Menumbuhkan Sifat Cinta Lingkungan Bagi Siswa

- Editor

Jumat, 3 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya menumbuhkan sifat cinta lingkungan perlu dilakukan, karena kerusakan lingkungan dan perubahan iklim terus terjadi. Pada 9 Agustus 2021 lalu Sekjen PBB Antonio Guterres bahkan memperingatkan seluruh dunia termasuk Indonesia dengan kode merah. Bahwa tanpa perubahan kebiasaan dan tanpa pengurangan emisi karbon dioksida, 20 tahun kedepan pemanasan global beresiko tidak dapat dikendalikan.

Dalam pencegahan risiko tersebut, tentu perlu dilakukan berbagai hal termasuk menanamkan konsep cinta lingkungan ke dalam pendidikan sebagaimana yang termuat dalam Education for Sustainable Development (ESD).

Upaya menanamkan konsep cinta lingkungan ke dalam pendidikan, memungkinkan terciptanya kesadaran, sikap, dan nilai-nilai siswa yang lebih mengarah pada kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Diantara cara menumbuhkan sifat cinta lingkungan di sekolah yaitu pertama dengan menambahkan dalam mata pelajaran di sekolah. Penambahan ini dapat berupa materi pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan bahaya dari kerusakan lingkungan. Penambahan konsep ini, merupakan cara untuk memberikan kepahaman dan tuntunan bagi siswa tentang bagaimana menginternalisasikan konsep tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran aktif yang memungkinkan siswa untuk mempraktikan langsung. Sehingga proses pemahaman konsep cinta terhadap lingkungan melalui mata pelajaran akan berjalan dengan efektif.

Kedua, menumbuhkan konsep cinta terhadap lingkungan bisa melalui penerapan budaya sekolah. Budaya sekolah merupakan cerminan dari sekolah yang menunjukkan bagaimana suasana lingkungan sekolah itu sendiri. Perwujudan konsep ini dalam budaya sekolah dapat berupa perancangan program-program atau kegiatan, fasilitas sekolah, serta penerapan peraturan yang mendukung kelestarian lingkungan.

Program yang mendukung kelestarian lingkungan dapat berupa penerapan zero waste dan eco school di lingkungan sekolah. Zero waste adalah program pengurangan sampah yang dapat dimulai dengan pengurangan penggunaan plastik di kantin-kantin sekolah, penganjuran kepada siswa membawa botol minum, serta pendaurulangan sampah yang di hasilkan di lingkungan sekolah.

Sedangkan program eco school dapat diterapkan dengan kebiasaan-kebiasaan kecil seperti mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu di lingkungan sekolah.

Melalui budaya sekolah yang mendukung kelestarian lingkungan tersebut, maka perlahan siswa akan terbantu untuk terbiasa berperilaku sesuai dengan karakter yang diharapkan. Dimulai dari hal-hal kecil tersebut, diharapkan siswa akan memiliki sifat cinta lingkungan yang terbawa hingga dewasa kelak.

Ketiga, dengan mengembangkan kesehatan lingkungan sekolah. Memperhatikan kesehatan lingkungan, berarti juga menjaga kelestarian lingkungan. Upaya mengembangkan kesehatan lingkungan sekolah diantaranya adalah dengan menjadikan sekolah sebagai kawasan bebas rokok, pengurangan penggunaan bungkus sterofom pada kantin, pengelolaan sampah dengan pemilahan sesuai jenisnya, dan lain sebagainya.

Demikian beberapa upaya dalam menumbuhkan sifat cinta lingkungan bagi siswa di sekolah. Siswa perlu untuk memiliki sifat cinta lingkungan demi menjaga keberlangsungan hidup di masa depan. Dan agar kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab juga dapat teratasi. Sebuah perubahan besar tentu dimulai dari perubahan-perubahan kecil di sekitar.

Menjelaskan konsep cinta lingkungan akan lebih mudah melaui media pembelajaran animasi. Yuk ikuti “Pelatihan Membuat Video Pembelajan Animasi Menggunakan Power Point”. Klik LINK INI untuk mendaftar.

Penulis : Agriantika Fallent

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis