Idul Fitri Momen Membangun Entitas Belajar

- Editor

Minggu, 1 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Yudi Sapriyanto, S.Pd

Pendidik di SMA Negeri 1 Simpang Rimba

Tak terasa hari raya Idul Fitri telah tiba. Gema takbir, tahmid dan tahlil  kembali kita perdengarkan dan kita lantunkan. Diperlonggarnya protokol kesehatan dan persyaratan mudik tahun ini tentunya menjadi hal yang sangat menggembirakan. Menjumpai keluarga dan handai taulan setelah sekian waktu tidak bertemu menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi beberapa tahun ini silaturahmi hanya dilakukan secara daring, sekarang saatnya momen kita dapat berkumpul kembali secara nyata. Oleh karena itu, menyambung silaturahim merupakan hal yang sangat kita syukuri.

Idul Fitri adalah hari di mana dihalalkan kembali berbuka seperti makan dan minum di siang hari. Secara harfiah memang bermakna untuk makan dan dilarang untuk berpuasa. Namun esensinya setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Islam semakin kuat imannya, kepedulian sosialnya dan semakin mencintai alam semesta. 

Sekali lagi, Idul Fitri kali ini tentu saja berbeda dari sebelumnya. Idul Fitri tahun ini sangat spesial rasanya. Beberapa tahun belakangan dikarenakan dampak pandemi coronavirus disease (Covid) 2019 sangat memberatkan kondisi bangsa ini yang berdampak pada pendidikan, sosial, ekonomi, hukum dan berbagai bidang lainnya.  

Dalam bidang pendidikan, Menurut Matdio Siahaan (2020) memaparkan bahwa dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring, terkadang muncul masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak. Hal inilah yang nantinya menyebabkan terjadinya learning lost dan pada akhirnya kualitas generasi ini akan semakin melemah. 

Di sisi lain, pembelajaran yang dilaksanakan saat pandemi akan menyebabkan angka putus sekolah meningkat, penurunan capaian belajar dan terjadinya peningkatan kekerasan pada anak baik psikis dan fisik.

Dari fakta di atas, Idul Fitri kali ini seharusnya menjadi titik balik untuk meningkatkan kembali kualitas dan kuantitas belajar agar momentum belajar terbaik dapat kembali. Momentum Idul Fitri ini dapat mendorong kita untuk dapat menguatkan pembelajaran. 

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam memaknai Idul Fitri kali ini, di antaranya:

Idul Fitri momen menyiapkan pembelajaran maksimal 

Pandemi telah melahirkan pembiasaan pembelajaran baru. Pembelajaran yang dilakukan secara daring dan atau pembelajaran tatap muka terbatas menyebabkan siswa belajar dengan cara yang sedikit berbeda dari sebelumnya yakni kurangnya interaksi fisik secara langsung. Berkurangnya interaksi fisik secara langsung dengan guru dan sumber belajar memungkinkan siswa dengan karakter mental instan dan berorientasi hasil yang cepat tanpa internalisasi proses belajar. Sehingga dengan adanya Idul Fitri siswa dapat bersilaturahmi ke rumah guru dalam rangka menyatukan kembali anasir positif pembelajaran seperti konsep diri terhadap guru dengan cara berfikir positif terhadap pembelajaran selama ini. 

Di samping itu, keluh kesah pembelajaran yang banyak terjadi karena noise dan bias dalam belajar daring akan dapat dikurangi dengan komunikasi langsung.

Menjadikan idul fitri sebagai modal awal implementasi Profil Pelajar Pancasila

Merayakan Idul Fitri dapat menjadi momentum kita menata ulang lingkungan belajar. Pesan dari ibadah Ramadan dapat menjadi inspirasi dalam membangun sikap mental yang membangkitkan semangat dalam belajar. 

Sikap-sikap positif dalam belajar dibangun dengan nilai-nilai yang menjadi oleh-oleh ibadah Ramadan. Nilai-nilai tersebut perlu dibawa dalam belajar agar belajar menjadi efektif.  Nilai yang perlu diterapkan ini antara lain keikhlasan berpuasa, berjuang hingga saatnya berbuka, jujur dalam menjalankan puasa serta bertanggung-jawab baik pada dirinya maupun lingkungannya melalui aktivitas membayar zakat. 

Seorang muslim berniat puasa agar menjadi orang yang bertakwa sehingga muncul akhlak yang baik. Seharusnya, seorang yang berpuasa menjadikan dirinya beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. 

Pada bulan Ramadan juga, setiap muslim menjalankan ibadah sholat tarawih, witir dan membayar zakat. Hal ini dapat memberikan spirit agar pelajar ini dapat memiliki kemandirian dan peduli, bergotong royong bersama umat dalam rangka bergembira pada saat Idul Fitri. Singkatnya, nilai nilai Ramadan dapat menjadi spirit menguatnya Profil Pelajar Pancasila.

Idul Fitri sebagai magangnya calon entrepreneurship pemula dan pemimpin

Idul fitri sebagai peluang besar dalam menata ulang kurikulum belajar siswa. Selain mengamalkan pembelajaran agama dan budi pekerti, sejatinya Idul Fitri sebagai waktunya pelajar mengasah dirinya sebagai pemimpin dan pengusaha tangguh. Melihat sesuatu sebagai peluang dan kebaikan adalah cara pandang positif agar bisa maju ke depan sebagai pelajar berprestasi. Singkatnya, Idul Fitri adalah momen untuk mengaktifkan sendi kreativitas siswa dalam menopang ekonomi keluarga.   

Momentum menata ulang lingkungan belajar 

Idul Fitri dapat menjadikan kita sebagai pribadi dengan mental tangguh. Mental memaafkan kesalahan orang lain pada diri kita merupakan upaya penting dalam membentuk lingkungan dan budaya belajar yang kondusif dan akan menjadikan pembelajarannya menjadi SDM tangguh. 

Menata ulang lingkungan belajar dari hal-hal melupakan dan memaafkan kesalahan orang kepada kita, melupakan kebaikan kita kepada orang, mengingat-ingat kebaikan orang kepada kita dan mengingat kesalahan kita kepada orang menjadi dasar dalam membangun hubungan antar personal terutama dalam komunikasi pembelajaran. Rekonsiliasi ini penting dalam menghasilkan pembelajar yang sukses, bukan hanya individu namun sekelompok pembelajar sukses. 

Ketika Idul Fitri berlalu beserta atribut kebaikannya, sejatinya oleh-oleh yang kita dapatkan dengan kembali bersih dari dosa dengan momen bermaafan kepada orang lain dan minta ampun kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan kekuatan doa, berfikir dan bertindak positif akan menjadikan pelajar kita sebagai Pelajar Profil Pancasila. Hal ini dapat tercapai dengan prasyarat nilai moral yang kita dapatkan dari merayakan Idul Fitri itu dapat kita laksanakan secara terus menerus dan konsisten bersama. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru

PPG Angkatan 1 Kemenag Resmi Dibuka pada 15 Mei 2023, Kuota untuk 6.300 Guru Madrasah

News

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB