Home / Opini

Sabtu, 10 April 2021 - 09:39 WIB

Peran Orangtua dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19

Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi pada  tanggal 11 Maret 2020, pemerintah mengeluarkan Surat  Edaran Mendikbud No. 4 tahun 2020 yang menetapkan aturan belajar dari rumah (learn from home).  Kondisi ini bagi guru, orang tua, dan siswa sungguh tidak disangka dan  pemerintah harus mencari cara agar proses belajar tetap berjalan serta perkembangan anak  tetap optimal meskipun mereka tetap di rumah.  Dari keadaan inilah peran orang tua yang  ternyata sangat penting ketika anak mulai bersekolah di rumah. 

Pembelajaran daring memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ). Kondisi belajar seperti ini mengalami kesulitan karena jaringan internet yang tidak selalu stabil dan bahkan  di daerah tertentu sulit mendapatkan sinyal internet.  Dalam keadaan seperti ini, perlu ditegaskan kembali bahwa peran orang tua sangatlah penting.  

Apa yang  harus dilakukan  orang tua agar anak-anak semangat belajar  di rumah?  Orang tua perlu memberi motivasi dengan  mendorong minat belajar serta menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya belajar. Orang tua juga menjelaskan tujuan belajar untuk memberikan arah yang jelas  agar anaknya mau belajar dan menjelaskan manfaat  belajar yang mereka lakukan secara mandiri di rumah agar anak-anak lebih konsentrasi  dengan kesadaran untuk masa depan mereka .

Baca Juga:  Optimasi WhatsApp sebagai Media Pembelajaran

Selain itu orang tua harus siap memberikan fasilitas dengan menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menyenangkan yang  memungkinkan anak-anak betah tinggal di rumah. Orang tua juga harus menumbuhkan semangat kompetitif  yang sehat kepada anaknya dengan menanamkan semangat “belajar itu penting tapi kejujuran yang utama”.

Jika perlu orang tua juga dapat memberikan reward atau hadiah  untuk menghargai kerja keras mereka dengan mengajak refreshing  atau memberikan “surprise”. Sehingga anak-anak  menjadi senang karena perhatian orang tuanya.

Menurut Saroni Jamal ( 2011:110) lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat  proses pembelajaran dilaksanakan.  Belajar dengan sistem daring adalah memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan di mana dapat diakses melalui aplikasi – aplikasi yang  dapat menjadi media pembelajaran di masa pandemi.  

Lingkungan belajar anak di rumah sangat mempengaruhi keberhasilan proses belajar. Di sinilah peran orang tua dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sangat diperlukan . 

Lingkungan belajar siswa sendiri terbagi menjadi lingkungan fisik dan sosial. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang ada di sekitar siswa, yang berupa pengaturan  pencahayaan baik di rumah maupun di sekolah. Lingkungan sosial merupakan kerjasama dengan lingkungan sekolah dan masyarakat.

Baca Juga:  Lakukan Hal Positif sebagai Obat di tengah Kondisi yang Negatif!

Kebijakan belajar di rumah ini tidak hanya menuntut inovasi pembelajaran yang dilakukan guru. Juga dituntut peran orang tua secara maksimal dalam mendampingi dan memfasilitasi anaknya belajar. Intinya, peran guru dan orang tua  sangat penting dalam mendukung proses belajar.

Keduanya harus membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan belajar anak, misalnya membentuk grup Paguyuban Orang Tua di WhatsApp dan lain-lain yang menjadi sarana komunikasi guru, wali kelas, dan orang tua. Agar orang tua dapat mengikuti dan mengawasi perkembangan anaknya belajar.

Pendidikan adalah kunci untuk membangun peradaban manusia yang berkualitas. Bagi orang tua  betapa sulitnya  menjelaskan materi pelajaran  dan menemani anak mengerjakan tugas-tugas mereka  yang dikirim guru-gurunya secara online. Namun orang tua harus tetap semangat untuk  mendukung dan memotivasi dan mendampingi anak-anaknya belajar.  Pendampingan orang tua di saat belajar daring pada masa pandemi Covid-19 khususnya , sangat besar pengaruhnya bagi anak-anak  karena akan membuat mereka jadi semangat, merasa  tidak sendirian.

Jadilah orang tua yang bertanggung jawab mengasuh, memelihara, mendidik serta melindungi anak karena mereka adalah aset,  generasi penerus keluarga.

Ditulis oleh: Hanim Novalyna Damanik, S.Pd. Guru di SMAN 1 PKP

Share :

Baca Juga

Opini

Mesin Tik yang Katanya Sudah Usang
literasi siswa

Opini

15 Tahun Membaca Tidak Paham
metode jigsaw

Opini

Efektivitas Model Pembelajaran Koorperatif Jigsaw pada Turunan Fungsi Aljabar

Opini

Faktor Pendukung Keberhasilan Belajar Anak di Pondok Pesantren

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Sartini
light city building bridge

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Nia Kurniati

Opini

Menjadi Guru di Era Pandemi Harus SEKSI dan HOT
cara membuat presensi online

Opini

4 Tips Guru Agar Relevan Sepanjang Zaman