Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

- Editor

Selasa, 6 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Pemenuhan Hak pendidikan anak adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik pada usia anak secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1

Sekolah Ramah Anak merupakan jembatan untuk mewujudkan tujuan, harapan, dan amanah pendidikan nasional.

Sekolah Ramah Anak ( SRA ) dapat berupa satuan pendidikan formal maupun non formal yang aman, bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

Jadi tak perlu diragukan lagi bahwa Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab.

Prinsip Sekolah Ramah Anak

Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan dalam sekolah ramah anak di antaranya:

Non diskriminasi, semua hak yang terkandung dalam Konvensi Hak Anak diberlakukan kepada setiap anak tanpa ada pengecualian.

Kepentingan terbaik bagi anak, semua tindakan yang menyangkut anak, maka yang terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama.

Hak  hidup, kelangsungan Hidup, dan Pperkembangan, hak hidup yang melekat pada diri setiap anak harus diakui dan dijamin.

Menghargai pandangan anak, hal-hal yang menyangkut kehidupan anak perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan.

Unsur-Unsur Pendukung Sekolah Ramah Anak

Keluarga, keluarga adalah pusat pendidikan utama dan pertama bagi anak. Berawal dari keluarga pendidikan didapatkan anak-anak.  Bagaimana bentuk pendidikan dalam keluarga itulah yang dicerminkan anak-anak.

Sekolah, sekolah merupakan motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi anak dalam mencapai impian dan cita-cita serta masa depannya.

Masyarakat, memiliki peran hal yang tak kalah pentingnya dalam menumbuhkan karakter dan kepribadian siswa. Masyarakat di mana anak dibesarkan sangat andil dalam membentuk generasi bangsa yang nantinya akan berkecimpung langsung dengan masyarakatnya.

Program dan Inovasi  yang Dapat Mendukung Sekolah Ramah Anak

Ada beberapa program berbasis sekolah dan inovasi yang dapat  mendukung Sekolah Ramah Anak:

1.    Proses Pengajaran Menerapkan Disiplin Positif

2.    Pangan jajan Sehat/Kantin kejujuran

3.    Menjaga kebersihan dan kesehatan/UKS

4.    Cinta lingkungan sekolah

5.    Bebas dari Rokok dan NAPZA

6.    Sekolah Insan Cendekia

7.    Sapras Sekolah Aman

Aspek-aspek Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak

Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak  tidak dapat lepas dari beberapa aspek berikut:

Program sekolah, yang sesuai visi, misi ,RAPBS, serta  harapan pembelajaran.

Lingkungan sekolah, yang aman, nyaman, dan kondusif.

Sarana dan Prasarana, yang menunjang, memfasilitasi untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Sekolah Bebas dari Kekerasan Fisik.  Misalnya, guru tak lagi menggunakan kayu atau rotan untuk menggertak siswa. Atau menggunakan kata-kata yang membunuh  karakter siswa, menjatuhkan siswa. Namun dalam memberi peringatan beralih ke penggunaan kata-kata yang positif dan membangun. Sehingga siswa merasa nyaman, punya sahabat belajar dan teman diskusi untuk menyelesaikan masalah mereka.

Pembelajaran Kreatif. Para pendidik perlu kreatif dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran. Dengan begitu siswa akan aktif dalam menuangkan ide serta gagasan mereka. Penggunaan waktu belajar juga akan efektif karena didukung dengan sarana prasarana yang memadai. Semua itu dapat  meningkatkan minat belajar siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi yang diraih siswa sekaligus  menjadi pribadi yang  mempunyai budi pekerti yang luhur dan tinggi.

Kerjasama antara keluarga dan sekolah dalam hal ini orang tua siswa, serta masyarakat, sangat menentukan untuk terwujudnya Sekolah Ramah Anak. Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dalam hal ini.

Ditulis oleh: Rita Astuti, S.Pd.

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru