Karakteristik Kurikulum Prototipe untuk Jenjang SMA/SMK

- Editor

Sabtu, 25 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran Kurikulum Prototipe sebagai kurikulum untuk pembelajaran setelah pandemi merupakan suatu upaya untuk mendukung pembelajaran yang lebih optimal bagi para peserta didik. Penerapan Kurikulum Prototipe memang disarankan bagi tiap satuan pendidikan, hal tersebut berarti bahwa kurikulum ini tidak dapat dipaksakan karena sifatnya yang tidak wajib.

Di samping itu, untuk tiap satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Prototipe tersebut maka harus memahami dengan baik bagaimana karakteristik utama dari Kurikulum Prototipe. Kemudian, memahami karakteristik khusus Kurikulum Prototipe bagi masing-masing jenjang pendidikan juga tidak kalah penting. 

Nah, khusus dalam artikel kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai karakteristik Kurikulum Prototipe bagi jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat. Silakan langsung disimak ulasannya. 

Karakteristik Kurikulum Prototipe di SMA

Fleksibel

Karakteristik Kurikulum Prototipe yang pertama untuk jenjang SMA adalah sifatnya yang lebih fleksibel. Hal tersebut diwujudkan demi mendukung minat belajar peserta didik yang tentunya tetap disesuaikan dengan pilihan pada level mata pelajaran (bukan program peminatan/ penjurusan).

Penentuan Mata Pelajaran

Berkaitan dengan penentuan mata pelajaran, hal tersebut dapat dilakukan pada saat siswa duduk di kelas 10. Pada tingkat ini, siswa dapat menyiapkan diri agar mampu menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11. Untuk jenis mata pelajaran yang dipelajari di kelas 10 ini tidak jauh berbeda dengan mata pelajaran di SMP.

Kelompok Mapel Wajib

Setelah masuk ke kelas 11 dan 12, barulah peserta didik mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mapel Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Pembelajaran Berbasis Proyek

Untuk pelaksanaan pembelajaran berbasis projek di tingkat SMA dapat  dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran. Di tingkat SMA, pembelajaran berbasis projek dapat dilakukan pelajar dengan menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan. Tentu, dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari tujuan untuk penguatan profil Pelajar Pancasila.

Karakteristik Kurikulum Prototipe di SMK

Keterlibatan Dunia Kerja 

Salah satu karakteristik yang paling membedakan antara Kurikulum Prototipe yang dilakukan di SMA dan di SMK adalah dalam hal keterlibatan dunia kerja. Untuk pendidikan di SMK, dunia kerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran.

Struktur Pembelajaran Sederhana

Karakteristik berikutnya adalah adanya struktur yang lebih sederhana dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat pada dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%.

Pemilihan Mata Pelajaran 

Selain memilih mata pelajaran yang linier dengan program keahlian siswa, mereka juga diberi keleluasaan untuk dapat  dapat memilih mata pelajaran lain di luar program keahliannya.

Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek 

Pembelajaran berbasis proyek di SMK dapat dilakukan dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait. Adapun alokasi waktu untuk pembelajaran berbasis proyek tersebut dapat disesuaikan secara khusus. Tentu dengan tetap mempertimbangkan tujuan penguatan profil pancasila dan budaya kerja. Di samping itu alokasi waktu juga perlu disesuaikan dengan waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Nah, itulah terkait karakteristik Kurikulum Prototipe untuk jenjang SMA/SMK yang perlu dipahami. Apakah sekarang Anda sudah memahaminya?

Jangan lewatkan diklat GRATIS 40 JP: Semangat Kiprah Pendidik Menyongsong Kebijakan Kurikulum Baru! Silakan melakukan pendaftaran melalui link atau klik pada poster berikut ini: 

Prosedur Pendaftaran

  1. Gabung channel Guru Era Digital: LINK
  2. Subscribe Channel Youtube e-Guru TV: LINK
  3. Share info ini ke 5 grup pendidik
  4. Isi formulir pendaftaran berikut: LINK

Berita Terkait

Catat Pengumuman Penting Dirjen Nunuk Persiapan PPG Daljab 2024 Tanggal 21 Juni 2024 Jangan Lewatkan!
Ini Langkah Selanjutnya Setelah Menyelesaikan Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG Daljab 2024
Kabar Gembira dari Bu Nunuk: Tidak Ada Prioritas PPPK 2024, Semua Guru Honorer Bisa Daftar PPPK 2024
Cara Menambahkan Riwayat Pendidikan Formal Secara Mandiri di PTK Datadik untuk Pemutakhiran Data
Pengumuman dari Kemendikbud, Guru dan Kepala Sekolah Sertifikasi dan Non Sertifikasi Wajib Bersiap Tanggal 14 Juni 2024
CATAT! Hal Mendesak, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Gagal Ikut PPG Daljab 2024
Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025 untuk TK Sesuai Peraturan Kemendikbud Terbaru
Perlu Waspada! Guru Passing Grade P1 Berpotensi Tergeser oleh Guru Sekolah Negeri di Seleksi PPPK 2024
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 09:55 WIB

Catat Pengumuman Penting Dirjen Nunuk Persiapan PPG Daljab 2024 Tanggal 21 Juni 2024 Jangan Lewatkan!

Sabtu, 15 Juni 2024 - 11:09 WIB

Ini Langkah Selanjutnya Setelah Menyelesaikan Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG Daljab 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:00 WIB

Kabar Gembira dari Bu Nunuk: Tidak Ada Prioritas PPPK 2024, Semua Guru Honorer Bisa Daftar PPPK 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:09 WIB

Cara Menambahkan Riwayat Pendidikan Formal Secara Mandiri di PTK Datadik untuk Pemutakhiran Data

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:23 WIB

CATAT! Hal Mendesak, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Gagal Ikut PPG Daljab 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:35 WIB

Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025 untuk TK Sesuai Peraturan Kemendikbud Terbaru

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:58 WIB

Perlu Waspada! Guru Passing Grade P1 Berpotensi Tergeser oleh Guru Sekolah Negeri di Seleksi PPPK 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 09:30 WIB

Kemendikbud Umumkan Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru 2024/2025

Berita Terbaru