Home / Advertorial / Pelatihan Guru

Selasa, 31 Mei 2022 - 10:37 WIB

Diklat Bersertifikat 32JP Implementasi Pembelajaran Project Based Learning (PBL) Berbasis Lingkungan

Project Based LearningE-Guru.id menyelenggarakan diklat bersertifikat 32JP pada tanggal 22, 23, 25, 27, dan 29 Juni 2022 secara online.

Diklat dengan judul “Implementasi Pembelajaran Project Based Learning (PBL) Berbasis Lingkungan” ini menghadirkan narasumber atau instruktur yang ahli di bidangnya yaitu  Diana Earlyana Lesmana.

Dalam diklat ini terdapat beberapa materi yang akan disampaikan dan didiskusikan bersama yaitu sebagai berikut :

  1. Pengantar Implementasi Pembelajaran PjBL dalam Kurikulum Merdeka
  2. Strategi Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
  3. Pembelajaran Berbasis Lingkungan
  4. Merancang Pembelajaran PjBL Berbasis Lingkungan
  5. Review dan Pengumpulan Tugas

Selain itu, peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan beberapa fasilitas seperti Materi Pelatihan, e-Sertifikat 32JP, Full Support dari Tim Instruktur, dan Laporan Pengembangan Diri.

Anda dapat mendaftar sebagai peserta dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 97.000 ke nomor rekening yang tertera pada brosur di bawah.

Kemudian langkah selanjutnya, Anda dapat mengisi formulir pendaftaran dan menyertakan bukti pembayarannya dengan cara KLIK DISINI.

Apabila membutuhkan bantuan dalam pendaftaran maka Anda dapat menghubungi Kontak Admin di bawah ini :

088225471197 (Eka)

Dengan mengikuti diklat atau pelatihan tersebut, diharapkan guru atau pendidik dapat menerapkan model pembelajaran project based learning dengan baik dan maksimal, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.

Baca Juga:  Penerapan Project Based Learning untuk Mewujudkan Merdeka Belajar

Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai subjek atau pusat dalam kegiatan pembelajaran dan menitik beratkan proses belajar yang memiliki hasil akhir berupa produk.

Terdapat beberapa penertian project based learning menurut para ahli yaitu sebagai berikut :

  1. Menurut Goodman dan Stivers, yaitu pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
  2. Menurut Made Wena, yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pendidik untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek.
  3. Menurut Grant, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik.
  4. Menurut Afriana, yaitu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik.
  5. Menurut Fathurrohman, yaitu model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

PjBL memiliki beberapa tujuan yaitu melatih sikap proaktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah, mengasah kemampuan peserta didik dalam menguraikan suatu permasalahan di kelas, meningkatkan aktifitas peserta didik di dalam kelas dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks sampai diperoleh hasil nyata, mengasah keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan alat dan bahan di kelas untuk menunjang aktivitas belajar serta melatih sifat kolaboratif peserta didik.

Baca Juga:  Ikutilah Workshop 35JP " Model Pebelajaran SUPER Berbasis Ponsel Untuk Mendukung Kurikulum Prototipe"

Model pembelajaran project based learning memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, berikut kelebihannya yaitu :

  1. Dapat meningkatkan ketekunan peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran.
  2. Menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan karena peserta didik yang berperan aktif.
  3. Keterampilan peserta didik dalam mengelola suatu proyek yang semakin terarah.
  4. Meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik.
  5. Melatih sifat kolaboratif di dalam kelas.

Selain kelebihan, terdapat beberapa kelemahan dalam model ini yaitu sebagai berikut :

  1. Membutuhkan peralatan yang lebih kompleks sehingga dibutuhkan tim teaching.
  2. Waktu yang dibutuhkan lebih lama sehingga guru harus dapat mengondisikan kelas agar tetap kondusif.
  3. Perbedaan topik yang diberikan oleh guru dapat menimbuklan ketifakpahaman peserta didik terkait dengan keseluruhan topik.
  4. Proyek akan terhambat apabila peserta didik bersifat pasif fan kesulitan dalam mengumpulkan data.

 

Share :

Baca Juga

penggunaan google form untuk pembelajaran

Pelatihan Guru

Membuat Pembelajaran dan Evaluasi Menarik dengan Google Form

Karya Ilmiah

Daftar Sekarang! Workshop Gratis 32JP Pembelajaran Merdeka

Advertorial

Cara Download Sertifikat dan Fasilitas Seminar Nasional Desain dan Implementasi Kurikulum Merdeka Di Satuan Pendidikan

Pelatihan Guru

Workshop 35 JP : Model Pembelajaran SUPER Berbasis Ponsel untuk Mendukung Kurikulum Prototipe
dampak media elektroni pada siswa

News

Membuat Sistem Penilaian Siswa yang Asyik dan Menantang dengan WhatsApp

Pelatihan Guru

FREE 3 E-book, Segera Diklat Bersertifkat 35 JP Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Advertorial

Download Materi Pertemuan Ketiga : Quizizz Untuk Ujian

Karya Inovatif

Pelatihan Gratis 32JP! MPI Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka