Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan Peran Guru

- Editor

Jumat, 18 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Erna Wurjanti, S.Pd.

Guru SMP Negeri 15 Malang

 

Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia nyaris tak terbendung. Kemudian virus Covid-19 bertransformasi menjadi pandemi, memaksa manusia membatasi ruang gerak. Protokol kesehatan dan pembatasan sosial harus diterapkan untuk memutus rantai penyebarannya. Lembaga pendidikan formal dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar tatap muka di ruang kelas sangat merasakan imbasnya. 

Sejumlah program dan agenda kemudian dipetakan dan dijalankan untuk menjamin keselamatan guru dan peserta didik. Pasalnya, pembelajaran harus tetap berjalan dalam kondisi apapun. Maka pemerintah memutuskan agar pembelajaran tetap berlangsung, kegiatan belajar dapat dilakukan dari rumah dengan platform pembelajaran jarak jauh.

Selama pembelajaran jarak jauh ini, proses pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk peserta didik tidak boleh terlalu dibebani tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Tetapi lebih diutamakan pada pendidikan kecakapan hidup. Target capaian belajar dari rumah adalah memberikan pembelajaran yang bermakna. 

Guru wajib memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik tanpa membebani dengan tugas dan pekerjaan rumah yang menumpuk. Intinya, bukan menuntut peserta didik menguasai di bidang akademik dan mengasah ketajaman kognitif semata, tetapi memperhalus karakter serta perkembangan kecakapan hidup (life skill).

Tugas, aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan akses internet dan fasilitas belajar di rumah. Oleh sebab itu, keterampilan, kreativitas guru dalam mengimplementasikan strategi, metode, dan teknik pembelajaran sangat dibutuhkan. Pada prinsipnya mengedepankan  bahwa belajar itu sangat menyenangkan (enjoyful learning).

Tentu saja, dalam mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh, berdasarkan pengalaman di lapangan, terdapat beberapa kendala. Ada keluhan terkait jaringan internet yang masih belum menjangkau tempat tinggal peserta didik. Selain itu, terjadi keterbatasan peserta didik dalam mengakses internet karena harga paket data yang tak terjangkau. Bahkan penguasaan teknologi oleh guru dan peserta didik juga menjadi variabel kendala yang cukup signifikan. 

Tambahan lagi masalah orang tua peserta didik yang ikut repot membimbing anaknya mengerjakan tugas. Sehingga penilaian pada peserta didik dalam pembelajaran di tengah pandemi kurang akurat. 

Itulah tantangan yang harus dihadapi oleh guru selama pembelajaran di masa pandemi. Tapi bagaimanapun, seorang guru harus tetap dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para peserta didiknya. Sebab, guru mempunyai peranan penting sebagai penentu mutu pendidikan karena berhadapan langsung dengan para peserta didik dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas atau dalam pembelajaran jarak jauh. 

Peran Guru

Dalam menjalankan tugas profesional, seorang guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Seorang guru harus menguasai kompetensi dan mengetahui hak serta kewajibannya sehingga ia bisa menjadi sosok guru yang profesional. Sebagai profesi profesional, guru dituntut memiliki keahlian khusus meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial. 

Sebagai fasilitator, guru berperan untuk memberikan pelayanan yang baik serta memberi kemudahan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai pengelola pembelajaran, guru mempunyai peran menciptakan iklim belajar yang  nyaman melalui pengelolaan kelas. Untuk itu, guru wajib mampu merencanakan tujuan pembelajaran, mengorganisir berbagai sumber belajar, memimpin, dan mengawasi kegiatan pembelajaran. 

Sebagai demonstrator, guru memiliki peran penting untuk mempertunjukkan kepada peserta didik tentang segala sesuatu yang dapat membuat peserta didik lebih mengerti dan paham terhadap pesan atau informasi belajar yang disampaikan. Guru juga berperan sebagai teladan bagi peserta didik.

Kemudian sebagai pembimbing, guru harus membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi dan mendampingi perkembangan mereka.  Sehingga dengan demikian, harapan setiap orang tua siswa dapat terwujud yakni dengan berkembangnya peserta didik yang siap menghadapi tantangan kehidupan. Menjaga, mengarahkan, membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat serta bakatnya juga menjadi tugas seorang guru.

Guru berperan juga sebagai penilai yakni bertugas mengumpulkan informasi setiap proses pembelajaran yang telah dilakukan para peserta didik. Dengan melakukan penilaian, maka guru akan mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.  

Di masa pandemi ini, agar tidak ada siswa yang tertinggal atau merasa ditinggal saat pembelajaran, Kemendikbud sigap memperbaharui kebijakannya untuk menjawab kendala dan keluhan masyarakat.  Seperti yang kita ketahui bahwa Kemendikbud memfasilitasi program belajar dari rumah berupa Rumah Belajar. Rumah Belajar ini merupakan layanan pembelajaran daring yang disediakan Kemendikbud secara gratis. Terdapat fitur-fitur utama dalam platform tersebut seperti Sumber Belajar, Buku Sekolah Elektronik, Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, dan lain sebagainya. 

Kemudian untuk mengatasi kesulitan pembelajaran daring ada juga laman Guru Berbagi di website Kemendikbud. Laman tersebut merupakan gerakan gotong royong selama pemberlakuan kebijakan belajar dari rumah berlangsung sebagai wujud kolaborasi pemerintah, guru, penggerak pendidikan dan komunitas untuk bersama berbagi ide dan praktik baik melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan (RPP). 

Kalangan swasta pun tak mau ketinggalan. Banyak di antaranya yang menggratiskan layanan pembelajaran daring dan patut diacungi jempol sebagai respon tanggung jawab sosial mereka.  Dan pemerintah sendiri telah mengumumkan beberapa mitra swasta yang bekerja sama dalam memberikan layanan pembelajaran daring, di antaranya yaitu Google for Education, Kelas Pintar, dan Ruang Guru. Itu adalah di antara mitra layanan pembelajaran daring yang memberikan akses belajar online secara gratis.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru

PPG Angkatan 1 Kemenag Resmi Dibuka pada 15 Mei 2023, Kuota untuk 6.300 Guru Madrasah

News

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB