Seminar Gratis dan Bersertifikat: Menyongsong Kurikulum Merdeka Wujudkan Merdeka Belajar!

- Editor

Senin, 14 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum Merdeka – Seminar bersertifikat ini merupakan seminar yang diselenggarakan oleh e-Guru Id secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 februari 2022 pukul 19.00 WIB melalui siaran langsung di youtube.

Seminar nasional kali ini berjudul Seminar Nasional Menyongsong Kurikulum Merdeka Wujudkan Merdeka Belajar dan akan diisi oleh Desi Ariyanti, M.Pd. yang merupakan salah satu instruktur e-Guru Id. Pada webinar kali ini guru akan belajar berbagai hal tentang pembelajaran di Kurikulum Merdeka

Sekilas Tentang Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum Merdeka ini diluncurkan sebagai nama pengganti dari Kurikulum Prototipe yang secara garis besar esensi dan tujuannya sama.

Tidak hanya meluncurkan Kurikulum Merdeka, Kemendikbud melalui Menteri Nadiem Makaraim pada paparannya (11/02/2022) meluncurkan sebuah platform yang bernama Merdeka Belajar. Platform ini memiliki tiga fungsi yang bertujuan untuk mengajar, belajar, dan berkarya.

Penerapan Kurikulum Merdeka ini didukung dengan berbagai macam perangkat ajar. Kemendikbud akan menyediakan buku teks, contoh-contoh alur tujuan pembelajaran, kurikulum operasional sekolah, serta modul ajar dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kabarnya, sekolah dapat melakukan pengadaan buku teks secara mandiri melalui dana BOS reguler atas dukungan Pemerintah Daerah dan Yayasan. Selain itu, Kemendikbud berjanji akan memberikan pelatihan-pelatihan yang bisa diakses semua guru secara otomatis melalui kanal-kanal digital.

Mengenal Pembelajaran di Kurikulum Merdeka

Dalam buku resmi Kemendikbud yang berjudul “Pembelajaran dan Asesmen Paradigma Baru” dijelaskan bahwa pembelajaran di Kurikulum Merdeka memastikan praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik.

Dengan pembelajaran seperti ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran.

Pembelajaran dalam yang dianggap sebagai paradigma baru ini memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

Kerangka Kurikulum Merdeka

Kerangka kurikulum yan diterapkan di sekolah penggerak telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Dalam hal ini Pemerintah berperan menyiapkan:

  • Profil Pelajar Pancasila. Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan asesmen.
  • Struktur kurikulum. Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran.
  • Capaian Pembelajaran (CP). Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  • Prinsip pembelajaran dan asesmen. Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran

Buku tersebut juga menjelaskan bahwa pada Profil Pelajar Pancasila, kompetensi dan karakter yang dapat dipelajari lintas disiplin ilmu tertuang dalam 6 dimensi. Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang menggambarkan lebih jelas kompetensi dan karakter yang dimaksud.

Hal demikian tentunya selaras dengan tahap perkembangan peserta didik serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan asesmen, indikator kinerja pada setiap elemen dipetakan dalam setiap fase. Secara umum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila beserta elemen di dalamnya adalah sebagai berikut:

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.

Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

2. Berkebinekaan Global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Bergotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4. Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

5. Bernalar Kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.

Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, refleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.

6. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Pada Kurikulum Merdeka, pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  • Dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
  • Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  • Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  • Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.
  • Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan

Pengawasan Proses Pembelajaran di Kurikulum Merdeka

Pengawasan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas berfokus pada keseluruhan proses pembelajaran. Pendidik diberikan ruang untuk mengembangkan rencana pembelajaran dengan komponen dan format yang sesuai karakteristik peserta didik.

Dengan demikian tidak ada standar format baku dokumen pembelajaran yang membatasi kemerdekaan pendidik dalam mendesain pembelajaran. Hasil pengawasan proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

Tindak lanjut hasil pengawasan proses pembelajaran dilakukan dalam bentuk:

  • Perbaikan rencana dan pelaksanaan pembelajaran untuk memastikan rencana dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik;
  • Pendampingan teknis kepada pendidik yang memerlukan konsultasi dan dukungan lain untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan dalam proses pembelajaran;
  • Penghargaan kepada pendidik yang menunjukkan kinerja yang baik;
  • Diseminasi praktik baik pelaksanaan pembelajaran; dan
  • Penguatan dan pemberian kesempatan kepada pendidik untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.

Karakteristik Pembelajaran Intrakurikuler

Tujuannya adalah untuk mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran suatu mata pelajaran di Kurikulum Merdeka.

1. Alokasi waktu

  • Jumlah jam pelajaran per tahun ditetapkan dalam dokumen struktur kurikulum.
  • Satuan pendidikan diberikan keleluasan untuk menentukan jadwal pembelajaran sehingga peserta didik tidak harus mempelajari hal yang sama setiap minggu sepanjang tahun.
  • Target jam pelajaran untuk satu tahun bisa dicapai kurang dari satu tahun

2. Strategi pembelajaran dan asesmen

  • Memperlihatkan penyesuaian pembelajaran sesuai dengan tingkat pencapaian dan karakteristik peserta didik.
  • Asesmen formatif terintegrasi dalam pembelajaran.
  • Pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan waktu, strategi, teknik, dan instrumen asesmen sesuai dengan karakteristik tujuan dan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan.
  • Asesmen sumatif dilaksanakan oleh pendidik pada akhir pembelajaran satu lingkup materi.
  • Asesmen sumatif dilakukan di setiap akhir suatu fase dan setiap semester.
  • Laporan hasil belajar mempertimbangkan hasil asesmen sumatif diperkuat dengan portofolio dan dan hasil asesmen formatif.
  • Bentuk laporan pembelajaran intrakurikuler disampaikan dalam format rapor kuantitatif.
  • Pelaporan hasil belajar dilakukan minimal satu kali dalam satu semester.

Segera daftarkan diri Anda dalam Seminar Nasional bertajuk “Seminar Nasional Menyongsong Kurikulum Merdeka Wujudkan Merdeka Belajar” yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 februari 2022 pukul 19.00 WIB.

Klik disini untuk mendaftar!

Klik disini untuk mendaftar!

Download undagan seminar nasional disini

Berita Terkait

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis
Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah
Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar
Cara Mengecek Masa Kerja Guru Honorer dan Keaktifan Dapodik Yang Diakui untuk pendaftaran PPPK Guru 2024
Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024
Kemdikbud Keluarkan Pengumuman Kebijakan Baru untuk Sertifikasi Guru, Cek Selengkapnya!
Nunuk Suryani Ungkap Alasan Hingga Kini Banyak Daerah Belum Menerima Tambahan 100% 1 Bulan TPG 
Tips Melakukan Pembelajaran Sastra Sesuai Kurikulum Merdeka
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:06 WIB

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:50 WIB

Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:59 WIB

Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:04 WIB

Cara Mengecek Masa Kerja Guru Honorer dan Keaktifan Dapodik Yang Diakui untuk pendaftaran PPPK Guru 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:17 WIB

Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:49 WIB

Nunuk Suryani Ungkap Alasan Hingga Kini Banyak Daerah Belum Menerima Tambahan 100% 1 Bulan TPG 

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:08 WIB

Tips Melakukan Pembelajaran Sastra Sesuai Kurikulum Merdeka

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:22 WIB

Jelas Ada Regulasi yang Mengatur Tentang Tambahan 100% 1 Bulan TPG dan Tamsil Untuk Guru Sertifikasi dan Nonsertifikasi Tidak Perlu Khawatir

Berita Terbaru