Strategi Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah!

- Editor

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan Literasi dan Numerasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2016 telah berupaya mencanangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) untuk mewujudkan budaya literasi pada siswa.

Hal tersebut merupakan implementasi dari Penumbuhan Budi Pekerti dalam Permendikbud Nomor 23 tahun 2015. Selanjutnya, GLN yang dicanangkan oleh pemerintah akan dilanjutkan pada setiap sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) guna  mewujudkan generasi yang literat.

Kemampuan dalam membaca dapat menjadi langkah awal dalam memahami literasi dasar lainnya, seperti literasi sains, literasi numerasi, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Kemampuan literasi numerasi termasuk salah satu kecakapan yang harus dimiliki dalam menyelesaikan permasalahan praktis.

Kemampuan ini dapat membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahannya sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun dalam bermasyarakat.

Literasi numerasi merupakan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan bilangan dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk menyelesaikan permasalahan konstekstual dan menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dll), lalu menginterpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Secara sederhana, literasi numerasi dapat diartikan sebagai keterampilan dalam mengaplikasikan konsep bilangan dan operasi hitung untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual. Inti dari literasi numerasi adalah keterampilan dan sikap yang dibutuhkan setiap siswa dalam menggunakan bilangan dan data untuk membuat keputusan dalam kehidupan siswa maupun bermasyarakat.

Siswa yang memiliki kemampuan literasi numerasi yang baik dapat menjadi warga negara yang mampu memahami informasi statistik dan berita perekonomian suatu negara.

Dengan begitu, siswa dapat dengan mudah mengikuti perkembangan negara melalui berita aktual berdasarkan data dan informasi yang disajikan di berbagai media.

Tiga Aspek Penting Literasi Numerasi

Tiga aspek penting dalam kemampuan literasi numerasi yaitu berhitung (counting), relasi numerasi (numerical relation), dan operasi aritmatika (arithmetic operation).

Berhitung merupakan kemampuan atau kecakapan dalam mengidentifikasi jumlah suatu objek dan keterampilan dalam menghitung suatu objek secara verbal.

Relasi numerasi berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengaitkan kuantitas suatu objek, seperti lebih sedikit, lebih banyak, lebih tinggi, atau lebih rendah. Sedangkan operasi aritmatika merupakan kemampuan untuk menyelesaikan operasi matematika dasar seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan pembagian.

Kemampuan literasi numerasi yang baik dapat dijadikan sebagai proteksi dalam menekan angka pengangguran, penghasilan rendah, dan kesehatan yang buruk.

Selain kemampuan, penguatan literasi dan numerasi dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan sehari-hari, baik di rumah, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini kemampuan literasi numerasi yang baik berperan penting dalam memahami informasi kesehatan, memahami statistik dan berita ekonomi suatu negara.

Dampak Literasi Numerasi yang Rendah

Kemampuan literasi numerasi yang rendah mengakibatkan dampak yang buruk bagi kemajuan suatu negara, diantaranya yaitu:

1. Pekerjaan

Masyarakat dengan kemampuan numerasi yang buruk memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menghadapi pengangguran.

2. Upah

Data terbaru dari OECD menunjukkan hubungan langsung antara distribusi upah dan kemampuan numerasi.

3. Keuangan

Berhitung yang baik dikaitkan dengan berbagai perilaku keuangan positif termasuk frekuensi menabung dan membayar tagihan.

4. Kesehatan

Dalam laporan keterampilan dasar OECD dan Inggris, korelasi antara numerasi yang buruk dan kesehatan yang buruk terlihat jelas. Data dari British Cohort Studies telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara depresi dan kemampuan numerasi yang buruk.

5. Kesulitan sosial, emosional dan perilaku

Anak-anak dengan masalah sosial cenderung kesulitan dengan keterampilan numerasi, bahkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang rumah dan kemampuan umum.

6. Pengecualian sekolah

Siswa yang memulai sekolah menengah dengan kemampuan numerasi yang sangat rendah lebih cenderung menghadapi pengucilan.

7. Pembolosan

Anak usia 11 tahun yang memiliki kemampuan numerasi yang buruk cenderung berpeluang lebih dari dua kali untuk membolos saat berusia 14 tahun.

8. Kriminal

Seperempat pemuda yang ditahan memiliki tingkat kemampuan numerasi di bawah yang diharapkan dari anak berusia 7 tahun. Demikian pula, 65% narapidana dewasa memiliki kemampuan numerasi pada atau di bawah tingkat yang diharapkan dari seorang anak berusia 11 tahun.

Sebaliknya, kemampuan literasi numerasi yang baik secara langsung dapat berkontribusi pada pertumbuhan kepercayaan diri dan sosial. Kemampuan literasi numerasi tidak hanya berkontribusi dalam kesejahteraan individu, tetapi juga dalam masyarakat.

Literasi numerasi berbeda dengan matematika, namun numerasi merupakan bagian dari matematika. Baik numerasi maupun matematika sama-sama mempelajari tentang bilangan, operasi aritmatika, bangun, ruang, dan materi lainnya.

Namun penguatan literasi dan numerasi tidak hanya tentang penyelesaian aritmatika dasar, tetapi juga pengaplikasiannya dalam memecahkan permasalahan praktis dan kontekstual. Di dalam literasi numerasi terdapat cakupan matematika yang disesuaikan dengan kurikulum.

Dalam penerapannya, literasi numerasi menerapkan operasi dasar matematika dan bersifat praktis yang artinya dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. (mfs)

Segera daftarkan diri Anda dalam Pelatihan bersertifikat 32 JP “Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pencasila” yang akan dilaksanakan mulai tanggal 17-24 Juni 2022 menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan Telegram.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAFTAR

Berita Terkait

Tunjangan Guru Wajib Dikembalikan Jika Masalah Ini Terjadi
Data Dapodik Jadi Tanggung Jawab Guru Sendiri, Bukan Urusan Operator Sekolah
Diganti Tunjangan Lain, Bantuan untuk Guru Honorer Ini Akan Dihentikan
Mendikbud Sampaikan Ada Yang Baru Lagi dalam Kurikulum Merdeka, Guru Wajib Siap Mulai Tahun Ajaran Baru!
Siapa Cepat Dia Dapat! Begini Sistem Percepatan PPG Daljab 2024 untuk Mendapatkan Sertifikat Pendidik
Siap-Siap! Insentif Guru Non-ASN Akan Cair Mulai Bulan Juli 2024
Bocoran MenPAN RB, 2 Kategori Guru Honorer Otomatis Diangkat PPPK Tahun 2024
Kabar Gembira, Secara Resmi Presiden Tetapkan Guru Sertifikasi Dapat Tambahan 2 Bulan TPG
Berita ini 864 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:19 WIB

Tunjangan Guru Wajib Dikembalikan Jika Masalah Ini Terjadi

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:33 WIB

Data Dapodik Jadi Tanggung Jawab Guru Sendiri, Bukan Urusan Operator Sekolah

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:59 WIB

Diganti Tunjangan Lain, Bantuan untuk Guru Honorer Ini Akan Dihentikan

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:35 WIB

Mendikbud Sampaikan Ada Yang Baru Lagi dalam Kurikulum Merdeka, Guru Wajib Siap Mulai Tahun Ajaran Baru!

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:46 WIB

Siapa Cepat Dia Dapat! Begini Sistem Percepatan PPG Daljab 2024 untuk Mendapatkan Sertifikat Pendidik

Senin, 20 Mei 2024 - 10:28 WIB

Bocoran MenPAN RB, 2 Kategori Guru Honorer Otomatis Diangkat PPPK Tahun 2024

Senin, 20 Mei 2024 - 09:21 WIB

Kabar Gembira, Secara Resmi Presiden Tetapkan Guru Sertifikasi Dapat Tambahan 2 Bulan TPG

Senin, 20 Mei 2024 - 06:09 WIB

Guru Penggerak Pati Langsungkan Talkshow Pendidikan Berkelanjutan Serta Pengabdian ke Sekolah Pinggiran

Berita Terbaru