Home / News

Sabtu, 19 Februari 2022 - 14:50 WIB

Diklat Ini Gratis dan Bersertifikat 40 JP, Guru Wajib Daftar Sebelum Kuota Peserta Penuh!

Kurikulum Merdeka – Diklat gratis bersertifikat 40 JP ini merupakan diklat yang diselenggarakan oleh e-Guru Id secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Kegiatan diklat gratis ini akan dilaksanakan mulai tanggal 23-26 februari 2022 pukul 13.30 WIB melalui zoom meeting, grup telegram, dan siaran langsung di youtube.

Diklat nasional kali ini berjudul “Dampak Besar Kurikulum Merdeka dalam Fleksibilitas Pembelajaran” dan akan diisi oleh:

  • Prof. Dr. Haryono, M.Psi. (Guru Besar Universitas Negeri Semarang)
  • Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom. (Google Certified Trainer)
  • Harna Yulistiyarini., M.Pd. (Instruktur e-Guru.id)
  • Dr. Luluk Elyana, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ivet)

Pada webinar kali ini guru akan belajar berbagai hal tentang bagaimana flesibilitas pembelajaran di Kurikulum Merdeka. Dengan mengikuti kegiatan diklat ini, peserta diharapkan dapat lebih mengetahui dampak dari Kurikulum Merdeka terhadap pembelajaran.

Kerangka Kurikulum Merdeka

Kerangka kurikulum yan diterapkan di sekolah penggerak telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Dalam hal ini Pemerintah berperan menyiapkan:

  • Profil Pelajar Pancasila. Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan asesmen.
  • Struktur kurikulum. Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran.
  • Capaian Pembelajaran (CP). Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  • Prinsip pembelajaran dan asesmen. Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Adapun komponen yang dapat dikembangkan di satuan pendidikan melalui Kurikulum Merdeka adalah:

  1. Kurikulum operasional. Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru
  2. Perangkat Ajar. Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru

Kompetensi dan karakter yang dijabarkan dalam Profil Pelajar Pancasila dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.

Struktur kurikulum menjadi dasar perancangan pembelajaran intrakurikuler dan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kapasitas dan karakteristik peserta didik masing-masing.

Prinsip-Prinsip Pembelajaran di Kurikulum Merdeka

1. Mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik

Pembelajaran di Kurikulum Merdeka hendaknya dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam. Sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Baca Juga:  Wajib Simak Cara Isi Survei Lingkungan Belajar Agustus 2022

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam prinsip pembelajaran yang pertama ini adalah sebagai berikut.

  • Melakukan analisis terhadap kondisi, latar belakang, tahap perkembangan dan pencapaian peserta didik sebelumnya dan melakukan pemetaan;
  • Melihat tahap perkembangan sebagai kontinum yang berkelanjutan sebagai dasar merancang pembelajaran dan asesmen;
  • Menganalisis lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang dimiliki peserta didik, pendidik dan sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran;
  • Menurunkan alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik; dan
  • Melihat segala sesuatu dari sudut pandang peserta didik.

Berikut hal-hal yang perlu ditinggalkan dalam prinsip pembelajaran ini.

  • Langsung menerapkan modul ajar tanpa melihat kebutuhan peserta didik;
  • Mengabaikan tahap perkembangan maupun pengetahuan yang dimiliki peserta didik sebelumnya;
  • Menyamaratakan metode pembelajaran;
  • Melihat segala sesuatu dari kepentingan pejabat sekolah atau pendidik;
  • Pembelajaran terlalu sulit sehingga menurunkan motivasi peserta didik; serta
  • Pembelajaran terlalu mudah sehingga tidak menantang dan membosankan.

2. Membangun kapasitas peserta didik

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berikut hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang pendidik.

  • Mempertimbangkan berbagai stimulus yang bisa digunakan dalam pembelajaran;
  • Memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna;
  • Pembelajaran yang sarat dengan umpan balik dari pendidik dan peserta didik ke peserta didik; dan
  • Pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan menggunakan kekuatan bertanya, dengan memberikan pertanyaan yang membangun pemahaman bermakna.

Dengan demikian, maka hal yang perlu ditinggalkan adalah; (1) pendidik hanya selalu memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas, (2) memberikan pertanyaan selalu dalam bentuk soal dan dinilai benar atau salah, tanpa umpan balik, dan (3) memberikan porsi paling banyak pada asesmen sumatif atau ujian/ tes akhir.

3. Dukungan perkembangan kompetensi dan karakter

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. Guru atau pendidik hendaknya melakukan hal-hal berikut.

  • Menggunakan berbagai metode pembelajaran mutakhir yang mendukung terjadinya perkembangan kompetensi seperti belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, berbasis tantangan, dan metode pembelajaran diferensiasi;
  • Melihat berbagai perspektif yang mendukung kognitif, sosial emosi, dan spiritual; dan
  • Melihat profil Pancasila sebagai target tecermin pada peserta didi

Dalam upaya mengembangkan karakter kompetensi, seringkali guru melakukan hal-hal berikut ini yang sebetulnya seharus ditinggalkan.

  • Menggunakan satu metode yang itu-itu saja tanpa melakukan evaluasi terhadap metode yang digunakan;
  • Menggunakan hanya satu perspektif misalnya hanya melihat kemampuan kognitif peserta didik, tanpa melihat faktor lain seperti sosial, emosi, atau spiritual; serta
  • Melihat profil Pancasila sebagai sesuatu yang harus diajarkan dan dihafal.
Baca Juga:  Catat! Berikut Syarat dan Kriteria Pendaftaran CPNS dan PPPK Tahun 2022

4. Desain pembelajaran harus relevan

Pembelajaran yang relevan artinya pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra. Hendaknya guru sebagai pendidik di sekolah perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik peserta didik untuk belajar;
  • Melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik; dan
  • Memberdayakan masyarakat sekitar sebagai narasumber primer dan sekunder dalam proses pembelajaran.

Hal-hal yang perlu ditinggalkan oleh guru sebagai pendidik di Kurikulum Merdeka antara lain adalah sebagai berikut.

  • Pembelajaran dengan konteks yang tidak relevan dan tidak menarik untuk peserta didik;
  • Komunikasi dengan orang-tua perserta didik satu arah, dan hanya menagih tugas;
  • Interaksi dengan peserta didik hanya memberikan dan menagih tugas; dan
  • Peserta didik tidak punya akses langsung untuk terlibat ataupun melibatkan masyarakat setempat.

5. Orientasi pembelajaran

Pembelajaran di Kurikulum Merdeka ini haruslah berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan, tidak lagi berorientasi pada masa kini, dan singkat. Dengan demikian, hendaknya guru melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Umpan balik yang terus-menerus dari pendidik untuk peserta didik maupun dari peserta didik untuk peserta didik;
  • Pembelajaran yang membangun pemahaman bermakna dengan memberi dukungan lebih banyak di awal untuk kemudian perlahan melepas sedikit demi sedikit dukungan tersebut untuk akhirnya menjadi pelajar yang mandiri dan merdeka;
  • Pendidik melakukan berbagai inovasi terhadap metode dan strategi pengajarannya; dan
  • Mengajarkan keterampilan abad 21

Sedangkan hal-hal yang harus ditinggalkan oleh guru sebagai pengajar di kelas adalah sebagai berikut.

  • Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhi;
  • Pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama; serta
  • Hanya mengetes atau menilai keterampilan abad 21 tanpa mengajarkan keterampilannya.

Segera daftarkan diri Anda di Diklat Nasional Gratis 40 JP: Dampak Besar Kurikulum Merdeka dalam Fleksibilitas Pembelajaran yang akan dilaksanakan mulai rabu-sabtu, tanggal 23-26 Februari 2022 Pukul 13:30 WIB. Setiap peserta mendapatkan sertifikat 40JP lho!

Tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga sebelum pendaftaran ditutup!

Klik disini untuk mendaftar!

Klik disini untuk mendaftar!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
08988960600 (Ika)
085877765318 (Laily)

Share :

Baca Juga

News

Waspada! Ini Kategori Guru Yang Terancam Diberhentikan Tunjangannya

News

Peserta PPPK Passing Grade Bisa Lulus tanpa Tes 

News

Kelebihan Pembelajaran Menggunakan Quizizz yang Harus Diketahui
Learning Management System

News

Guru Wajib Tahu, Kunci Keberhasilan Blanded Learning

News

Mengenal MOOCs Sebagai Solusi Meningkatkan Mutu Pendidikan
https://naikpangkat.com/100-gratis-dikla…urikulum-merdeka/

Advertorial

[100% GRATIS] Diklat 32JP Kurikulum Merdeka
cara menyusun rpp kurikulum 2013

News

Menakinisme Penyusunan Kalender Pendidikan

News

Cara Membuat Game Edukasi di PowerPoint