Kecerdasan Moral Siswa di Era Big Data

- Editor

Senin, 5 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  1. Situasi, meliputi apakah ada orang lain yang melihatnya pada situasi tersebut, apakah individu memiliki pengalaman yang sama sebelumnya, dan nilai sosial atau norma di masyarakat tempat tinggal.
  2. Individu, meliputi :

1) Temperamen. Temperamen dan karakteristik bawaan dapat mempengaruhi perkembangan moral individu. Hal ini akan berdampak pada kemampuan bereaksinya dalam melakukan interaksi sosial dengan orang lain.

2) Kontrol diri (self-control), merupakan kemampuan untuk mengatur dorongan, perilaku, dan emosi. Anak yang memiliki kemampuan mengontrol dirinya dengan baik dapat menunda kepuasannya, akan memiliki tanggung jawab secara sosial dan berfungsi secara positif dalam kelompok sebayanya.

3) Harga diri (self-esteem). Anak yang memiliki self esteem yang baik akan dapat menghargai dirinya sendiri sehingga tidak terlalu bergantung kepada penerimaan atau persetujuan dari orang lain. Suatu studi longitudinal menunjukkan bahwa kebutuhan untuk menerima persetujuan dari orang lain berkorelasi secara negative dengan tingkat perilaku moral.

4) Umur dan kecerdasan. Penelitian longitudinal yang dilakukan Kolhberg dan kawan-kawan menunjukkan bahwa penalaran moral berkaitan secara signifikan dengan usia, IQ, pendidikan dan status sosial ekonomi. Dengan demikian, semakin bertambah usia anak maka penalaran moral anak juga berkembang.

5) Pendidikan. Melalui pendidikan anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemikiran kritis yang dimiliki anak (Mason & Gibs). Kemampuan penalaran moral dapat dibangun melalui kebiasaan berdiskusi. Kapasitas moral anak akan berkembang pada saat anak dibiasakan dan diberi kesempatan untuk berdialog.

6) Interaksi sosial. Pengalaman anak bekerja sama dan konlik melalui interaksi dapat membantu anak dalam membangun konsep moralnya (Turiel, dalam Bern,2007). Beberapa penelitian percaya bahwa moral berkembang karena interaksi sosial, misalnya karena diskusi atau dialog (Walker & Taylor; younis). Adanya komunikasi dan dialog yang terjadi dalam interaksi antara anak dengan orang lain dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengemukakan pandanganpandangannya.

7) Emosi. Menurut Jerome Kagan, sebagian besar orang akan termotivasi untuk berperilaku moral saat kondisi emosinya diwarnai perasaan menyenangkan dibandingkan perasaan tidak menyenangkan.

Kecerdasan moral siswa dapat ditingkatkan melalui pendidikan moral yang diberikan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga merupakan tempat pendidikan moral pertama bagi anak. Pendidikan moral dalam keluarga diberikan oleh orang tua dan orang dewasa lain dalam keluarga. Selain melalui contoh atau teladan berperilaku moral, pendidikan moral dalam keluarga bisa dikembangkan melalui komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi yang terjalin antara keduanya ini memberikan kesempatan pada anak untuk mengemukakan dan berdiskusi mengenai pandangan-pandangannya. Memberikan tontonan yang edukatif juga bisa digunakan untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Bimbingan dan kontrol dari orang tua juga dibutuhkan oleh anak dalam memilih informasi melalui internet.

Sumber: Prosiding

 

Bergabunglah bersama dengan menjadi member e-Guru.id untuk meningkatkan skill dan pengetahuan Anda agar menjadi pendidik yang hebat dan dapatkan berbagai macam pelatihan gratis dan bonus lainnya. Daftarkan diri Anda pada pelatihan terapi kecanduan gadget pada anak sekarang juga!

03. (revisi) pelatihan kecanduan gadget-02

Penulis: WDS

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis