Home / News

Senin, 3 Januari 2022 - 21:13 WIB

4 Metode Pembelajaran Praktis Dalam Penerapan Literasi Dasar

4 Metode Pembelajaran Praktis Dalam Penerapan Literasi DasarLiterasi dasar dan Numerasi merupakan salah satu bagian dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam program Asesmen Nasional sebagai pengganti adanya UN. Asesmen Nasional akan dilakukan peserta yang bisa mengikuti AN adalah siswa kelas 5, kelas 8, dan kelas 11.  

Sayangnya, dalam penerapan literasi dasar dan Numerisasi di sekolah terutama di ruang kelas pembelajaran menemui tantangan. Hasil riset INOVASI (program kemitraan pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa) pada 2019, menyebutkan salah satu tantangan utama dalam penerapan literasi dasar dan numerisasi adalah

Belum ada metode sistematis yang disetujui dalam mengajarkan membaca di kelas satu – dan tidak ada metode yang disetujui untuk mengajarkan membaca susulan untuk anak-anak yang  tertinggal di kelas-kelas awal. Menurut penafsiran terkini dari  kurikulum nasional, guru-guru kelas awal tidak diberikan waktu  atau arahan untuk mengajarkan membaca di kelas awal.

Untuk mengatasi hal tersebut,perlu adanya metode pembelajaran yang bisa dipraktikan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar dan Numerasi siswa.

Namun, dalam hal ini akan memfokuskan metode pembelajaran untuk literasi dasar siswa.  ada beberapa rekomendasi metode pembelajaran yang mungkin bisa meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa.

1. Metode Pembelajaran Reading Guide

Metode reading guide terdiri dari 2 kata yaitu reading dan guide. Reading adalah membaca atau melihat catatan. Metode Reading Guide dilaksanakan dengan cara guru memilih materi yang yang akan dipelajari pada hari itu. Lalu guru membuat daftar pertanyaan sebanyak mungkin berdasarkan materi yang akan dipelajari.

Tujuan metode reading guide adalah membantu peserta didik focus dalam memahami suatu materi pokok. Metode Reading Guide ini lebih mengedepankan aktivitas siswa dalam mencari, mengolah dan melaporkan informasi dari sumber belajar. Proses pembelajaran dalam suasana yang menyenangkan.

Dan yang paling utama adalah para siswa bisa lebih focus pada materi pokok karena mereka secara langsung dibimbing dengan daftar pertanyaan yang telah diberikan oleh guru, sehingga proses pembelajaran jelas akan lebih efektif dan efesien.

Langkah-langkah metode reading guide

Langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode reading guide diantaranya,

  1. Tentukan bacaan yang akan dipelajari.
  2. Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta didik atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
  3. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada peserta didik.
  4. Tugas peserta didik adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktifitas ini sehingga tidak akan memakan waktu yang berlebihan.
  5. Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya kepada peserta didik.
  6. Di akhir pelajaran beri ulasan atau konfirmasi secukupnya terkait hasil belajar yang telah dilakukan peserta didik.
Baca Juga:  Prinsip Gerakan Literasi di Sekolah

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Reading Guide

a. Kelebihan strategi Reading Guide

Kelebihan strategi Reading Guide dalam pembelajaran yaitu :

  • Peserta didik lebih aktif ketika pembelajaran berlangsung.
  • Materi yang disampaikan lebih cepat diselsaikan dalam kelas.
  • Dalam pembelajaran dengan menerapkan strategi Reading Guide dapat memotivasi peserta didik untuk gemar lebih membaca.
  • Dapat membangkitkan minat baca anak, yang dulunya tidak suka membaca menjadi senang membaca.
  • Peserta didik dituntun untuk lebih teliti dalam menjawab pertanyaan.
  • Guru lebih mudah mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam membaca.
  • Guru lebih mudah mengetahui peserta didik yang gemar membaca dan yang malas membaca.

b. Kekurangan strategi Reading Guide

Kekurangan strategi Reading Guide diantaranya yaitu :

  • Waktu yang diberikan biasannya terlalu singkat.
  • Terkadang membuat jenuh peserta didik.

2. Metode Pembelajaran QARs atau Question-Answer-Relationship

QARs atau Question-Answer-Relationship dapat mengajarkan siswa untuk memberikan label jenis-jenis pertanyaan yang akan ditanyakan. Kemudian siswa akan menggunakan informasi tersebut untuk merumuskan jawaban dari permasalahan yang telah diberikan.

Selanjutnya siswa akan menguraikan apakah jawabannya dapat ditemukan atau tidak. Strategi pembelajaran ini terbukti efektif, karena membutuhkan pemikiran yang tingkat tinggi dan juga kreatif.

Metode QAR dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan komprehensif dengan memberikan sarana sistematis. Tingkatan pertanyaan QAR tersebut sangat berpengaruh terhadap level pemahaman siswa pada bacaan. Tiga tingkatan pertanyaan tersebut menurut Wiesendanger (2001:108) meliputi:

  1. Teks Eksplisit – “right there” (ada dalam teks): pada tingkatan pertanyaan ini jawaban dapat ditemukan dalam teks bacaan, biasanya sebagai frasa yang  terkandung dalam satu kalimat. Jenis pertanyaan tersebut memiliki level pertanyaan pada tingkat literal.
  2. Teks Implisit – “think and search” (berpikir dan mencari): pada tingkatan pertanyaan ini jawaban dapat ditemukan dalam teks bacaan, namun pertanyaan pada tingkatan tersebut memiliki level berpikir yang lebih tinggi dibandingkan tingkat pertama. Jawaban dapat ditemukan secara implisit dalam suatu paragraf atau dalam keseluruhan bacaan. Jenis pertanyaan ini memiliki level pertanyaan pada tingkat inferensial.
  3. Informasi bacaan dan pengetahuan pembaca – “on my own”: menuntut siswa untuk berpikir tentang apa yang telah diketahui dari membaca dan pengalaman (pengetahuan sebelumnya) untuk merumuskan jawaban. Jenis pertanyaan ini memiliki level pertanyaan tingkat aplikasi dan evaluasi.

Langkah-Langkah Metode QAR

Metode QAR dalam pembelajaran membaca pemahaman diperuntukkan bagi siswa menengah hingga tingkat lanjut. metode ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Tompkins (2010: 452) menjabarkan metode QAR menjadi lima langkah, yaitu:

a. Membaca pertanyaan

Siswa membaca pertanyaan untuk pertama kalinya sebelum mereka membaca teks. Hal ini akan memberikan siswa ide atau gambaran tentang apa yang harus dipikirkan dan dicari ketika membaca.

Baca Juga:  Cara Merancang Lembar Kerja Siswa dengan Merumuskan Pertanyaan Tingkat Tinggi

b. Memahami tingkatan pertanyaan QAR

Siswa diwajibkan memahami tentang level pemikiran yang terdapat dalam pertanyaan serta level berpikir yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

c. Membaca teks bacaan

Siswa membaca teks bacaan, sambil membaca mereka juga berpikir mengenai jawaban dari pertanyaan yang telah dibaca sebelumnya.

d. Menjawab pertanyaan

Siswa kembali membaca pertanyaan. Siswa menentukan di mana dapat memperoleh jawaban sesuai tingkatan QAR dan menulis jawabannya.

e. Berbagi jawaban

Siswa akan berbagi dan mendiskusikan jawaban mereka dengan seluruh kelas.

3. Metode Pembelajaran Dengan Graphic Organizers

Graphic organizer adalah alat komunikasi visual yang menggunakan simbol-simbol visual untuk mengekspresikan ide-ide dan konsep, untuk menyampaikan makna. Graphic organizer adalah media pembelajaran yang mengordinasikan ide-ide dan konsep-konsep ke dalam bentuk visual.

Bentuk graphic organizer tersebut merupakan bentuk yang sederhana yang terdiri dari garis-garis dan panah yang berfungsi untuk menggambarkan keterangan rinci atau factorfaktor dari materi pelajaran yang sedang dibahas secara sistematis dan saling terkait.

Langkah-langkah metode pembelajaran menggunakan media graphic organizer menurut Thomas dalam Wena (2011) mengungkapkan bahwa langkah-langkah menggunakan media graphic organizer yaitu:

  1. Guru menjelaskan tentang graphic organizer dan cara menggunakannya.
  2. Guru memberikan materi pada siswa.
  3. Peserta didik diberikan bacaan untuk memahami materi.
  4. Peserta didik membuat graphic organizer secara individu atau berkelompok.
  5. Peserta didik menyampaikan graphic organizer yang dibuatnya.
  6. Guru dan peserta didik berdiskusi tentang informasi dari materi dengan menggunakan bantuan graphic organizer.

4. Metode Pembelajaran Dengan Mind mapping

Dilansir dari Mindtools, Mind Mapping pertama kali dipopulerkan oleh psikolog, Tony Buzan. Mind mapping adalah metode belajar yang memaksimalkan fungsi otak kanan dan kiri. Teknik ini menggunakan penjabaran secara visual. Cara ini diyakini lebih efektif dibanding menggunakan list materi.  Metode belajar ini cukup efektif karena menggunakan simbol, kata, warna, hingga gambar. Konsep ini ramah untuk otak dan mudah dipahami.

Berikut langkah membuat mind mapping, bersumber dari MindMapping.com. 

  1. Mencari ide pokok atau topik utama materi. Misalnya materi tentang sistem pencernaan.
  2. Buat tulisan atau gambar di tengah tentang sistem pencernaan. 
  3. Buat banyak cabang yang berhubungan dengan topik utama.
  4. Buat cabang-cabang dari sistem pencernaan tersebut.
  5. Gambar sub-topik dari topik utama kemudian hubungkan dengan cabang-cabang.
  6. Buat sub-topik organ apa saja yang masuk dalam sistem pencernaan.
  7. Kemudian tiap sub topik beri cabang yang mengarah pada gambar ciri-ciri, fungsi, hingga strukturnya.
  8. Gunakan gambar dan warna yang sesuai saat membuat mind mapping. Hal ini bisa membantu Anda memahami materi yang dipelajari.

Ingin lebih tahu lebih lanjut mengenai media pembelajaran inovatif bagi siswa? Bapak dan Ibu Guru bisa mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh e-guru.id

Daftar Sekarang

Share :

Baca Juga

News

Fleksibilitas Mengajar Dalam Kurikulum Merdeka Dengan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL)

News

Download Panduan Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

News

Penetapan Daerah Tertinggal dan Kriteria Guru yang Berhak Menerima Tunjangan Khusus di Tahun 2022
kuis daring di telegram

News

E-Learning Kreatif Dengan Facebook

News

Kenalan dengan Kurikulum Prototipe, Calon Kurikulum Andalan di Tahun 2022
mempercantik presentasi

News

Apa Pengertian e-learning Beserta Jenis-Jenisnya?

News

Download Materi Hari Ke-4 Diklat Gratis Menyusun KTI Inobel

News

Guru Wajib Tahu! Penyebab Guru Honorer Gagal Mendapat Tunjangan Dana BOS