[Breaking News] Resmi, Kemendikbud Luncurkan Kurikulum Merdeka Sebagai Nama Resmi Kurikulum Prototipe

- Editor

Jumat, 11 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum Merdeka – Kabar terbaru, datang dari penyampaian Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam Merdeka Belajar episode 15 dengan topik utama yaitu Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar. Yang disiarkan secara langsung (LIVE) melalui kanal Youtube resmi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu KEMDIKBUD RI.

Kita ketahui bahwa merdeka belajar sudah hingga episode 15, banyak sekali pembahasannya, mulai dari episode pertama tentang merdeka belajar, episode kedua kampus merdeka, episode ketiga perubahan mekanisme BOS, Episode empat program sekolah penggerak, episode lima program guru penggerak dan hingga akhirnya episode 15 yang merupakan episode terpenting yaitu Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

Krisis Belajar Mengajar

Dalam paparan tersebut disampaikan bahwa krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum membaik dari tahun ke tahun. Ini merupakan krisis yang harus segara di atasi oleh pendidikan di Indonesia. Terlebih lagi krisis pembelajaran di perparah oleh adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan learning loss atau hilangnya pembelajaran yang menimbulkan meningkatnya kesenjangan pembelajaran.

Sebelum pandemi kemajuan belajar selama satu tahun (kelas 1 SD) adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi. Sedangkan setelah pandemi kemajuan belajar selama kelas 1 berkurang secara signifikan atau kondisi ini di sebut learning loss, untuk literasi learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar, dan untuk numerasi learning loss tersebut setara 5 bulan.

Hasil ini di peroleh dari sampel 3.391 siswa SD dari 7 Kab/Kota di 4 provinsi pada bulan januari 2020 dan april 2021.

Penyederhanaan kurikulum

Dari adanya kondisi seperti yang dijelaskan di atas, tentu saja Kemendikbudristek tidak hanya diam saja. Penyederhanaan kurikulum menjadi solusi, penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus yaitu kurikulum darurat yang lebih efektif untuk memitigasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) pada masa pandemi Covid-19.

Dari hasil survey di ketahui bahwa sekolah yang pada saat pandemi hasil belajar siswa 12 bulan pembelajaran, memberlakukan kurikulum 2013 mengalami learning loss selama 5 bulan, sedangkan sekolah yang memberlakukan kurikulum darurat atau penyederhanaan kurikulum mengalami learning loss hanya 1 bulan. Ini merupakan data yang sangat dahsyat, ini menunjukan bahwa kepadatan materi yang selalu dipaksakan tidak memiliki dampak positif terhadap keberhasilan belajar siswa. Justru dengan materi yang esensial menjadi lebih berhasil.

Penetapan Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka merupakan nama resmi dari kurikulum prototipe tau kurikulum paradigma baru yang akhir- akhir ini sering kita dengar. Dalam kurikulum merdeka ini Kemendikbud juga masih menjadikannya sebagai opsi atau pilihan bagi sekolah sekolah.

Apa syarat sekolah bisa menerapkan kurikulum ini ?

Syaratnya hanya satu, bahwa kepala sekolah dan guru sebagai wakil dari satuan pendidikan memiliki keinginan untuk menerapkannya untuk membantu menghilangkan learning loss ini. Dengan ketentuan sekolah mau untuk mempeljari karakteristik serta sistem dari kurikulum merdeka ini.

Satuan pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing- masing.

1. Tahap pertama

Sejak tahun ajaran 2021/ 2022 Kurikulum Merdeka sudah diimplementasikan di hampir 2500 sekolah yang mengikuti program sekolah penggerak (PSP) dan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) sebagai bagian dari pembelajaran dengan paradigma baru

Kurikulum ini di terapkan mulai dari TK-B, SD &SDLB kelas 1 dan 4, SMP &SMPLB Kelas 7, SMA & SMALB dan SMK kelas 10.

2. Tahap kedua

Mulai tahun ajaran 2022/2023 satuan pendidikan dapat memiliki untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kesiapan masing- masing mulai dari TK-B, Kelas 1, 4, 7 dan 10.

Pemerintah menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahap kesiapan dirinya untuk menggunakan kurikulum merdeka

3. Tahap ketiga

Tiga pilihan yang dapat diputuskan satuan pendidikan tentang implementasi kurikulum merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. :

  1. Menerapkan beberapa bagian dan orinsip kurikukum merdekam tappa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedag di terapkan
  2. Menerapkan kurikukum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yangsudah disediakan
  3. menggunakan kurikulum merdeka dengan menembangkan sendiri baebagai perangkat ajar.

Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan untuk saling bersinergi mensukseskan kurikulum merdeka ini.

1. Penyediaan perangkat ajar : buku teks dan bahan ajar pendukung

● Perangkat ajar (buku teks, contoh-contoh alur tujuan pembelajaran, kurikulum operasional sekolah, serta modul ajar dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila disediakan melalui platform digital bagi guru. Sekolah dapat melakukan pengadaan buku teks secara mandiri dengan BOS reguler atas dukungan Pemda dan yayasan
● Buku cetak dapat dibeli menggunakan dana BOS melalui SIPLah atau cetak mandiri

2. Pelatihan dan Penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah dan pemda

● Pelatihan mandiri bagi guru dan kepala sekolah melalui micro learning di aplikasi digital.
● Menyediakan berbagai narasumber dalam pelatihan Kurikulum Merdeka. Misalnya, melalui pengimbasan dari Sekolah Penggerak.
● Berbagai sumber belajar untuk guru dalam bentuk e-book, video, podcast dll., yang dapat diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).
● Guru membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik dalam adopsi Kurikulum Merdeka, baik di sekolah maupun di komunitasnya

3. Jaminan jam mengajar dan tunjangan profesi guru

● Perubahan struktur mata pelajaran tidak merugikan guru
● Semua guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi ketika menggunakan Kurikulum 2013 akan tetap mendapatkan hak tersebut

Apa yang menjadikan kurikulum merdeka ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya?

Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif

Arah Perubahan Kurikulum

1. Apabila struktur kurikulum saat ini yang kurang freksibel, jam pelajaran ditentukan per minggu.

Namun, dalam kurikulum merdeka struktur kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun.

2. Apabila dalam kurikulum saat ini, materi dirasa terlalu padat sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.

Sedangkan, kurikulum merdeka fokus pada materi yang esensial, Capaian Pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun.

3. Implementasi kurikulum saat ini, materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam sehingga guru kurang leluasa dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual

Dalam kurikulum merdeka memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

4. Dalam kurikulum sebelumnya, Teknologi digital belum digunakan secara
sistematis untuk mendukung proses belajar guru melalui berbagi praktik baik

Sedangkan dalam kurikulum merdeka, Aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

e-Guru.id menyediakan program membership dengan satu kali membayar gratis pelatihan bersertifikat 32 JP setiap bulannya. Mari bergabung dengan 9000++ di seluruh wilayah Indonesia. Tunggu apalagi DAFTAR SEKARANG

Ingin pelatihan bersertifikat 32 JP? KLIK LINK INI

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah banner-member-tahunan-300x300-1.jpeg

Ingin dibantu mendaftar ? Hubungi 087719662338 (Rahma)

Berita Terkait

Catat Pengumuman Penting Dirjen Nunuk Persiapan PPG Daljab 2024 Tanggal 21 Juni 2024 Jangan Lewatkan!
Ini Langkah Selanjutnya Setelah Menyelesaikan Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG Daljab 2024
Kabar Gembira dari Bu Nunuk: Tidak Ada Prioritas PPPK 2024, Semua Guru Honorer Bisa Daftar PPPK 2024
Cara Menambahkan Riwayat Pendidikan Formal Secara Mandiri di PTK Datadik untuk Pemutakhiran Data
Pengumuman dari Kemendikbud, Guru dan Kepala Sekolah Sertifikasi dan Non Sertifikasi Wajib Bersiap Tanggal 14 Juni 2024
CATAT! Hal Mendesak, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Gagal Ikut PPG Daljab 2024
Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025 untuk TK Sesuai Peraturan Kemendikbud Terbaru
Perlu Waspada! Guru Passing Grade P1 Berpotensi Tergeser oleh Guru Sekolah Negeri di Seleksi PPPK 2024
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 09:55 WIB

Catat Pengumuman Penting Dirjen Nunuk Persiapan PPG Daljab 2024 Tanggal 21 Juni 2024 Jangan Lewatkan!

Sabtu, 15 Juni 2024 - 11:09 WIB

Ini Langkah Selanjutnya Setelah Menyelesaikan Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG Daljab 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:00 WIB

Kabar Gembira dari Bu Nunuk: Tidak Ada Prioritas PPPK 2024, Semua Guru Honorer Bisa Daftar PPPK 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:09 WIB

Cara Menambahkan Riwayat Pendidikan Formal Secara Mandiri di PTK Datadik untuk Pemutakhiran Data

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:23 WIB

CATAT! Hal Mendesak, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Gagal Ikut PPG Daljab 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:35 WIB

Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025 untuk TK Sesuai Peraturan Kemendikbud Terbaru

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:58 WIB

Perlu Waspada! Guru Passing Grade P1 Berpotensi Tergeser oleh Guru Sekolah Negeri di Seleksi PPPK 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:30 WIB

Kemendikbud Umumkan Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025

Berita Terbaru