Home / News

Selasa, 12 April 2022 - 23:52 WIB

Model Asesmen Kurikulum Merdeka Belajar

Model asesmen kurikulum merdeka memiliki beberapa model yang dapat pendidik implementasikan dalam proses pembelajaran, yang meliputi asesmen dignostik, asesmen formatif, dan juga asesmen sumatif. Berikut merupakan deskripsi model-model dari asesmen pada kurikulum merdeka belajar yang dapat menjadi referensi bacaan bagi pendidik.

1. Model Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnostik merupakan asesmen kurikulum merdeka yang secara spesifik berguna dalam rangka melakukan identifikasi terhadap kompetensi, kekuatan, dan juga kelemahan peserta didik, sehingga pendidik dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kompetensi dan juga kondisi dari peserta didik.

Peserta didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara khusus. Pada implementasinya, salah satu model asesmen kurikulum merdeka ini, bisa pendidik selenggarakan pada awal tahun ajaran, kemudian pada awal lingkup materi, pada awal pembelajaran, ataupun sebelum menyusun pembelajaran secara mandiri.

Model asesmen diagnostik terdiri dari asesmen diagnostik non kognitif yang bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologi dan sosial emosi peserta didik, gaya belajar, aktivitas peserta didik selama belajar dirumah, serta kondisi keluarga peserta didik.

Selanjutnya terdapat asesmen diagnostik kognitif yang bertujuan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi peserta didik, menyesuaikan pembelajaran dikelas dengan kom petensi rata-rata peserta didik, memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan pada peserta didik yang nilainya berada pada rata-rata bawah.

Dalam penyusunannya, asesmen diagnostik memiliki beberapa teknik yang meliputi tes terlulis, wawancara, observasi, dan juga praktik. Instrumen asesmen dignostik terdiri dari instrumen soal tes tertulis, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan juga pedoman penilaian praktik.

Baca Juga:  Mengenal Dokumentasi Jurnal Projek untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila

2. Model Asesmen Formatif

Metode penilaian digunakan untuk menilai pemahaman siswa, kebutuhan belajar, dan kemajuan dalam proses pembelajaran. Penilaian formatif memantau pembelajaran siswa dan memberikan umpan balik yang teratur dan berkelanjutan. Bagi siswa, penilaian formatif bertujuan untuk membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan untuk pengembangan.

Bagi guru dan sekolah, penilaian formatif dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang tantangan yang dihadapi siswa selama pembelajaran berbasis proyek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan. Penilaian formatif dapat diberikan oleh guru, teman atau diri sendiri.

Model asesmen formatif pada kurikulum merdeka belajar berguna bagi pendidik dalam hal mengawasi pembelajaran dari peserta didik, memastikan perkembangan peserta didik, serta mengecek pemahaman peserta didik.

Selain bermanfaat bagi pendidik, model asesmen ini juga bermanfaat bagi peserta didik dalam hal melakukan evaluasi pembelajaran terhadap diri sendiri, membangun pengetahuan, melakukan identifikasi kekuatan serta kelemahan, juga dapat meningkatkan kemampuan diri.

3. Model Asesmen Sumatif

Metode evaluasi atau asesmen kurikulum merdeka ini dapat pendidik lakukan pada akhir pelajaran. Penilaian sumatif seringkali dinilai tinggi karena mempengaruhi nilai akhir siswa, sehingga siswa sering diberikan preferensi daripada penilaian formal.

Umpan balik dari penilaian akhir (ringkasan) ini dapat digunakan untuk mengukur kemajuan siswa untuk memandu guru dan sekolah dalam merancang kegiatan mereka untuk proyek berikutnya.

Manfaat model asesmen kurikulum merdeka belajar yang berupa asesmen sumatif dapat bermanfaat bagi pendidik yang meliputi membantu pendidik dalam melakukan pengukuran terkait apakah peserta didik telah memenuhi capaian pembelajaran ataupun sejauh mana peserta didik telah mencapai akhir dari unit pembelajaran, kemudian juga dapat meningkatkan proses pembelajaran selanjutnya.

Asesmen sumatif juga berguna pada peserta didik, yakni dalam hal memahami performa di akhir unit pembelajaran, memahami apakah dirinya sudah memenuhi capaian pembelajaran dan sejauh mana sudah mencapai akhir dalam unit pembelajaran.

Untuk memahami lebih lanjut terkait kurikulum merdeka, anda dapat mengikuti workshop dengan judul Strategi Kemandirian Sekolah untuk Implementasi Kurikulum Merdeka, pada tanggal 18-25 April 2022 mendatang. Bersama narasumber hebat e-Guru.id yakni bapak Marjito, S.Pd.

Registrasi harga khusus bagi peserta non member atau umum Rp. 99.000 saja, dan bagi member e-Guru.id hanya dengan Rp. 89.000. Harga Khusus berlaku sampai tanggal 14 April 2022. Transfer biaya Pendaftaran pada nomor rekening: 0158622716 (BNI) An. Heri Triluqman Budi Santoso. Daftar sekarang sebelum harga naik!

Hubungi admin untuk dibantu mendaftar
wa.me/6289514780087 (Idha)
wa.me/6285161610200 (Lidiyah)

-Lan-

Baca Juga:  Gratis! Download Materi Seminar Nasional Desain dan Implementasi Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan
https://bit.ly/HK_Strategi_Kurikulum
https://bit.ly/HK_Strategi_Kurikulum


Share :

Baca Juga

Karya Inovatif

Inilah Contoh Jenis Karya Inovatif untuk Syarat Kenaikan Pangkat Guru

News

Simak Ketentuan PPDB SD Tahun 2022 Sesuai Pemendikbud No 1 Tahun 2021

News

Perpanjangan Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2022 untuk DAK Fisik 2023

News

Strategi Mengembangkan Modul Projek Kurikulum Merdeka
https://naikpangkat.com/materi-pertemuan-ketiga-pelatihan-penilaian-interaktif-dan-koreksi-jawaban-ujian-secara-mudah-gratis-32jp--scanning-jawaban-ujian-tatap-muka-dengan-zipgrade/

News

2 Fitur Zoom yang Memudahkan Proses Pembelajaran Online
media pembelajaran online

News

Tips Menggunakan WhatsApp untuk Pembelajaran Online
cara membuat animasi

News

Langkah Membuat Game Edukasi Menggunakan Word Wall

News

Kepala Sekolah dan Guru Wajib Tahu! Perubahan – Perubahan Pendidikan yang Dilakukan Kemdikbud dari RPP hingga Dana BOS