Cukupkah Literasi dengan Membaca 15 sebelum KBM?

- Editor

Selasa, 11 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Maulidaniati, S.Pd

Sekolah Literasi Indonesia

Literasi itu adalah membaca 15 menit  sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai,” itulah pendapat dari sebagian besar guru yang saya jumpai di sekolah-sekolah dasar jika diminta pendapat mereka tentang literasi. Apakah literasi hanya sebatas itu?

Literasi adalah kemampuan individu dalam membaca, berhitung, berkomunikasi dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengertian ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa berbicara literasi itu cakupannya luas, bukan hanya sekedar membaca dan tidak dapat diwujudkan hanya dengan membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. 

Berdasar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Gerakan Literasi Nasional terdapat 6 literasi dasar yang perlu dikuasai oleh peserta didik, yaitu :

1.     Literasi Baca dan Tulis

Literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan individu dalam membaca, menulis, mencari, mengolah serta memahami informasi yang diperoleh untuk dapat dianalisis dan ditanggapi dengan tepat. 

2.     Literasi Numerasi

Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan individu untuk memperoleh, mengolah, menggunakan dan mengkomunikasikan berbagai macam angka dan simbol dalam matematika  yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

3.     Literasi Sains

Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk dapat mengidentifikasi baik pertanyaan maupun pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah dan mengambil kesimpulan berdasarkan fakta.

4.     Literasi Digital

Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan individu untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi dan jaringan yang dimanfaatkan secara sehat, bijak, cerdas dan tepat dalam rangka membentuk komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. 

5.     Literasi Finansial

Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan individu dalam mengelola sesuatu terkait konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial serta dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

6.     Literasi Budaya dan Kewargaan

Literasi budaya dan kewargaan adalah pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa serta memahami hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat.

Menumbuhkan karakter dari 6 literasi dasar tersebut perlu dibentuk di sekolah yang dapat berkolaborasi dengan orang tua. Penerapan literasi di sekolah sendiri dikenal dengan istilah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sedangkan, gerakan literasi di rumah dikenal dengan Gerakan Literasi Keluarga. 

GLS merupakan sebuah upaya untuk menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Sehingga, jika hanya dengan menerapkan kegiatan membaca 15 menit sebelum KBM maka ketercapaian dari tujuan GLS itu sendiri akan kurang optimal. 

Sebenarnya literasi juga bisa terintegrasi dalam pembelajaran di kelas, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Literasi terintegrasi dengan pembelajaran yaitu dengan menggunakan media-media literasi dalam pembelajaran di kelas. 

Beberapa media literasi yang dapat digunakan yaitu Topeng Media Dongeng (TOMEDO), Bunga Huruf, Estafet Puzzle, dan Walking Story.  Media-media ini aplikatif dan menyenangkan untuk diterapkan pada anak. Di mana dengan penerapan media ini maka akan tercipta pembelajaran yang menyenangkan karena media-media literasi ini memiliki beberapa prinsip yaitu bersifat fleksibel, belajar sambil bermain, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pembelajaran berpusat pada siswa dan menyajikan konsep literasi dari materi pembelajaran.  

Tomedo adalah media bercerita menggunakan karakter yang dapat dibuat sendiri oleh anak. Media ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan melatih imajinasi anak dalam memainkan peran. Cara membuat Tomedo yaitu membuat topeng dari kertas bersama anak, menggambar karakter topeng, meminta anak untuk bercerita berdasarkan karakter yang digambar anak.

Bunga huruf adalah media pembelajaran literasi yang bertujuan untuk memperkaya kosakata dengan menyusun huruf-huruf di dalam bunga menjadi berbagai kata. Cara membuat media ini yang pertama yaitu membuat bunga kata dengan 5 komponen huruf dengan menggunakan kertas. Kedua, meminta anak untuk menemukan kata sebanyak-banyaknya yang dapat terbentuk dari 5 huruf tersebut. Ketiga, menuliskan kata-kata yang ditemukan. Keempat, meminta anak untuk membuat kalimat dari kata yang terbentuk. Dan terakhir, evaluasi bersama-sama anak.

Estafet Puzzle adalah permainan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan anak dalam mengenal dan menggunakan pola, baik kata maupun cerita dengan disesuaikan dengan kemampuan siswa. Selain itu, permainan Estafet Puzzle dapat melatih kemampuan kognitif, motorik, dan problem solving.

Cara bermain dari media ini yaitu menyiapkan cerita bergambar baik dari buku pelajaran maupun internet dan pisahkan menjadi potongan-potongan. Selanjutnya menyiapkan lintasan yang terdiri dari titik start dan finish, juga tentukan waktu permainan. Lalu letakkan puzzle di titik start secara acak. Berikutnya potongan puzzle yang diambil disusun sesuai urutan cerita di kertas yang terdapat pada garis finish. Dan kelima, evaluasi bersama anak.

Walking Story adalah permainan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berbicara, memperkaya kosakata dan menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Cara bermainnya adalah dengan membuat lintasan berbentuk pohon beserta cabang-cabangnya. Lalu meletakkan gambar atau benda di setiap cabang lintasan. Minta anak menceritakan imajinasinya terhadap gambar atau benda yang ada pada cabang lintasan. Dan terakhir, evaluasi bersama anak.

Belajar berliterasi akan makin dan menyenangkan dengan media-media literasi di atas. Semua itu akan meningkatkan semangat belajar anak dan poin pentingnya bahwa media-media tersebut dapat terintegrasi dengan pembelajaran. 

Membaca 15 menit sebelum KBM hanya sebagian kecil dari aktivitas literasi yang dapat dilakukan. Sebagai guru, mari kita selalu berinovasi dalam pembelajaran karena masih banyak media-media literasi lain yang dapat kita gunakan dengan memodifikasi berbagai permainan-permainan anak.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 300 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru