Home / News

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:15 WIB

Cari Tahu Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe

Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Prototipe – Mungkin diantara kita masih memiliki beberapa pertanyaan di dalam benak kita masih- masing? Mengapa muncul kembali kurikulum baru? Apakah ganti menteri identik dengan ganti kurikulum? Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum prototipe.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah melakukan evaluasi terhadap kurikulum 2013 yang  selama ini kita terapkan di dalam sekolah. Evaluasi yang telah dilakukan merupakan hasil kompilasi berbagai kajian, penelitian, dan monev yang dilakukan berbagai pihak, antara lain Puskurjar, Direktorat terkait, dan berbagai Perguruan Tinggi.

Apasaja hasil evaluasinya? Yuk simak informasi berikut ini

Hasil Evaluasi Dokumen Kurikulum 2013

  1. Kompetensi Kurikulum 2013 terlalu luas, sulit dipahami, dan diimplementasikan oleh guru.
  2. Kurikulum yang dirumuskan secara nasional belum disesuaikan sepenuhnya oleh satuan pendidikan dengan situasi dan kebutuhan satuan pendidikan, daerah, dan peserta didik.
  3. Mapel informatika bersifat pilihan, padahal kompetensi teknologi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik pada abad 21.
  4. Pengaturan jam belajar menggunakan satuan minggu (per minggu) tidak memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk mengatur pelaksanaan mata pelajaran dan menyusun kalender pendidikan. Akibatnya, kegiatan pembelajaran menjadi padat.
  5. Pendekatan tematik (jenjang PAUD dan SD) dan mata pelajaran (jenjang SMP, SMA, SMK, Diktara, dan Diksus) merupakan satu-satunya pendekatan dalam Kurikulum 2013 tanpa ada pilihan pendekatan lain
  6. Struktur kurikulum pada jenjang SMA yang memuat mata pelajaran pilihan (peminatan) kurang memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih selain peminatan IPA, IPS, atau Bahasa. Gengsi peminatan juga dipersepsi hirarkis.
Baca Juga:  DIKLAT 35 JP : Memahami Kebijakan Kurikulum Prototipe & Latihan Merancang Pembelajarannya

Hasil Evaluasi Implemetasi Kurikulum 2013

  1. Komponen perangkat pembelajaran terlalu banyak dan menyulitkan guru dalam membuat perencanaan.
  2. Rumusan kompetensi yang detil dan terpisah-pisah sulit dipahami sehingga guru kesulitan menerjemahkan dalam pembelajaran yang sesuai filosofi Kurikulum 2013.
  3. Strategi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring implementasi Kurikulum 2013 belum terlaksana secara tepat dan optimal, belum variatif, belum sesuai dengan kebutuhan, dan belum efektif. Contoh kendala: sosialisasi tidak sampai langsung kepada tingkat gugus, pemilihan instruktur ditetapkan sentralistik sehingga tidak sesuai kebutuhan, dan pelatihan masih dilakukan secara konvensional dengan ceramah yang cenderung teoretik
  4. Masih banyak pengawas, kepala sekolah, dan guru yang memiliki pemahaman kurang tentang kerangka dasar, diversifikasi, dan konsep implementasi Kurikulum 2013.
  5. Sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring implementasi Kurikulum 2013 belum berdampak optimal terhadap pemahaman pengawas, kepala sekolah, dan guru, kemampuan dan kinerja guru, serta peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Dari hasil evaluasi kurikulum 2013 seperti yang tersaji di atas, sehingga muncullah kebijakan mengenai penerapan kurikulum prototipe mulai tahun 2022 yang digunakan menjadi opsi bagi sekolah- sekolah dalam melaksanakan pembelajaran sekaligus membantu memulihkan pembelajaran di Indonesia.

Baca Juga:  Struktur Utama Kurikulum Merdeka untuk SMP dan MTs

Kira- kira apa saja perbedaan kurikulum 2013 dengan kurikulum paradigma baru ? Yuk simak informasi berikut ini :

Kurikulum 2013

1. Berbasis Karakter dan Kompetensi

Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes-based curriculum. Pengembangan kurikulum di arahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi.

2. Terdapat empat aspek penilaian

Keempat aspek tersebut yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan , aspek sikap dan aspek perilaku.

Kurikulum Paradigma baru

1. Dapat menjadi pilihan

Kurikulum ini menjadi salah satu pilihan sekolah dalam menerapkan kurikulum di tahun 2022, antara kurikulum 2013, kurikulum darurat dan kurikulum prototipe ini.

2. Target dan tujuan

Untuk mendorong perbaikan kualitas proses dan hasil belajar, fokus utamanya yaitu pada pembelajaran

3. Kurikulum prototipe lebih fleksibel

Kurikulum ini dinilai lebih fleksibel hanya dengan mengajarkan materi yang esensial dan akan mencerminkan keragaman dalam sistem pendidikan di Indonesia.

KABAR GEMBIRA !!!!

e-Guru.id menyelenggarakan Diklat bersertifikat 35 JP dengan judul Memahami Kebijakan Kurikulum Prototipe & Latihan Merancang Pembelajarannya. DAFTAR SEKARANG

DAN DAPATKAN PULA Kumpulan File PTK, Kumpulan file best practice dan File tentang Kurikulum 2022

Ingin dibantu mendaftar ? Hub: 087719662338 (Rahma)

Share :

Baca Juga

bahaya learnig loss

News

Bahaya Learning Loss dan Cara Mengatasinya

News

Breaking News! Kemdikbud Membuat 2 Skema Ini Pada Seleksi PPPK Guru Tahap 3 2022

News

7 Kategori Guru Yang Tidak Bisa Sertifikasi di Tahun 2022 nanti
mengelola nilai siswa dengan excel

News

Cara Membuat Modul atau Diktat untuk Kenaikan Pangkat

News

Diklat Ini Gratis Bersertifikat 40 JP, Guru Wajib Mendaftar Sekarang Juga Sebelum Ditutup!

News

Langkah Mudah Menyusun Bahan Ajar untuk Kenaikan Pangkat

News

Siswa Kurang Termotivasi untuk Belajar? Begini Solusinya
Tunjangan Pensiunan PNS tebuhs 1 miliar

News

Inilah 7 Tunjangan yang Diterima PNS Diluar Gaji Pokok, Nilainya Sangat Fantastis!