Home / Opini

Selasa, 4 Mei 2021 - 21:05 WIB

Revolusi Akhlak dan Hal-Hal yang Membuat Puasa Sia-sia

Puasa adalah ibadah wajib yang diperintahkan Allah kepada hambaNya yang bertaqwa. Allah memerintahkan umat Islam untuk berpuasa agar menjadi umat yang bertaqwa dan memiliki akhlak karimah.

Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183 yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Pengertian puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Selain makan dan minum, terdapat beberapa hal yang bisa membatalkan dan menjadikan puasa menjadi sia-sia. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani:

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Adapun hal-hal yang bisa menjadikan puasa batal dan sia-sia antara lain:

Berkata Kotor

Berpuasa mendidik manusia untuk selalu positif thinking baik pikiran, perbuatan, dan ucapannya. Di era modern dan mudahnya arus informasi yang sangat cepat menghampiri kita, maka kita harus mampu berpuasa untuk tidak mengomentari berita yang wara-wiri di media social. Jika tidak mampu menahan justru akan menjerumuskan kita berbuat ghibah dan mencela orang lain.

Baca Juga:  Urgensi Perpustakaan Digital untuk Mendukung Pendidikan di Masa Pandemi

Berbuat Maksiat

Level yang paling rendah ketika berpuasa adalah menahan lapar dan dahaga atau hal yang membatalkan puasa lainnya.

Jabir bin Abdillah memberikan nasihat, “Jika kamu berpuasa, hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga ikut berpuasa. Jangan kamu jadikan hari puasamu dan hari lain ketika tidak berpuasa sama saja.”

Kalau kita mencermati nasihat yang disampaikan oleh Jabir bin Abdillah maka akan kita temukan agar kita lebih berhati-hati dan selalu menjaga akhlak kita dengan menerapkan akhlak karimah.

Berbohong

Salah satu esensi berpuasa adalah menjaga kejujuran. Orang yang berpuasa harus menyadari bahwa Allah melihat apa saja yang kita kerjakan.

Revolusi Akhlak dengan Puasa

Dengan puasa akan membentuk pribadi yang mulia atau berakhlak karimah . Mengapa demikian, karena orang yang berpuasa akan selalu menjaga jasmani dan rohaninya untuk selalu berbuat yang baik.

Baca Juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Era Pandemi dengan RPP yang Kreatif

Orang yang berpuasa tentu saja ingin ibadahnya tidak sia-sia apalagi di bulan Ramadan yang penuh kebaikan. Mereka akan memanfaatkan momen puasa untuk meraih pahala dengan berinfaq, bersedekah, dan melakukan kebaikan yang lainnya.

Dengan puasa Ramadan orang yang beriman akan merevolusi akhlaknya menjadi manusia yang berakhlak karimah. Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya”.

Agama memerintahkan bahwa seluruh ibadah dan muamalah dalam hidup dan kehidupan ini berkaitan erat dengan akhlak mulia.

Menyadari pentingnya akhlak mulia ini bagi keselamatan dan kebahagiaan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, jauh sebelum kemerdekaan dan berlanjut hingga saat ini upaya menyempurnakan akhlak ini terus dilakukan.

Berpuasa bisa menjadi jalan revolusi akhlak bangsa yang lebih baik, lebih santun dan berwibawa karena puasa memberi landasan akhlak sempurna.

Penulis: Nurul Qomariyah, S.Ag, Guru di MTs Negeri 1 Yogyakarta

Share :

Baca Juga

classpoint untuk pembelajaran

Opini

Sisi Positif dan Negatif Teknologi  terhadap Karakter Siswa

Opini

Mengurangi Kejenuhan Siswa Belajar Daring dengan “Terapi”

Opini

Kendala Pembelajaran Daring di Pedesaan
guru senior

Opini

Rindu Mengajar seperti Dulu
photo of woman writing on blackboard

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Delvina Bidari
dampak pembelajaran jarak jauh

Opini

Dampak Covid-19 pada Pendidikan Anak SD dan Masalah yang Harus Dipecahkan
membuat e-modul

Opini

Gadget dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Opini

Menyambut Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi