Filosofi Kurikulum Anak Untuk Membentuk Cita-Cita

- Editor

Senin, 20 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum anak didirikan secara khusus Sejak tahun 1969 oleh pelopor Filsafat untuk Anak yang bernama Matthew Lipman. Kurikulum ini dikembangkan oleh Asosiasi Internasional untuk Filsafat untuk Anak-anak (IAPC) yang secara khusus kurikulum ini  tertulis untuk pengajaran filsafat kepada anak-anak.

Pada awalnya kurikulum ini hanya digunakan sebagai cara untuk mendapatkan perseujuan pendidikan oleh para praktisi internasional. Kurikulum ini digunakan untuk mengatur pelatihan dan pendidikan budaya pendukung untuk menerapkan kurikulum ini.

Kurikulum anak ini merupakan sebuah program untuk membentuk sebuah pendidikan yang menghubungkan berbagai program keahlian seperti minat filosofis, bakat dan kesadaran akan kebutuhan kurikuler sesuai  dengan kondisi budaya,agama, ras, suku dan sebagainya.

Sejak awal 1990 sampai sekarang praktik penerapan kurikulum anak sangat dominan diterapkan di berbagai negara di seluruh dunia yang mana kurikulum ini menekankan pada pentingnya kurikulum yang terstruktur yang dibuat untuk guru tanpa latar belakang akademis.

Pada era sekarang kurikulum anak ini digunakan sebagai kurikulum alternatif baru yang menghasilkan peradaban baru yang mana guru harus memiliki latar belajkang akademis sesuai dengan mata pelajaran yang diampu sebagai syarat untuk mengajar.

Pengertian ‘filsafat dengan anak-anak’ digunakan untuk membedakan antara Program Filosofi untuk Anak dan diversifikasi pendekatan dengan menggunakan pendekatan lainnya  seperti ‘filsafat dengan buku bergambar’. Sehingga dengan demikan anak-anak akan mengartikulasikan perbedaan penting dan perbedaan tersebut digunakan oleh  Vansieleghem dan Kennedy pada tahun 2011 sebagai pendukung kurikulum anak generasi kedua.

Vansieleghem dan Kennedy  mengembangkan pendekatan pendidikan dengan keseragaman strategis untuk mendukung prinsip kurikulum anak untuk membentuk cita-cita normatif dari nalar analitik. Untuk mendukung kurikulum ini maka peran orang tua dan masyarakat juga diperlukan untuk memberikan kekuatan transformatif dalam mencapai tujuan pendidikan.

Untuk mengkaji dan menerapkan kurikulum anak ini perlu beberapa jenis buku teks filsafat tertentu yang mendukung dan membimbing secara nonfilosofis kepada guru. Pada pelaksanaan pendidikan anak perlu penggunaan kurikulum anak untuk mecapai tujuan pendidikan yang optimal. Tanpa dukungan kurikulum anak maka guru akan kesulitan untuk mengajarkan filosofi yang ‘tepat’ dalam perkembangan anak.

Agar dapat melatih guru untuk menggunakan teks-teks filosofis maka penggabungan model pengetahuan filosofis tertentu dan model pemikiran filosofis bagi siswa dan guru untuk diinternalisasi cukup digunakan untuk memberikan dukungan kepada guru.

Agar guru dapat  berpikir secara filosofis dan dapat menelaah sebuah teks yakni dapat dilakukan dengan mengajar secara kompleks, filosofis serta penggunaan pemikiran yang logis. Sehingga dengan demikian peran guru adalah menggabungkan  antara filosofi kurikulum anak dengan mata pelajaran yang ditempuh.

Fungsi teks pada kurikulum anak dapat digunakan sebagai media pembelajaran namun juga harus digabungkan dengan buku bergambar. Dengan bantuan dua buku bergambar maka akan menghasilkan  meta-thinking hanya dapat dihasilkan di ruang antara teks, anak dan pendidik dengan demikian pendidikan mengedepankan ‘pedagogi paparan’ yang berarti kita harus melepaskan gagasan bahwa anak-anak mewakili kesempatan bagi guru untuk membentuk pemikiran yang ideal.

Kurikulum anak perlu dibangun salah satunya yakni dengan membangun novel filosofis dengan panduan guru yang menyertainya, masing-masing dari mereka menargetkan kelompok usia yang berbeda. Pada setiap novel menampilkan anak-anak dan remaja dalam dialog tentang dimensi filosofis dari pengalaman mereka.

Konsep abstrak yang merupakan karya filsuf dewasa yang tertanam dalam novel dirancang untuk mempertahankan momentum keingintahuan di mana novel tersebut memberikan dorongan awal yang  berisi berbagai latihan lanjutan, permainan dan rencana diskusi.

Pemahaman tentang teori tahap perkembangan kognitif anak kurikulum anak ini dapat dijadikan sebagai aturan untuk program berlatih dalam berbagai keterampilan berpikir daripada kompetensi. Tidak seperti lembar kerja atau materi pendidikan novel filosofis  tidak berfokus pada produksi jawaban, tetapi bertujuan untuk memprovokasi pertanyaan filosofis terbuka.

Lipman mengatakan bahwa latihan dan rencana diskusi harus menjadi bagian integral dari kurikulum filsafat tingkat dasar, dan tanpa kurikulum anak maka keterampilan berpikir akan tidak terasah. Latihan dan rencana diskusi sangat diperlukan untuk membangun pemikiran yang logis dan empiris.

Lipman menekankan bahwa urutan empiris akan melibatkan korespondensi ke tahap yang sudah ada maka perkembangan kognitif yang berasal dari deskripsi perilaku anak-anak di lingkungan pendidikan dan non-pendidikan akan berkembang dengan optimal.

Pada era sekarang ini perlu lembaga pendidikan anak sering menghadapi resistensi yang signifikan ketika memperkenalkayang menerapkan kurikulum anak ini dalam desain dan praktik kurikulum pendidikan.

Kurikulum ini akan mengajarkan guru untuk membantu siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang agar dapat menyesuaiakan pengetahuan sesuai dengan perkembangan anak. Sehingga dalam hal ini pendidik dituntut selalu satu langkah lebih maju.

Biesta mengatakan bahwa penekanan pada kurikulum anak tentang penalaran, penyelidikan dan pengembangan konseptual kemajuan pengetahuan merupakan sebuah perbedaan pengajaran yang jelas antara ilmiah dan filosofis yang diterapkan.

Penggunaan kurikulum anak perlu didasarkan pada konsepsi tertentu tentang manusia yang mengacu pada penggunaan instrumental dari praktik yang bertujuan untuk membentuk subjektivitas tertentu dan untuk memposisikan pengalaman tertentu.

Sebelum anak memiliki kesempatan untuk menunjukkan siapa atau apa yang dimaksud dengan pendidikan ini maka guru harus dapat menjelaskan secara sosial dan sadar secara emosional.

Setiap individu itu unik baik secara karakteristik, atau kualitasnya. Kurikulum anak akan memposisikan anak sesuai dengan keadaannya seperti anak abnormal yang dapat berpikir dewasa dan anak normal yang dapat berpikir sesuai dengan perkembangan usianya.

Kutikulum ini telah menjadi terobosan dalam memvalidasi pendidikan anak dalam disiplin seperti filsafat dan kritiknya terhadap psikologi perkembangan Piaget, dan teori rekapitulasi yang mana telah membuka jalan bagi banyak orang lain untuk memikirkan kembali bias evolusi orang dewasa dalam pendidikan anak-anak.

Kesadaran akan pendidikan anak dimulai dari sebuah buku baik novel filosofis maupun sastra anak yang mengabadikan banyak asumsi tentang siapa dan apa anak-anak itu hal ini telah mendorong anak-anak untuk berperilaku kritis dan bijaksana.

Upaya pembentukan makna, pengalaman, sifat demokratis dari pendekatan revolusioner untuk belajar dan mengajar perlu melakukan pendekatan secara inklusif dan demokratis karena sekolah merupakan dasar pembentukan ideologi serta tempat untuk mengenalkan teori dan praktik demokrasi. Novel filosofis bertujuan untuk memodelkan tidak hanya pemikiran filosofis, tetapi juga untuk mengekspresikan cita-cita anak.

Perspektif tentang kurikulum anak harus sudah tertanam kuat untuk menjalankan kurikulum ini maka dari itu peran guru dalam berpikir kompleks adalah faktor terpenting untuk menjalankannya. Maka guru perlu melakukan persiapan dengan pendidikan guru untuk menerapkan praktik filosofis dalam kurikulum yang ditetapkan dan berbagai konten pengetahuan filosofis dari berbagai tradisi yang dikombinasikan dengan pembelajaran keterampilan dan sikap pedagogis. Implikasi kurikulum ini adalah penerapan gagasan bahwa anak-anak memiliki kesempatan untuk memilih dan melaksanakan cita-cita mereka.

Ikutilah WORKSHOP TRIK MUDAH PENYUSUSNAN SKP TERBARU BERBASIS KINERJA UNTUK GURU “Berdasarkan Permenpan No. 8 Tahun 2021” yang diselenggarakan oleh e-guru.id

DAFTAR SEKARANG

Penulis : Erlin Yuliana

Berita Terkait

Pengumuman Resmi Ditjen GTK, Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi di Semua Jenjang Jangan Lewatkan 28 Februari 2024
BKN Bersama KemenPANRB dan LAN Bahas Aturan Baru, Berikut Isi Pembahasannya!
BKN Luncurkan 2 Fitur Baru, Berikut Sederet Manfaatnya bagi Guru
Terbaru, Keterangan Dirjen GTK Terkait Pengelolaan Kinerja dan Tantangan Guru
Ternyata Masih Banyak Guru dan Kepala Sekolah Belum Pernah Cek Data Penting Ini!, Simak Selengkapnya
Gaji Guru dan Pensiunan Naik, BKN Sosialisasikan Peraturan BKN Tahun 2024
Bersiap Tanggal Penting untuk Semua Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, Mulai Maret 2024
MenPANRB dan Mendikbudristek Sepakat, Formasi Guru pada CASN 2024 Ditambah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:08 WIB

Pengumuman Resmi Ditjen GTK, Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi di Semua Jenjang Jangan Lewatkan 28 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 - 10:25 WIB

BKN Bersama KemenPANRB dan LAN Bahas Aturan Baru, Berikut Isi Pembahasannya!

Senin, 26 Februari 2024 - 11:39 WIB

BKN Luncurkan 2 Fitur Baru, Berikut Sederet Manfaatnya bagi Guru

Senin, 26 Februari 2024 - 11:26 WIB

Terbaru, Keterangan Dirjen GTK Terkait Pengelolaan Kinerja dan Tantangan Guru

Senin, 26 Februari 2024 - 10:50 WIB

Ternyata Masih Banyak Guru dan Kepala Sekolah Belum Pernah Cek Data Penting Ini!, Simak Selengkapnya

Sabtu, 24 Februari 2024 - 11:32 WIB

Bersiap Tanggal Penting untuk Semua Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, Mulai Maret 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 10:43 WIB

MenPANRB dan Mendikbudristek Sepakat, Formasi Guru pada CASN 2024 Ditambah

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:02 WIB

PGRI Berhasil Gugat Permendikbud Nomor 26 Tahun 2024, Bagaimana dengan Pengelolaan Kinerja di PMM?

Berita Terbaru