Cara Meningkatkan Literasi Anak untuk Songsong Peradaban Gemilang

- Editor

Rabu, 29 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernahkah Anda mendengar bahwa peradaban besar itu dilihat dari para pemudanya? Ya, slogan inilah yang menjadi penyemangat negeri untuk terus berkreasi dan melanjutkan inovasi termasuk dalam menyusun berbagai program untuk meningkatkan literasi anak. 

Mengapa meningkatkan literasi anak sangatlah penting? Karena semakin hebat anak dalam berliterasi, hal ini akan sebanding lurus dengan kemampuannya dalam memaknai kehidupan hari ini. 

Lantas, bagaimana caranya sekolah maupun orang tua untuk tetap meningkatkan kemampuan literasi?

Sebelum membahas tentang beberapa tips untuk meningkatkan literasi anak sangat penting bagi umat untuk memahami makna literasi. 

Menurut WEF (World Economic Forum) makna literasi yakni suatu proses di mana terjadi penyatuan dalam pembentukan makna yang manusia pelajari dan digunakan untuk berkomunikasi.

Materinya tentu tak hanya berkaitan dengan bacaan saja, bisa berupa lagu bahkan divisualisasikan dalam bentuk gambar. 

Menurut survey terkait rangking literasi di Indonesia, ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Indonesia masih menduduki tempat di bawah bersama beberapa negara lainnya. Dengan wilayah geografi dan penduduk yang cukup padat, tentu hal ini sangatlah mengkhawatirkan. 

Maka dari itu, sangat penting adanya sinergitas baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara umum untuk meningkatkan literasi. 

3 Cara Tingkatkan Literasi Anak

Berikut beberapa tips yang dapat sekolah dan keluarga lakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi :

1.   Berbagi Cerita saat Makan Bersama

Salah satu upaya yang dapat meningkatkan kemampuan literasi yakni dengan sering membagikan cerita ketika sedang melakukan makan bersama. Aktivitas ini bisa dilakukan baik saat di sekolah maupun ketika sedang berada di rumah. 

Saat di sekolah, biasanya program sederhana ini bisa diawali oleh wali kelas. Misalnya saling berbagi cerita tentang pengalaman liburan atau mengobrol tentang pelajaran. 

2.   Bermain Permainan Literasi

Selain upaya di atas, anak–anak juga bisa diajak untuk melakukan permainan literasi. Tentu permainan ini juga harus disesuaikan dengan jenjang sang anak. 

Misalnya, jika masih di jenjang level bawah maka bisa diajak bermain susun balok alfabet. 

Level naik satu tingkat, bisa diajak permainan mewarnai serta perhitungan sederhana. Bisa juga dengan mengajak sang anak melakukan permainan sains sederhana baik secara virtual maupun offline.

Kendati permainan tersebut tidaklah melalui proses membaca, namun jika ditilik lebih lanjut permainan ini menjadikan anak berproses untuk memahami cara bermain secara detail.

3.   Melibatkan Anak dalam Aktivitas Berunsur Literasi

Selain kedua upaya di atas, cobalah untuk melibatkan anak–anak dalam berbagai aktivitas yang menggunakan kemampuan literasi. 

Misalnya jika di sekolah, anak–anak bisa diajarkan untuk melakukan program Business Day. Mereka akan belajar banyak hal terkait dengan literasi. 

Misalnya merangkai kata–kata untuk melakukan promosi penjualan sekaligus berusaha untuk memvisualisasikan dagangan agar terlihat menarik. 

Jika sedang bersama keluarga, anak perlu diajak untuk berbelanja dengan cara memberi mereka list belanjaan yang ada. 

Libatkan anak dalam proses jual beli sehingga ia mampu berinteraksi dengan para penjual. 

Nah, demikian ulasan mengenai cara meningkatkan literasi anak. Semoga ulasan artikel ini dapat menjadi referensi bacaan bagi seluruh elemen yang ada baik dari kalangan sekolah maupun keluarga tentang urgensitas peningkatan kemampuan literasi. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024
Siap-Siap Pindah Tugas, Kemenag Serahkan 505 SK untuk Guru
Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!
KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS
2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024
Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:20 WIB

Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:32 WIB

KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:42 WIB

2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:05 WIB

Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:21 WIB

Ada 1 Syarat Tambahan Baru untuk Pencairan Tunjangan Profesi Guru, Guru Wajib Bersiap!

Berita Terbaru