Strategi Kemendikbud Mengatasi Pendidikan Di Daerah Terpencil

- Editor

Rabu, 22 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi kemendikbud dalam mengatasi pemerataan pendidikan Indonesia masih menjadi kendala. Belum meratanya akses pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) menjadi permasalahan yang masih dihadapi Indonesia. Sementara pendidikan sendiri merupakan hak mendasar bagi seluruh warga negara.

Hak untuk memperoleh pendidikan tersebut telah diatur dalam kebijakan negara diantaranya Amandemen UUD 1945 dan Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (SPSN). Perintah tersebut diperkuat oleh UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN). Dalam Undang- Undang tersebut disebutkan bahwa setiap warga negara memiliki hal yang sama atas pendidikan.

Hal ini sejalan dengan program Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang menjadi andalan di kebinet ini, yaitu program Merdeka Belajar dan Sekolah Penggerak. Salah satu pilar utama dalam program Merdeka Belajar adalah memerikan akses dan kemudahan kualitas pendidikan terutama di daerah- daerah  yang paling membutuhkan.

Berikut merupakan Strategi Kemendikbud dalam mengatasi pendidikab di daerah terpencil, yaitu sebagai berikut :

1. Bantuan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Secara Langsung

Kebijakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Kemendikbud berjuang  untuk langsung di transfer kesekolah- sekolah daerah 3T ( tertinggal, terdepan, terluar ), karena banyak kasus terjadi penundaan- penundaan penerimaan dana BOS yang mengakibatkan sekolah harus memungut biaya dari orang tua.

Sehingga harapannya, dengan pemberian dana BOS melalui transfer kesekolah secara langsung dapat menghindari adanya penundaan bantuan dana Bos tersebut, sehingga nantinya kegiatan operasional sekolah dapat berjalan sesuai dengan semestinya.

2. Dana BOS Bervariasi Sesuai Karakteristik dan Kebutuhan Daerah

Sebelumnya besaran dana BOS yang diberikan untuk sekolah disamaratakan baik untuk daerah yang lebih makmur maupun untuk daerah yang belum makmur secara pendapatan. Namun, sekarang dirubah, bantuan dana BOS disesuaikan dengan indeks kemalahan di daerah tersebut, sebagai representasi dari pada kemalahan sisi produksi, distribusi, logistik yang setiap daerah berbeda. Dan biasanya Daerah 3T ( tertinggal, terdepan, terluar ) cenderung lebih mahal.

Sehingga nantinya dana BOS yang diterima di sekolah 3T akan mendapatkan pendanaan yang lebih banyak dibandingkan dengan pendanaan dana BOS di sekolah yang akses nya mudah dan cenderung murah.

3. Digitalisasi Sekolah

Program digitalisasi sekolah menjadi rencana dan program yang besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Memastikan bahwa dengan program digitalisasi sekolah, pada daerah 3T ( tertinggal, terdepan, terluar ) yang belum memiliki perangkat dan akses internet akan dipenuhi haknya, atau sudah memiliki akses internet tetapi belum memiliki perangkat nya, hal tersebut yang menjadi prioritas sebagai upaya penyetaraan pendidikan di Indonesia dan mensukseskan digitalisasi sekolah.

Demikian strategi yang akan dilakukan oleh Kemendikbud Ristek untuk Mengatasi pendidikan di daerah terpencil. Harapannya strategi kemdikbud dapat berjalan dengan lancar dan pemerataan pendidikan segera menemui jalan temunya.

e-Guru.id menyediakan program membership dengan satu kali membayar gratis pelatihan bersertifikat 32 JP setiap bulannya. Mari bergabung dengan 9000++ di seluruh wilayan Indonesia. DAFTAR SEKARANG

Ingin di bantu mendaftar ? hubungi 087719662338

Penulis : Rahma Ta’nisa

Berita Terkait

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024
Siap-Siap Pindah Tugas, Kemenag Serahkan 505 SK untuk Guru
Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!
KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS
2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024
Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru
Berita ini 4,041 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:20 WIB

Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:32 WIB

KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:42 WIB

2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:05 WIB

Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:21 WIB

Ada 1 Syarat Tambahan Baru untuk Pencairan Tunjangan Profesi Guru, Guru Wajib Bersiap!

Berita Terbaru