Home / Opini

Kamis, 25 Maret 2021 - 13:16 WIB

Penerapan Metode Jigsaw untuk Guru Terpapar Covid-19

Metode Jigsaw -Guru yang terpapar Covid-19 tetap bisa mengajar pada peserta didik menggunakan metode Jingsaw dalam sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Dan dengan tetap beraktivitas mengajar disertai dengan jiwa yang pasrah, ikhlas, pikiran tenang, hati yang bahagia, semua ujian tersebut pasti akan berlalu.

Covid-19 adalah suatu penyakit menular yang yang menyerang sistem pernapasan manusia.  Covid-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan,batuk, dan demam. Namun ada juga orang yang terpapar Covid-19 tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu. Namun ia tetap berpotensi menularkan virus tersebut kepada orang lain.  

Untuk mencegah penularan virus Corona, kita disarankan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sehingga stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas meningkat. Mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, juga disarankan.  Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting,

Meskipun sudah melakukan pencegahan tersebut, potensi tertular virus mungkin terjadi. Jika sudah terpapar, maka orang yang bersangkutan harus melakukan isolasi. Isolasi adalah menjauhkan diri dari orang- orang yang dicintai dan disayangi.  Isolasi tersebut bisa dilakukan di rumah sendiri atau di mana saja yang tujuannya menghindari untuk penyebaran virus tersebut.

Selama isolasi pasti akan menjadi hari yang menjenuhkan. Sebab kita akan tinggal di  ruang kamar sendirian.   

Namun demikian, semuanya harus dijalani dengan semangat. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, terpapar Covid-19 tanpa gejala, dan harus melakukan isolasi, cara penyembuhannya adalah dengan menjaga semangat, membahagiakan hati, isi waktu dengan ibadah, dan kegiatan yang berguna. Semua itu akan memicu meningkatnya imun tubuh yang dapat mempercepat penyembuhan.

Baca Juga:  Praktik Baik Medi Aminah: Mengatasi Kenakalan Ardan dan Halil di Masa PTM Terbatas

Tetap Beraktivitas Mengajar

Saya sendiri sebagai guru yang mempunyai tanggung jawab secara moril mencerdaskan anak bangsa, harus tetap semangat memberi pengajaran pada anak-anak. Tidak mungkin saya membiarkan mereka tidak belajar. Tentu saja sistem pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran jarak jauh. Dan metode yang saya gunakan adalah pembelajaran metode Jigsaw.

Jika Anda sedang menjalani masa isolasi mandiri, sistem pembelajaran bisa melalui WhatsApp Group. Ajak anak – anak masuk kelas tersebut. Meskipun penyampaian secara online, ucapkan salam, ucapan salam literasi pagi. Ajak mereka berdoa terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai. Tetap ingatkan untuk mematahui protokol kesehatan. Dan jangan lupa suruh anak-anak mengisi daftar hadir.

Ketika Anda mengajar dalam kondisi seperti itu, beri tahu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai bersama. Paparkan juga metode pembelajaran yang akan digunakan adalah metode Jigsaw.  Beritahu tahu mereka aturan mainnya.

Metode Jigsaw ini cukup efektif untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh. Anak bisa belajar bertanggung jawab, belajar menghargai pendapat orang lain, belajar dengan tutor sebaya. Hal itu  memungkinkan anak bisa saling berbagi ketika mempelajari materi.

Metode tersebut juga mendorong anak berani berbicara dan mengeluarkan pendapatnya. Siswa juga akan belajar beradaptasi, saling mengenal sesama.

Baca Juga:  Praktik Baik Ari Nurwantini: Menumbuhkan Jiwa Bisnis pada Peserta Didik

Langkah Penerapan Jingsaw

Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran metode Jigsaw yaitu:  guru menentukan tujuan pembelajaran kemudian menentukan materi apa yang akan dipelajari. Guru juga perlu menyiapkan skenario pembelajaran.

Selanjutnya, guru bisa membagi siswa yang heterogen menjadi beberapa kelompok inti. Setelah itu suruh siswa dalam kelompok inti untuk menentukan ketua dan menunjuk salah satu anggotanya untuk menjadi pakar dari materi yang diberikan guru. Masing-masing pakar dari kelompok berkumpul dan berdiskusi .

Dari diskusi tersebut para pakar setiap kelompok membuat catatan kemudian kembali kepada kelompok intinya masing-masing. Para pakar itu yang akan bertanggung jawab untuk memberi laporan atau memaparkan materi hasil diskusi.

Saat diskusi pakar berlangsung dengan sistem pembelajaran jarak jauh, para pakar tersebut boleh menggali informasi melalui internet atau bertanya kepada orang lain. Mereka juga boleh minta bantuan orang tuanya. Dan ketua kelompok pakar bisa bertanya langsung kepada guru jika ada masalah yang tidak dapat diatasi sendiri. Ketua pakar tersebut kemudian yang akan menjelaskan kepada anggotanya. Dengan begitu maka akan terbangun komunikasi tiga arah yang sangat bermanfaat.

Akhirnya, metode Jigsaw menurut saya  efektif digunakan sebagai metode pembelajaran bagi guru yang terpapar Covid-19. Dengan metode tersebut, guru masih tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Dan dengan terus berkegiatan, guru yang terpapar tidak akan merasa terkucilkan. Dia tetap bebas beraktivitas mengajar dan beribadah walaupun dalam ruang yang terisolasi.

Ditulis oleh: Hj. Sri Heryanti, M.Pd.

Share :

Baca Juga

pendidikan karakter religius

Opini

Pembentukan Karakter Religius Siswa dengan Pembacaan Al-Qur’an

Opini

Menghemat Sumber Daya Alam dengan Mengajak Siswa Peduli Lingkungan
menjaga motivasi guru

Opini

Menjaga Motivasi Guru di Masa Pandemi
meningkatkan minat baca anak

Opini

The Magic of Read Aloud
kenaikan pangkat

Opini

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan Peran Guru

Opini

Urgensi Video sebagai Media Pembelajaran Daring untuk Pelajaran Praktik
equations written on blackboard

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Purwaizati
tes bakat

Opini

Perlukah Anak Mengikuti Bimbel di Masa Pandemi Ini?