Inilah Karakteristik Kurikulum Prototipe untuk Jenjang SMP dan Pendidikan SLB!

- Editor

Selasa, 28 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum Prototipe merupakan kurikulum yang disarankan (tidak diwajibkan) oleh pemerintah untuk diterapkan pada satuan pendidikan. Penerapan Kurikulum Prototipe ini dimaksudkan sebagai jembatan untuk mempermudah proses pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Sehingga, dalam penerapannya, penting untuk disesuaikan dengan masing-masing jenjang pendidikan.

Di samping karakteristik utamanya, terdapat karakteristik khusus dalam penerapan Kurikulum Prototipe pada masing-masing jenjang dan satuan pendidikan. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai karakteristik Kurikulum Prototipe untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan untuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Silakan disimak ulasannya berikut ini.

Karakteristik Kurikulum Prototipe di SMP

Untuk jenjang SMP, karakteristik Kurikulum Prototipe secara spesifik memuat 3 hal berikut ini:

· Mata Pelajaran Informatika Wajib

Karakteristik yang pertama dapat dilihat dari kewajiban mengikuti mata pelajaran Informatika bagi seluruh siswa. Alasan diwajibkannya mata pelajaran ini pada Kurikulum Prototipe adalah agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan dengan perkembangan teknologi digital. Mengingat bahwa kecakapan terhadap internet dan literasi digital merupakan bekal yang akan sangat berguna bagi para peserta didik di masa yang akan datang.

· Panduan Mata Pelajaran Informatika yang Komprehensif

Karakteristik berikutnya masih berkaitan dengan mata pelajaran Informatika. Dalam Kurikulum Prototipe, tenaga pengajar atau guru yang membawakan mata pelajaran Informatika tidak selalu berlatar belakang pendidikan yang linier. Baik guru senior, guru pemula, atau guru dengan latar pendidikan yang berbeda memiliki kesempatan yang sama untuk mengajarkan mata pelajaran Informatika, dengan catatan bahwa satuan pendidikan harus memiliki panduan mata pelajaran Informatika yang komprehensif dan aplikatif. 

· Pembelajaran Berbasis Proyek

Karakteristik berikutnya adalah dalam hal pembelajaran berbasis proyek. Di jenjang pendidikan SMP, pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan minimal sebanyak 3 kali dalam satu tahun ajaran. Hal tersebut penting untuk dilakukan demi menguatkan profil Pelajar Pancasila. 

Karakteristik Kurikulum Prototipe di SLB

Pendidikan khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB) juga dapat menerapkan Kurikulum Prototipe. Namun, capaian pembelajaran SLB yang dibuat dalam Kurikulum Prototipe hanya ditunjukkan pada mereka yang memiliki hambatan intelektual.

Sedangkan untuk para pelajar SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual apapun, capaian pembelajarannya adalah disamakan dengan jenjang sekolah regular yang sederajat. Hal tersebut berlaku dengan tetap menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.

Sehingga, dalam pendidikan khusus atau SLB, para pelajar juga diharapkan dapat melakukan pembelajaran dengan berbasis proyek sehingga dapat dicapai aspek penguatan Pelajar Pancasila. Penerapan pembelajaran berbasis projek tersebut dapat dilakukan dengan mengambil tema-tema yang sama dengan sekolah reguler. 

Sehingga pada akhirnya, pelajar yang menempuh pendidikan di SLB dapat meraih pendalaman materi dan aktivitas yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya masing-masing.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024
Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!
Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024
Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024
2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru
Pertama Kali Terjadi, Cek Info GTK Ada Kabar Bahagia Untuk Guru Sertifikasi
Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:59 WIB

Respon Pengurus Besar PGRI Tentang e- Kinerja Guru di PMM : Guru Merasa Terbebani!

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:25 WIB

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:08 WIB

Perhatian untuk Guru! Kemenag Keluarkan Pengumuman Penting Pelaksanaan UAMBN dan UN 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:18 WIB

2 Kabar Gembira Terealisasi Bulan Maret untuk Guru Sertifikasi maupun Non Sertifikasi Tentang Tunjangan hingga Gaji Guru

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Berita Terbaru

Edutainment

Peran Penting Guru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024

Kamis, 22 Feb 2024 - 10:25 WIB