Home / Opini

Kamis, 16 Desember 2021 - 23:02 WIB

ANBK: Jalan Menuju Peningkatan Mutu Pendidikan

Oleh Purwaizati,S.Pd

Guru di SMPN 3 Talang

Sistem pendidikan di Indonesia mengalami sedikit perubahan terkait dengan penilaian kompetensi mendatar peserta didik. Pada September 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Ujian Nasional (AN). Penilaian Kemampuan Minimum (AKM) merupakan salah satu instrumen penilaian untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 

Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau perkembangan mutu dari waktu ke waktu dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan. Misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antar daerah, atau pun kesenjangan antar kelompok berdasarkan atribut tertentu. 

Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Baca Juga:  Membangkitkan Minat Siswa Membaca Buku di Rumah

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik. Untuk tingkat SD yang mengikuti Asesmen Nasional adalah siswa kelas V, sedangkan untuk jenjang SMP adalah kelas VIII, dan tingkat SMA siswa kelas XI yang dipilih secara acak.

Jumlah peserta setiap SD 30 siswa dan untuk cadangan 5 siswa. Pada tingkat SMP peserta ANBK berjumlah 45 siswa dan 5 siswa cadangan. Begitu juga pada setiap SMA jumlah pesertanya 45 siswa dan 5 siswa cadangan. 

Untuk program kesetaraan, penilaian nasional dilakukan pada semua siswa di tahap akhir program pembelajaran. Selain siswa, guru dan kepala sekolah dari masing-masing satuan pendidikan juga mengikuti penilaian nasional. Informasi dari siswa, guru dan kepala sekolah diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap tentang proses pembelajaran dan kualitas hasil di setiap satuan pendidikan.

Baca Juga:  Gerbong Perubahan Menuju Pendidikan Era Digital

Komponen yang diujikan pada Asesmen Nasional ada 3 komponen. Pertama,  Asesmen Kompetensi Minimum yang bertujuan mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Kedua, Survei Karakter memiliki tujuan untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif. Ketiga, Survei Lingkungan Belajar, tujuannya mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Tujuan diberlakukannya AN adalah untuk menunjukkan pengembangan kompetensi dan karakter murid. Serta untuk mendapat gambaran tentang ciri-ciri esensial satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Dengan demikian, satuan pendidikan dan dinas dapat fokus pada sumber daya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Jadi dengan adanya program ANBK yang sudah dimulai pada Oktober 2021 diharapkan pemerintah akan dapat memperoleh pemetaan mutu pendidikan di seluruh Indonesia sehingga mutu pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia akan meningkat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Share :

Baca Juga

pendidikan karakter

Opini

Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa
orang tua idola anak

Opini

Menjadi Orang Tua Idola Anak
bahaya game online

Opini

Game Online: Ancaman Era Digital pada Dunia Pendidikan

Opini

Strategi Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan pada Anak Usia Dini tanpa Tekanan di Masa Pandemi Covid-19
pengaruh gadget pada siswa sekolah

Opini

Pengaruh Gadget pada Siswa di Masa Pandemi
https://naikpangkat.com/cara-ampuh-mengatasi-learning-loss/

Opini

Peran Keluarga dalam Membentuk Kepribadian Religius pada Anak
produktif di masa pensiun

Opini

Tetap Produktif dan Bahagia setelah Pensiun

Opini

Urgensi Pembelajaran Tatap Muka bagi Anak Usia Dini di Masa Pandemi