hal ini berdampak pada semangat anak dalam proses belajar menjadi rendah. 

Selain hal tersebut kesulitan bagi orang tua yang kurang mampu juga tidak kalah susahnya. Mereka dipaksa untuk menyediakan fasilitas pembelajaran daring bagi putra-putrinya. Mereka harus mempunyai smartphone yang juga dibekali kuota internet untuk mengikuti pembelajaran daring.

Masalah Pihak Guru dan Sekolah

Kesulitan pembelajaran di masa pandemi tidak hanya dialami oleh orang tua dan siswa, sekolah dan bapak ibu guru juga mengalami hal yang sama. Bagi bapak dan ibu guru tugas utama mereka untuk mengajar menjadi sulit dilakukan.  Apalagi beberapa materi yang harus disampaikan harus menyertakan contoh pengerjaan serta praktik, maka akan semakin sulit untuk dilakukan. 

Baca Juga:  Cara Membuat Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Bagi guru yang memiliki anak usia sekolah maka kesulitan akan bertambah ketika mereka harus tetap mengajar siswa dengan daring dan sekaligus mendampingi anaknya dalam proses pembelajaran daring juga.

Sekolah juga harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi bapak atau ibu guru untuk melakukan pembelajaran daring. Sebab pemenuhan jaringan internet sangat berpengaruh dalam kelancaran proses belajar mengajar daring. Jika tidak ada fasilitas jaringan internet,  tidak akan bisa dilakukan pembelajaran daring. 

Bagi sebagian bapak dan ibu guru, melakukan pembelajaran daring adalah hal yang baru. Sehingga mereka harus mencari tahu dan belajar lagi tentang media-media untuk pembelajaran daring agar proses belajar-mengajar menjadi lancar dan semua materi dapat tersampaikan dengan baik.

Sejatinya kerjasama antara orang tua, siswa, dan sekolah sangat berpengaruh terhadap berhasilnya proses belajar mengajar daring. Orang tua dan sekolah harus saling mendukung dalam semua aspek yang dibutuhkan baik material dan non material. 

Ditulis oleh: Dina Anggrahini, M.Kom

Share :

Baca Juga

Opini

Belajar Menyenangkan dengan Nearpod bagi Peserta Didik Tunarungu
books on wooden shelves inside library

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Jan Laniengka

Opini

Sekolah Pengembangan Keterampilan dan Bakat sebagai Wadah Anak Desa yang Terampil
orang tua jadi guru

Opini

Orang Tua Jadi Guru dalam Pembelajaran di Masa Corona

News

Bisa Dicontoh, Inilah Cara SDN 02 Jantiharjo Melakukan Sosialisasi Pencegahan Covid-19
pembelajaran tatap muka

Opini

Ketika Pandemi Covid-19 Mengubah Kriteria Kenaikan Kelas Peserta Didik

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Elin Windari

Opini

Menghindari Lost Generation di Tahun Ajaran Baru 2021