Home / Opini

Sabtu, 4 September 2021 - 04:44 WIB

Apakah Para Guru Sudah Kompeten Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh?

Ketika pertama kali mendengar istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya sebagai guru merasa ragu.  Cita-cita ini rasanya terlalu idealis untuk dilakukan. Mengingat kondisi pendidikan nasional yang sangat beragam.

Kemudian saya berefleksi dan bertanya kepada diri sendiri, “Bukankah memang dibutuhkan program pendidikan yang idealis, agar peserta didik menerima pendidikan dengan kualitas terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang serba berubah?”

Barangkali dari pemikiran seperti inilah akhirnya saya semangat meningkatkan kompetensi dan berinovasi serta menyelami ‘budaya’ pembelajaran jarak jauh untuk menciptakan peserta didik yang memiliki pola pikir yang senantiasa berkembang.

Lantas bagaimana cara meningkatkan kompetensi guru agar dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang efektif? 

Inovasi merupakan adalah faktor pertama dalam kesuksesan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Para pendidik dituntut untuk mengeksplorasi dan menerapkan berbagai macam teori, pendekatan, dan prinsip desain pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang inovatif bagi peserta didiknya. Oleh karena itu, guru perlu melakukan refleksi secara terus-menerus terhadap praktik mengajarnya. Serta menerapkan dan mengembangkan model-model pembelajaran terkini, seperti penggunaan media  Google Classroom, penerapan model belajar blended learning, dan model pembelajaran daring.

Selain itu, guru juga perlu mengoptimalkan gawai yang telah dimiliki peserta didik, atau yang telah disediakan bagi mereka untuk menciptakan pembelajaran inovatif, aktif, dan mendalam.

Faktor kedua, pembelajaran jarak jauh perlu menjadi budaya belajar siswa masa kini. Agar guru dapat menyajikan pembelajaran jarak jauh yang berkualitas bagi peserta didik, guru dituntut untuk senantiasa belajar dari dan dengan pendidik lainnya. Guru juga harus tidak takut untuk menjelajah dan bereksperimen dengan metode-metode pembelajaran yang menjanjikan dan yang telah terbukti efektivitasnya.

Untuk mewujudkan budaya belajar tersebut, pendidik juga perlu untuk terlibat aktif dalam jejaring profesinya, baik di lingkup lokal maupun global, serta selalu memperbarui pengetahuannya terkait hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pendidikan.

Peran guru yang utama dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh adalah mengembangkan konten pembelajaran. Untuk melakukannya, pendidik tentu saja harus berpikir bahwa konten pembelajaran tersebut nantinya akan disampaikan secara daring sehingga harus dibuat seefektif mungkin. Kemudian guru juga perlu untuk menentukan komponen konten pembelajaran tersebut, mempertimbangkan dan memperhatikan konten-konten pembelajaran yang sudah ada dan terakhir mengembangkannya.

Keterampilan-keterampilan yang berkenaan dengan artistik dan teknis diperlukan agar dapat menyusun sendiri konten pembelajaran tersebut. Keterampilan tersebut dapat dimulai dari belajar keterampilan sederhana dalam menggunakan perangkat lunak pengolah data sampai mengkonversinya ke dalam konten digital. Untung sekali saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat mempermudah melakukan hal-hal tersebut. Google Classroom, Edmodo, dan Schoology bisa dimanfaatkan untuk membangun sistem manajemen pembelajaran atau learning management system (LMS).

Kemudian untuk dapat membuat video pembelajaran, guru dapat menggunakan berbagai aplikasi seperti Active Presenter, Camtasia, atau Bandicam. Sedangkan Edpuzzle bisa dimanfaatkan untuk membuat video yang interaktif. Jika ingin membuat media presentasi yang menarik dapat memanfaatkan Prezi atau Powtoon.

Sebenarnya banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Untuk membuat kuis dan penilaian online, dapat menggunakan Kahoot, Quizizz atau Socrative.

Kompetensi prasyarat sebaiknya perlu dilakukan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran jarak jauh. Sebuah lembaga pelatihan e-Guru.id telah membahas beberapa rekomendasi desain pembelajaran jarak jauh dengan memandang pengajaran sebagai proses interaksi antar pelaku pembelajaran. Interaksi yang dimediasi oleh teknologi ini perlu didesain dengan matang dan diimplementasikan dengan berpatokan pada kebutuhan peserta didik.

Ruang-ruang inovasi masih sangat terbuka lebar dalam desain dan implementasi pembelajaran jarak jauh. Demikian juga dengan ruang belajar untuk terus memperbaiki sistem pengajaran. Masih luasnya ruang inovasi dalam pembelajaran inilah yang memerdekakan guru untuk terus mengamati, bertanya, mencoba dan menemukan bagaimana bentuk PJJ yang paling sesuai dengan konteks peserta didiknya.

e-Guru.id sangat bagus dan membantu sekali bagi guru yang ingin mengembangkan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara efektif. Di e-Guru.id para guru bisa saling berbagi pengalaman dengan pendidik lain dari seluruh Indonesia. Dan apa yang diberikan oleh e-Guru.id sangat sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Ditulis oleh Wiwiek Septiani, S.Pd  (Guru di SMA Negeri 1 Kajen, Kab. Pekalongan)

Share :

Baca Juga

sistem pembelajaran jarak jauh

Opini

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Belum Bisa Menggantikan Sekolah Tatap Muka
revolusi akhlak dengan puasa

Opini

Revolusi Akhlak dan Hal-Hal yang Membuat Puasa Sia-sia

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Sumini

Opini

Menjaga Asa Siswa dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi
pembelajaran open ended

Opini

Open-ended Learning: Jalan Menuju Keberhasilan AKM
fitrah manusia

Opini

Para Guru, Mari Belajar Menulis!

Opini

Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Soal-Soal Matematika
pembelajaran online

Opini

Nasib Buruk Guru Honorer dari Dulu sampai Saat Ini