Kabar Terbaru Kemdikbud Tentang Capaian Merdeka Belajar Selama Pandemi

- Editor

Selasa, 17 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan merdeka belajar selama pandemi covid-19 masih terus dijalankan meskipun pelaksanaannya hanya sebagai opsi dari adanya kurikulum baru. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa pada pelaksanaan Merdeka Belajar terdapat pancapaian pada pemulihan dan kebangkitan di bidang pendidikan.

Hal tersebut merupakan sebuah bukti bahwa rakyat Indonesia sangat tangguh dari semua tantangan. Karena rakyat Indonesia tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek terus melakukan berbagai terobosan dalam program Merdeka Belajar yang menghasilkan perubahan positif hingga tahun ketiga pandemi. Capaian tersebut sudah diketahui oleh semua orang di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia tetapi juga sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

Kemendikbudristek berhasil menghadirkan Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk membantu guru dan siswa menjalankan proses belajar mengajar di masa Pandemi COVID-19 yang berdampak pada hilangnya sebagian proses pembelajaran.

Keunggulan Kurikulum Merdeka dalam penerapan kegiatan pembelajaran yakni pertama, lebih sederhana dan mendalam karena pelaksanaan kurikulum tersebut hanya berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.

Kedua, tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena peserta didik tidak diwajibkan ada program peminatan di SMA. Sehingga peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

Sedangkan bagi guru, dengan penerapan Kurikulum Merdeka ini guru dapat mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik dan sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Keunggulan lain dari penerapan Kurikulum Merdeka ini yakni lebih relevan dan interaktif, yang mana pembelajaran melalui kegiatan projek akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. 

Satuan pendidikan dapat memilih tiga opsi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023. Pertama dengan menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.

Kedua, yakni dengan menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan. Ketiga, menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar. Sehingga dengan menerapkan Merdeka Belajar, maka tidak akan ada pemaksaan penerapan (Kurikulum Merdeka) selama dua tahun ke depan.

Di sisi lain, saat ini lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia akan menerapkan Kurikulum Merdeka untuk membantu proses pembelajaran. Penerapan Kurikulum Merdeka tersebut telah didukung melalui penyediaan beragam perangkat ajar serta pelatihan dan penyediaan sumber belajar guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan.

Perubahan struktur mata pelajaran akibat penerapan Kurikulum Merdeka tidak akan merugikan guru karena semua guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sekalipun proses pembelajaran masih menggunakan Kurikulum 2013.

Kelebihan dari penerapan Kurikulum Merdeka ini yakni adanya proyek tertentu yang harus dilakukan oleh siswa sehingga dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya mengeksplorasi diri. Selain itu, kurikulum ini juga lebih interaktif dan relevan pada perkembangan zaman.

Sedangkan kelemahan dari penerapan Kurikulum Merdeka yakni persiapan penggunaan kurikulum ini dinilai masih belum matang. Hal tersebut dapat di lihat dari masih kurangnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melaksanakan kurikulum tersebut.

Daftarkan Diri Anda dan Jadilah Member e-Guru.id. Tingkatkan Pengetahuan Serta Kemampuan Anda Supaya Dapat Menjadi Pendidik Yang Hebat dan Dapatkan Berbagai Macam Pelatihan Gratis Serta Berbagai Bonus Lainnya. Daftar Sekarang dan Dapatkan Diskon Hingga 50%

DAFTAR SEKARANG

Penulis : (EYN)

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis