Meningkatkan Kebugaran Jasmani Siswa di Masa Pandemi Covid-19

- Editor

Jumat, 4 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Dra. Khurun ‘In, MM

Guru di SMA Negeri 5 Surabaya

Dalam upaya untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik di masa pandemi Covid-19 ini, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan perlu menugaskan kepada siswa untuk membuat program latihan kebugaran jasmani dan melaksanakannya dengan baik, benar, serta terukur. Kemudian melaporkannya dalam bentuk portofolio. Program tersebut harus mengacu pada kompetensi dasar dengan mempraktikkan aktivitas kebugaran jasmani yang meliputi latihan kekuatan, ketangkasan, kecepatan, daya tahan, dan kelenturan . 

Muhajir (2006:58) mengatakan bahwa manfaat melakukan latihan kebugaran di antaranya adalah sebagai berikut :

1.     Dapat membakar lemak yang berlebihan di tubuh, meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, memperbaiki penampilan karena setiap gerakan dibuat untuk menguatkan, mengencangkan dan membentuk otot di beberapa bagian tubuh tertentu antara lain pinggul, paha, pinggang, perut, dada, lengan, kaki, dan lain-lain. 

2.     Jika berlatih dengan intensitas tinggi dapat menjadi program untuk menjaga berat badan. 

3.     Mencegah berbagai macam penyakit yang dapat menyerang tubuh karena sistem imun tubuh akan terbentuk dengan baik. 

4.     Meningkatkan kelenturan, keseimbangan, koordinasi, kelincahan, daya tahan, dan sanggup melakukan kegiatan-kegiatan atau olahraga lainnya. 

Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan secara sistematis. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh. Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secara cermat, berulang-ulang dengan meningkatkan beban latihannya kemungkinan akan dapat meningkatkan kesegaran jasmani. 

Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Maksudnya setelah seseorang melakukan kegiatan atau suatu aktivitas, masih mempunyai cukup semangat dan tenaga. 

Untuk memperoleh kesegaran jasmani yang baik, harus melatih semua komponen dasar kebugaran jasmani yang terdiri dari ketahanan jantung, peredaran darah dan pernapasan;  ketahanan otot; kekuatan otot; dan kelenturan tubuh. 

Aktivitas olahraga tersebut harus dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup. Intensitas latihan yang dilakukan dapat dipantau melalui penghitungan denyut nadi dengan cara meraba pergelangan tangan dengan tiga jari tengah yang lain. Hitung denyut nadi selama 15 detik, dan hasilnya dikalikan empat. 

Contoh, untuk anak yang berusia 17 tahun, harus melakukan latihan sehingga denyut nadi mencapai lebih 143 denyut/menit dan tidak melampaui 172 denyut/menit. Apabila waktu melakukan latihan denyut nadi tidak mencapai 143 denyut/menit maka latihan kurang bermanfaat untuk memperbaiki kesegaran jasmani. Sedangkan apabila melampaui 172, dapat membahayakan kesehatan.  

Nah, upaya untuk meningkatkan kesegaran jasmani peserta didik di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini sangat penting, ketika pembelajaran lebih banyak dilakukan secara daring. Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus mampu membuat program latihan kebugaran seperti yang tertuang di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mempraktikkan aktivitas kebugaran yang meliputi latihan kekuatan, ketangkasan, kecepatan, daya tahan, dan kelenturan .

Untuk mengetahui atau menganalisis tingkat keberhasilan program tersebut, setiap usai satu kali latihan dilaksanakan evaluasi berupa tes penghitungan denyut nadi. Kemudian dilaporkan dalam bentuk portofolio.

Laporan tersebut dapat disusun sesuai dengan menuliskan nama, kelas, usia, hari atau tanggal pelaksanaan, jenis latihan, intensitas latihan, menghitung denyut nadi sebelum dan sesudah latihan, serta menyertakan foto atau video ketika siswa sedang latihan.

Dalam setiap pekan, peserta didik dapat dijadwalkan berlatih minimal tiga kali dengan intensitas latihan minimal 15 menit. Bentuk dan jenis latihan dapat disesuaikan dengan program yang telah disusun. Kemudian laporan dari siswa nantinya dapat dikirim melalui Google Drive untuk dianalisis dan dinilai oleh guru. 

Harapannya, peserta didik yang memiliki kesegaran jasmani yang baik akan dapat meningkatkan stamina dan kekebalan tubuhnya sehingga akan terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus termasuk virus Corona. 

Selain itu, orang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik akan dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik. Dengan kata lain, prestasi belajar peserta didik dapat meningkat karena prestasi merupakan keterpaduan antara kegiatan kerja mental, fisik, serta interaksi dengan lingkungan. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru