Seminar Gratis Bersertifikat: Membangun Semangat dan Strategi Mengajar Guru dengan Memahami Model Belajar

- Editor

Rabu, 19 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model pembelajaran dan strategi mengajar yang dipilih oleh guru menentukan tingkat probabilitas kesuksesan yang tinggi. Guru yang pandai, dapat menganalisa dan menentukan keterbutuhan belajar di kelas sehingga guru dapat memilih strategi dan model pembelajaran yang digunakan.

Pada dasarnya guru merupakan pendidik, pembimbing, pengajar, dan fasilitator bagi anak didiknya. Maka dari itu, untuk menciptakan pembelajaran yang selaras dengan tujuan harus memaksimalkan peran-peran yang dimiliki oleh guru dan memahami strategi dan model pembelajaran.

Strategi mengajar, metode, maupun model pembelajaran hendaknya ditentukan dengan menimbang keterbutuhan siswa dalam belajar. Seperti halnya konsep di kurikulum 2022, penerapan merdeka belajar pada satuan pendidikan.

Hakikat Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah prosedur atau pola sistematis yang digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran. Didalamnya terdapat strategi, teknik, metode, bahan, media dan alat penilaian pembelajaran.

Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan. Termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan di dalam kelas.

Macam-Macam Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran sangat penting dikuasai oleh guru agar pembelajaran dilaksanakan memiliki kesan menarik dan menyenangkan.

1. Model Pembelajaran Langsung

Menurut Killen dalam depdiknas (2010: 23) pembelajaran langsung atau Direct Instruction merujuk pada berbagai teknik pembelajaran ekspositori (pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara langsung. Misalnya melalui ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab) yang melibatkan seluruh kelas.

Pendekatan dalam model pembelajaran ini berpusat pada guru, dalam hal ini guru menyampaikan isi materi pelajaran dalam format yang sangat terstruktur, mengarahkan kegiatan para peserta didik, dan mempertahankan fokus pencapaian akademik.

Karakteristik model pembelajaran langsung menurut Depdiknas (2010: 24), dapat diidentifikasi beberapa karakteristik, yaitu:

  • Transformasi dan keterampilan secara langsung
  • Pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu
  • Materi pembelajaran yang telah terstruktur
  • Lingkungan belajar yang telah terstruktur
  • Distruktur oleh guru.

Pada dasarnya tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk memaksimalkan penggunaan waktu peserta didik. Model pembelajaran langsung dirancang untuk menciptakan belajar terstruktur dan berorientasi pada pencapaian akademik.

2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBM kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis.

Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya.

Sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi.

Pengajaran berdasarkan masalah telah memberikan model pengajaran yang memiliki karakteristik sebagai berikut:  

  • Pengajuan pertanyaan atau masalah
  • Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
  • Penyelidikan autentik
  • Menghasilkan produk dan mempresentasikannya
  • Berkolaborasi

Tujuan dari model pembelajaran berbasis masalah diantaranya adalag membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang autentik, dan menjadi pembelajar yang mandiri.

3. Model Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah pembelajaran yang menghadirkan dunia nyata di dalam kelas untuk menghubungkan antara pengetahuan yang ada untuk diterapkan dalam kehidupan siswa.

Dengan CTL memungkinkan proses belajar mengajar yang tenang dan menyenangkan, karena pembelajarannya dilakukan secara alamiah, sehingga memungkinkan peserta dapat mempraktekkan secara langsung materi yang dipelajarinya.

Beberapa karakteristik dalam model pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:

  • Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik
  • Hendaknya embelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning).
  • Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing).
  • Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group).
  • Desain pembelajaran emberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, kerjasama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply).
  • Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together).
  • Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity).

Terdapat sepuluh kata kunci pembelajaran CTL, yaitu: (a) kerja sama, (b) saling menunjang, (c) menyenangkan, tidak membosankan, (d) belajar dengan gairah, (e) pembelajaran terintegrasi, (f) menggunakan berbagai sumber, (g) siswa aktif, (h) sharing dengan teman, (i) siswa kritis, (j) dan guru kreatif.

4. Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah kegiatan pembelajaran dengan cara bekerja kelompok untuk bekerjasama saling membantu. Tiap anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang,siswa heterogen (kemampuan, gender, karakter).

Model pembelajaran cooperative learning tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami konsep yang sulit, tetapi juga sangat berguna untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan membantu teman.

Terdapat beberapa karakeristik dalam pembelajaran kooperatif, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Positive Interdependence

Yaitu hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama atau perasaan diantara anggota kelompok. Dimana keberhasilan seseorang merupakan keberhasilan yang lain pula atau sebaliknya.

  • Interaction Face to Face

Yaitu interaksi yang langsung terjadi antar siswa tanpa adanya perantara. Tidak adanya penonjolan kekuatan individu, yang ada hanya pola interaksi dan perubahan yang bersifat verbal diantara siswa yang ditingkatkan oleh adanya saling hubungan timbal balik yang bersifat positif sehingga dapat mempengaruhi hasil pendidikan dan pengajaran.

  • Adanya tanggung jawab pribadi mengenai materi pelajaran dalam anggota kelompok

Dengan demikian sehingga siswa termotivasi untuk membantu temannya, karena kemampuan kelompok, dan memelihara hubungan kerja yang efektif.

  • Proses kelompok

Menampilkan ketrampilan bekerja sama dalam memecahkan masalah pada pembelajaran dalam mencapai tujuan dari pembelajaran.

Lebih luas, model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa tipe, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
  • Cooperative learning tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
  • Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)
  • Cooperative learning tipe Make a Match
  • Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)
  • Pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT)

Model pembelajaran kooperatif dapat diterapkan untuk memotivasi siswa berani mengemukakan pendapatnya, menghargai pendapat teman, dan saling memberikan pendapat.

Selain itu, dalam belajar biasanya siswa dihadapkan pada soal-soal atau pemecahan masalah. Oleh sebab itu, cooperative learning sangat baik untuk dilaksanakan karena siswa dapat bekerja sama dan saling tolong-menolong mengatasi tugas yang dihadapinya

5. Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan)

Index Card Match (mencari pasangan) adalah model pembelajaran yang cukup menyenangkan, digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya.

Materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan catatan peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu sehingga peserta didik ketika masuk ruangan kelas sudah memiliki bekal pengetahuan.

Menurut Maryati (2010) terdapat asek-aspek dalam pembelajaran Index Card Match, yaitu adalah sebagai berikut.

  • Sifat dan tujuan; Mereview atau mengulang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Jika materi yang dipelajari masih baru, sebelumnya peserta didik diberi tugas untuk mempelajarinya terlebih dahulu.
  • Media pembelajaran; kartu atau potongan kertas.
  • Topik/konsep; satu pertanyaan, satu jawaban.
  • Presentasi hasil; peserta didik yang mempunyai kartu soal, kemudian membacakannya secara keras ke seluruh peserta didik secara bergantian.
  • Peran pasangan; peserta didik yang mempunyai kartu soal: mmembacakan.
  • Peserta didik yang mempunyai kartu jawaban: mencocokan jawaban teman-temannya atas pertanyaan pada kartu soal yang sesuai (dengan pasangannya).
  • Penilaian; berdasarkan kemampuan setiap pasangan (peserta didik) menjawab soal yang dibacakan oleh pasangannya.
  • Banyaknya babak; satu babak
  • Kegiatan penutup; klarifikasi dan kesimpulan.

Dengan model pembelajaran Index Card Macth, peserta didik dapat belajar aktif dan berjiwa mandiri. Walaupun dilakukan dengan cara bermain, model pembelajaran Index Card Macth dapat merangsang peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar secara bertanggung jawab dan disiplin sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan prestasi belajar dapat meningkat.

Mari mendaftar Seminar Nasional : Membangun Semangat dan Strategi Mengajar Guru dengan Memahami Model Belajar. Seminar nasional ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2022 pukul 13.30 WIB.

Klik disini untuk mendaftar Seminar Nasional tersebut secara gratis!

Klik disini untuk mendownload undangan Seminar Nasional.

Dapatkan juga fasilitas VIP Seminar Nasional. Klik disini untuk mendaftar sebagai peserta VIP.

Tekan disini untuk lebih informasi lebih lanjut!

Berita Terkait

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024
Siap-Siap Pindah Tugas, Kemenag Serahkan 505 SK untuk Guru
Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!
KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS
2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024
Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:20 WIB

Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:32 WIB

KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:42 WIB

2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:05 WIB

Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:21 WIB

Ada 1 Syarat Tambahan Baru untuk Pencairan Tunjangan Profesi Guru, Guru Wajib Bersiap!

Berita Terbaru