Mengenal Filosofis Merdeka Belajar yang Wajib Guru Tahu!

- Editor

Rabu, 8 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsep Merdeka belajar yang diusung oleh Nadiem Makarim, sejak pertama kali menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang baru. Konsep Merdeka Belajar merupakan paling tepat digunakan sebagai filosofi perubahan. Karena konsep Merdeka Belajar sangat tepat dengan situasi sekarang ini. Sebab dalam konsep Merdeka Belajar terdapat kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran.

Sayangnya, semenjak konsep Merdeka Belajar diperkenalkan hingga sekarang ini. Masih ditemukan orang tua dan guru yang kebingungan akan arti “Merdeka Belajar” atau bisa dibilang terjadi miskonsepsi.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Nadiem Makarin mengatakan, “Sebenarnya sampai hari ini saya cukup sering mendengar kebingungan di antara para orang tua dan guru tentang esensi Merdeka Belajar,”.

Tambahannya, “Ada yang mengira kemerdekaan di sini berarti kebebasan untuk melakukan apapun. Bebas mau belajar atau tidak, bebas mau mengerjakan tugas atau tidak”.

Lalu, sebenarnya apa esensi dari Merdeka Belajar yang diusung oleh Nadiem Makarim? Dan mengapa konsep Merdeka Belajar menjadi solusi bagi Pendidikan Indonesia masa kini?

Menjawab hal tersebut, perlu bagi Bapak dan Ibu Guru untuk mengetahui filosofi dari konsep Merdeka Belajar yang bertujuan memahami esensi dari konsep Merdeka Belajar. Supaya Bapak dan Ibu Guru dapat melaksanakan ataupun mewujudkan konsep Merdeka Belajar yang diharapkan bersama.

Apa Esensi dari konsep Merdeka Belajar yang sebenarnya?

Tentunya, Nadiem membuat program dan kebijakan “Merdeka Belajar” bukan tanpa alasan. Pak Menteri sendiri menjelaskan mengapa memilih konsep “Merdeka Belajar” sebagai program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena konsep “Merdeka Belajar” memiliki dua filosofis yakni hal pertama terinspirasi dari filsafat Ki Hadjar Dewantara dan mengenai dua konsep yakni kemerdekaan dan kemandirian. kemandirian dan kemerdekaan juga merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan dan sudah termasuk esensi dari filsafat pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara.

Merdeka Belajar merupakan filosofi yang mendasari proses sekaligus tujuan jangka panjang pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara (KHD), Bapak Pendidikan Indonesia, menyatakan bahwa kemerdekaan adalah tujuan pendidikan sekaligus paradigma pendidikan yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.  

Beliau menekankan berulang kali tentang kemerdekaan belajar.  ‘’…kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu “dipelopori”, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetap biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri…” Ki Hadjar Dewantara (buku Peringatan Taman-Siswa 30 Tahun, 1922-1952).

Menurut Ki Hadjar Dewantara menambahkan, jika kemerdekaan bukan sekedar kebebasan hidup. Namun, yang paling utama dari kemerdekaan adalah kemampuan untuk “hidup dengan kekuatan sendiri, menuju ke arah tertib-damai serta selamat dan bahagia, berdasarkan kesusilaan hidup manusia”. Maksudnya, makna merdeka dalam merdeka belajar adalah kemampuan dan keberdayaan individu untuk mencapai kebahagiaan. Jadi, individu yang memiliki kemampuan mengambil keputusan yang bijaksana akan mempu membuat keputusan serta tindakan yang membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi dirinya, masa depannya, dan orang-orang lain di sekitarnya

Perlu diingat, kemerdekaan atau kebebasan memiliki tiga macam sifat oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu: berdiri sendiri (zelfstanding), tidak tidak bergantung pada orang lain (onafhankelijk) dan dapat mengatur dirinya sendiri (vrijheld, zelfbeschikking). Pernyataan tersebut menyiratkan adanya kemandirian dan upaya untuk selalu memerdekakan diri merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses pendidikan. Dengan demikian Merdeka Belajar bukanlah satu kebijakan. Tidak sepatutnya Merdeka Belajar hanya dituangkan dalam satu kebijakan saja. Sebaliknya, Merdeka Belajar harusnya melandasi seluruh kebijakan pendidikan baik di tingkat nasional, maupun di konteks yang mikro, yaitu di ruang-ruang kelas hingga keluarga.

Selain itu, secara filosofis merdeka belajar memiliki relevansi dengan landasan pendidikan humanisme, konstruktivisme dan progresivistme. Humanisme merupakan kebebasan, pilihan personal dalam mengaktualisasikan diri mengembangkan  potensi,  berfungsi  dan bermakna bagi lingkunganya. Konstruktivisme adalah kemerdekaan   dalam menggali dan mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan siswa. Sedangkan, Progresivisme menekankan kemerdekaan guru untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi siswa.

Implikasi dari filosofi yang telah dijelaskan diatas, sangat erat dengan konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), pembelajaran mandiri (self-regulated learning), dan pola pikir berkembang (growth mindset).

Sejujurnya, Merdeka Belajar sendiri bukan konsep baru. Lalu mengapa sekarang baru ramai? Karena Kemendikbud Ristek kembali menguatkan pesan yang begitu mendalam ini. Ramainya Merdeka Belajar ini merupakan suatu hal yang positif. Mengingatkan betapa relevannya diskursus tentang kemerdekaan dalam belajar di konteks Indonesia saat ini.

Nah, Bagi Bapak dan Ibu Guru yang masih bingung tentang esensi dari konsep Merdeka Belajar. Ada kabar gembira nih untuk Bapak/Ibu. Bapak dan Ibu berkesempatan GRATIS untuk mengikuti seminar dengan tema Filosofi Pendidikan Yang Memerdekakan Siswa” yang di selenggarakan oleh e-Guru.id.

Pemateri oleh Diana Earlyana Lesmana, S.Pd.I sebagai Instruktur e-Guru.id.

Pelaksanaan seminar akan diselenggarakan pada Sabtu tanggal 11 Desember 2021 pada pukul 15.00 WIB – Selesai.

Tentunya, Bapak dan Ibu Guru mendapatkan fasilitas diantaranya

  1. Sertifikat 4JP Bernama
  2. Seminar Kit (Surat Undangan, Materi, Rekap Daftar Hadir)
  3. Prioritas Masuk Zoom

CARA PENDAFTARAN :
Daftar melalui link pendaftaran di bawah ini :

https://bit.ly/seminar_merdeka

Gak perlu pikir panjang, yuk langsung saja ikuti seminar!!

Ingin dibantu mendaftar?
Hubungi CS kami:
📲 http://wa.me/6285641020385
(Admin Navida)

Berita Terkait

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024
Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!
Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024
Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024
2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru
Pertama Kali Terjadi, Cek Info GTK Ada Kabar Bahagia Untuk Guru Sertifikasi
Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Berita ini 430 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:59 WIB

Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:25 WIB

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:08 WIB

Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:18 WIB

2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Berita Terbaru

Edutainment

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Kamis, 22 Feb 2024 - 10:25 WIB