Tips Membuat Proposal Hibah untuk Penelitian Dosen

- Editor

Sabtu, 6 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tips membuat proposal hibah – Sebagai seorang dosen perlu untuk melakukan berbagai penelitian untuk menunjang keilmuannya. Untuk melakukan ini tentu perlu adanya dana dan ini bisa dilakukan dengan mengirimkan proposal. Untuk mendapatkannya sebuah proposal penelitian tersebut perlu dibuat yang menarik.

Untuk itu, dosen perlu mengetahui seperti apa tips terbaik agar proposalnya diterima oleh instansi terkait. Proses perolehan dana ini biasanya diajukan ke pihak kampus, lembaga atau instansi swasta. Jika proposal yang dibuat asal-asalan biasanya akan ditolak. 

Dan berikut ini adalah tips membuat proposal hibah  untuk mendapatkan dana hibah untuk sebuah penelitian yang akan dilakukan oleh dosen: 

Harus Sistematis

Dalam membuat proposal, Anda harus menyusunnya secara rapi dan juga sistematis per sub babnya. Penyusunan seperti ini sangatlah penting akan tidak membingungkan pihak instansi atau lembaga terkait ketika membaca proposal yang Anda buat. Dan penyusunan proposal yang sistematis membuat pihak terkait akan mampu memahami secara menyeluruh isi proposalnya.

Penyusunan proposal yang sistematis memang perlu analisis mendalam dan dibuat per sub bab. Tujuannya jelas agar Anda lebih fokus pada sub bab tersebut dalam proses penyusunannya. Sehingga, apa yang dijelaskan di dalamnya tersampaikan dengan baik kepada pihak lembaga atau instansi itu.

Anggaran Dana Rasional

Dalam membuat proposal, anggaran yang ada harus dibuat secara logis dan sangat rasional. Anggaran yang seperti ini membuat pihak terkait tidak berpikir lama untuk memberikan dana hibahnya. Tetapi jika proses penyusunannya tidak rasional maka pihak terkait penganggap dananya tidak digunakan untuk penelitian.

Anggaran rasional ini bisa dibuat dengan cara menjelaskan secara rinci dan apa saja yang benar-benar dibutuhkan. Hindari item-item yang dirasa tidak perlu dan tidak rasional dalam proses penyusunanya. Pihak terkait tidaklah bodoh karena mereka akan berpikir dan menganalisis dari setiap item di proposal itu.

Lagipula, penyusunan anggaran yang tidak rasional akan membuat penelitian ini tidak berjalan mulus. Karenanya dana yang didapatkan bukan dari jalan yang benar tetapi memakan harta bukan haknya.

Melakukan Editing

Setiap dosen yang sedang mencari dana hibah penelitian seringkali malas untuk melakukan editing pada proposalnya. Mereka lebih senang menulis lalu melakukan print out dan langsung memberikan ke lembaga terkait. Sebab, melakukan editing dianggap hal tidak perlu dan menyita waktu.

Padahal mengedit proposal sangatlah penting karena bisa mengoreksi di bagian mana tulisan yang kurang benar. Dari sana Anda akan mengetahui di bagian mana yang perlu diperbaiki serta perlu ada penambahan kata dan lain sebagainya. Jadi proposal yang akan diajukan sudah sesuai, sistematis, dan juga bisa punya peluang diterima.

Jadi dalam proses pengajuan dana hibah hal yang sangat krusial ini terletak pada penyusunan proposal. Jika pembahasannya mendalam, susunannya sistematis maka akan lebih mudah diterima. Jika sudah demikian maka proses penelitian akan berjalan lancar dan tidak pusing masalah dana. 

Dapatkan info terbaru dan ikuti seminar atau diklat untuk guru secara gratis yang dapat menunjang profesionalitas serta kompetensi dengan cara menjadi anggota e-Guru.id. Klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Marak Bullying, Jokowi Minta Kepsek dan Guru Lakukan Hal Ini!
Ternyata Guru Sertifikasi Berkesempatan Mendapatkan Double Tunjangan,Simak Penjelasannya!
Pencairan Rapelan Kenaikan Gaji Guru  Januari dan Februari 2024 belum Juga Dicairkan, Bagaimana Sistem Sebenarnya?
Pesan Presiden Jokowi untuk Semua Guru dan Kepala Sekolah Harus menjadi Perhatian Khusus
4 Hal Yang Harus Guru dan Kepala Sekolah Ketahui Jika Akan Mengubah Rencana Hasil Kinerja (RHK)
Guru Kesulitan Memenuhi 32 Poin Kinerja  dari Yang Sudah Direncanakan, Kemdikbud Siapkan Solusi Ini!
Jokowi Hadiri Kongres PGRI, Ketua PGRI Minta Hal Ini
Kabar Baik untuk Guru Usia Tinggi dan Guru Masa Kerja Lama dari Kemdikbud
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 13:17 WIB

Marak Bullying, Jokowi Minta Kepsek dan Guru Lakukan Hal Ini!

Senin, 4 Maret 2024 - 11:47 WIB

Ternyata Guru Sertifikasi Berkesempatan Mendapatkan Double Tunjangan,Simak Penjelasannya!

Senin, 4 Maret 2024 - 11:14 WIB

Pencairan Rapelan Kenaikan Gaji Guru  Januari dan Februari 2024 belum Juga Dicairkan, Bagaimana Sistem Sebenarnya?

Senin, 4 Maret 2024 - 10:28 WIB

Pesan Presiden Jokowi untuk Semua Guru dan Kepala Sekolah Harus menjadi Perhatian Khusus

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:57 WIB

4 Hal Yang Harus Guru dan Kepala Sekolah Ketahui Jika Akan Mengubah Rencana Hasil Kinerja (RHK)

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:16 WIB

Jokowi Hadiri Kongres PGRI, Ketua PGRI Minta Hal Ini

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:57 WIB

Kabar Baik untuk Guru Usia Tinggi dan Guru Masa Kerja Lama dari Kemdikbud

Jumat, 1 Maret 2024 - 12:35 WIB

Kabar Update TPG Guru Kemdikbud dan Guru Kemenag di Bulan Maret, Mulai Sinkronisasi Data?

Berita Terbaru