Guru Wajib Paham! Cara Mendidik Siswa Berkarakter Untuk Mengurangi Kekerasan Seksual

- Editor

Senin, 4 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah kekerasan seksual telah menjadi masalah baru di masyarakat akhir-akhir ini. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di seluruh penjuru negeri dengan melibatkan anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Perempuan telah menduduki peringkat teratas sebagai korban pelecehan seksual. Selain perempuan, korban pelecehan seksual yang terbanyak juga menimpa anak-anak di bawah umur.

Pelaku kekerasan seksual tersebut kebanyakan berasal dari orang-orang terdekat korban. Pelecehan seksual yang terjadi tersebut menyebabkan dampak negatif pada korban dan keluarganya.

Salah satu dampak negatif yang terjadi setelah kekerasan seksual tersebut adalah menyebabkan trauma psikis dan fisik kepada korban dan sulit sekali untuk bisa hilang dari memori seorang anak. Butuh waktu lama untuk anak dapat menerima dan memulai kembali kehidupan seperti orang normal.

Salah satu hal yang memiliki peran penting dalam upaya penanganan dan pencegahan terhadap kekerasan seksual yang menimpa anak adalah orang tua dan guru. Orang tua dan guru merupakan seseorang yang dapat menentukan perilaku anak dan mengajarkan akan pencegahan kekerasan seksual.

Ada beberapa hal yang dapat diajarkan agar anak terhindar dari kekerasan seksual. Berikut merupakan langkah yang dapat diterapkan orang tua dan guru sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak yakni:

1. Kenalkan Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Terlihat dan Tersentuh Orang Lain

Orangtua dan guru perlu mengenalkan serta menjelaskan kepada anak tentang bagian dan fungsi bagian tubuh. Selain itu orang tua dan guru perlu menjelaskan bagian tubuh tertentu yang tidak boleh terlihat dan tersentuh orang lain. Hal tersebut sangat penting karena akan membuat anak tidak sembarangan mengekspos bagian tubuhnya yang vital.

2. Mengajarkan Anak Tentang Perbedaan Jenis kelamin

Orangtua dan guru perlu mengajarkan anak tentang perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Konsep ini berfungsi untuk mengajarkan anak menggunakan toilet dan pakaian sesuai jenis kelaminnya.

3. Menanamkan Budaya Malu Kepada Anak

Menanamkan budaya malu kepada anak sangat penting. Hal tersebut bertujuan agar anak dapat menghargai dirinya sendiri. Mengajari tentang batasan bermain dengan lawan jenis dan arahan untuk tidak melepas atau mengganti pakaian di tempat umum. Sehingga dengan demikian anak akan terbiasa untuk berpakaian yang sopan di tempat umum.

4. Membatasi Aktivitas Menonton Kepada Anak

Membatasi aktivitas menonton pada anak sangatlah penting dilakukan terutama bagi orang tua karena tidak semua tontotan memiliki unsur edukasi yang baik untuk anak. Selain itu, ada dampak negatif, seperti tayangan yang menampilkan adegan yang tidak seharusnya menjadi tontonan anak-anak.

Apabila tontonan negatif yang seharusnya tidak ditonton oleh anak tersebut sampai ditonton oleh anak-anak maka anak tersebut akan meniru dan rasa penasaran itu muncul sehingga akan mengulanginya lagi untuk menonton secara terus-menerus atau bahkan bisa saja mencuri-curi waktu untuk menontonnya kembali.

5. Melakukan Pemantauan Saat Anak Bermain Gawai

Pemantauan orang tua saat anak bermain gawai penting dilakukan karena untuk menghindari aktivitas menonton suatu hal yang kurang pantas. Hal tersebut dikarenakan di dalam internet yang bersifat tanpa batas tersebut banyak sekali konten-konten yang kurang pantas menjadi konsumsi bagi anak-anak yang masih di bawah umur. Oleh karena itu, orang tua perlu memantau anak saat menggunakan gawai.

6. Tumbuhkan Rasa Percaya Anak Kepada Orangtua

Ajarkan anak untuk tidak menyembunyikan hal apapun dari orangtua, dengan cara mengajarkan sikap jujur dari hal-hal yang kecil. Apabila anak sejak kecil sudah terbiasa jujur, maka anak akan merasa aman bahwa ada kedua orangtuanya yang siap menjadi tameng jika terdapat masalah buruk yang terjadi.

Tingkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Guru Untuk Menjadi Pendidik Yang Hebat Dengan Mendaftarkan Diri Anda Sebagai Member e-Guru.id dan Dapatkan Berbagai Macam Pelatihan Gratis Serta Berbagai Bonus Lainnya. Daftar Sekarang dan Dapatkan Diskon 50%

DAFTAR SEKARANG

Penulis : (EYN)

Berita Terkait

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis
Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah
Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar
Cara Mengecek Masa Kerja Guru Honorer dan Keaktifan Dapodik Yang Diakui untuk pendaftaran PPPK Guru 2024
Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024
Kemdikbud Keluarkan Pengumuman Kebijakan Baru untuk Sertifikasi Guru, Cek Selengkapnya!
Nunuk Suryani Ungkap Alasan Hingga Kini Banyak Daerah Belum Menerima Tambahan 100% 1 Bulan TPG 
Tips Melakukan Pembelajaran Sastra Sesuai Kurikulum Merdeka
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:06 WIB

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:50 WIB

Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:59 WIB

Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:04 WIB

Cara Mengecek Masa Kerja Guru Honorer dan Keaktifan Dapodik Yang Diakui untuk pendaftaran PPPK Guru 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:17 WIB

Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:49 WIB

Nunuk Suryani Ungkap Alasan Hingga Kini Banyak Daerah Belum Menerima Tambahan 100% 1 Bulan TPG 

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:08 WIB

Tips Melakukan Pembelajaran Sastra Sesuai Kurikulum Merdeka

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:22 WIB

Jelas Ada Regulasi yang Mengatur Tentang Tambahan 100% 1 Bulan TPG dan Tamsil Untuk Guru Sertifikasi dan Nonsertifikasi Tidak Perlu Khawatir

Berita Terbaru