Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19

- Editor

Rabu, 22 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Dra.Sri Herlina, M.Pd.

Guru di SMAN 24 Bandung

Pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu proses terjadinya interaksi antara pendidik dengan peserta didik melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk kegiatan, yakni kegiatan belajar siswa dengan kegiatan mengajar guru. 

Saat ini proses pembelajaran di Indonesia tidak signifikan lagi, karena Indonesia sedang terbelenggu pandemi Covid-19. Sehingga proses pembelajaran dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak jauh. 

Pandemi Covid-19 secara langsung telah mengubah tatanan dunia, termasuk pada dunia pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 24 Maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dalam surat tersebut dikatakan bahwa proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 

1.     Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. 

2.     Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. 

3.     Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. 

4.     Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif. 

Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 dapat disimpulkan bahwa dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 proses pembelajaran daring atau di rumah harus memperhatikan beberapa ketentuan di atas agar terciptanya pembelajaran yang bermakna, tidak membebani peserta didik, memperhatikan kondisi, mempertimbangkan akses/fasilitas belajar di rumah dan memberikan umpan balik yang tepat pada peserta didik.

Pembelajaran secara daring ini dianggap menjadi jalan keluar terbaik sehingga proses belajar mengajar di semua jenjang pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya di tengah pandemi Covid-19, dan tetap melibatkan para guru, dosen, dan murid. Bahkan melibatkan orang tua murid untuk melakukan pemantauan.

Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh ini diharapkan tetap memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dalam rangka pengembangan bakat dan minat berdasarkan masing-masing jenjang pendidikan. Guna mencapai hal tersebut perlu dibangunnya sinergisitas antara civitas akademik dan orang tua siswa, kurikulum yang sesuai, serta jaringan telekomunikasi yang stabil sehingga proses pembelajaran daring dapat dilakukan dengan baik dan efektif serta tanpa hambatan yang berarti.

Pada dasarnya Pembelajaran Jarak Jauh merupakan metode di mana peserta didik dengan pengajar berada di lokasi yang berbeda, sehingga diperlukan sistem telekomunikasi yang interaktif untuk dapat terhubung satu dengan lainnya. Sehingga dengan sistem pembelajaran seperti ini, peran teknologi sangatlah dibutuhkan, mengingat pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Selain itu pendidik dan peserta didik dituntut harus melek atau mampu mengoperasionalkan teknologi.

Interaksi dalam Pembelajaran Jarak Jauh tentunya berbeda dengan interaksi yang dilakukan secara tatap muka. Sholosser dan Anderson (1994) dengan mengacu kepada teori Desmon Keegan, menerangkan dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh, guru harus mampu menciptakan interaksi belajar mengajar yang sesungguhnya tidak ada (abstrak) tetapi mewujudkannya seperti seolah-olah peserta didik  dan pendidik berada di suatu ruangan yang sama. 

Bagaimanapun, pembelajaran Jarak Jauh ini tetap memerlukan interaksi yang tinggi antara pendidik dan peserta didik, sekalipun di wilayah terpencil. Manfaat interaksi ini akan membuat Pembelajaran Jarak Jauh memperbolehkan peserta didik untuk mendengar dan mungkin melihat pendidik, sebagaimana keharusan pendidik untuk menjawab pertanyaan atau komentar dari para peserta didik. 

Berbagai media pembelajaran dapat digunakan oleh pendidik untuk menciptakan interaksi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Terdapat sejumlah platform yang menyediakan berbagai metode mengajar online baik yang berbayar maupun yang free. Beberapa platform tersebut misalnya, Mentimeter, Slido, Padlet, Kahoot, Quizizz, Quizlet, Quipper, Seesaw dan sebagainya. Semuanya menawarkan pembelajaran interaktif secara online. 

Jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka, Pembelajaran Jarak Jauh memiliki sejumlah keunggulan. Misalnya, guru bebas memutuskan kapan dan di mana akan belajar. Untuk mengaplikasikan proses Pembelajaran Jarak Jauh agar lebih efektif ada beberapa tips yang perlu diperhatikan di antaranya menjadikan teknologi pendidikan sebagai asisten,  berinteraksi dengan siswa-siswa, memberikan umpan balik secara rutin, dan melakukan evaluasi bersama guru lain. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai
Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses
Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:50 WIB

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:28 WIB

Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Berita Terbaru

Komponen Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Komponen Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Sabtu, 13 Jul 2024 - 18:16 WIB

Panduan Lengkap Menyusun Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Panduan Lengkap Menyusun Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Sabtu, 13 Jul 2024 - 12:00 WIB

Langkah - Langkah Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Kurikulum Pendidikan

Langkah – Langkah Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Jumat, 12 Jul 2024 - 14:38 WIB